Khutbah Jum'at di Musholla Ahmad Dahlan
SUARA UMAT - Pada hari Jum'at, 27 September 2024, Musholla Ahmad Dahlan kembali menyelenggarakan shalat Jumat dengan khidmat. Ustad Sya'ban bertindak sebagai imam dan khatib, sementara Ustad Firman mengisi peran muazin. Dalam khutbahnya, Ustad Sya'ban mengingatkan para jamaah akan pentingnya menjaga anak-anak selama pelaksanaan shalat, mengisi saf yang kosong, dan mematikan atau mengatur ponsel dalam mode senyap sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah.
Khutbah Pertama
Ustad Sya'ban memulai khutbah dengan mengangkat tema Rasulullah SAW sebagai jalan petunjuk dan teladan. Ditekankan bahwa Rasulullah bersikap keras terhadap orang kafir, namun lembut kepada sesama muslim, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Fath ayat 29 :
"Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud," (QS. Al-Fath: 29).
Ustad Sya'ban mengajak jamaah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi, dengan harapan mendapatkan syafaat Rasulullah pada hari kiamat. Di bulan Rabiul Awal ini, di mana Nabi Muhammad SAW dilahirkan, beliau menekankan agar umat Islam senantiasa menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah, seperti istiqomah dalam tahajud, memperbanyak shalat berjamaah di masjid, dan mengikuti jejak beliau dalam cinta kepada sesama.
Beliau juga menyebutkan bahwa meskipun Rasulullah sangat mencintai sahabat-sahabatnya, beliau memiliki cinta yang lebih besar kepada umatnya yang tidak pernah berjumpa dengannya, namun tetap mengikuti ajaran-ajaran Islam dengan sepenuh hati.
Lima Identitas Umat Nabi
Tegas terhadap orang kafir, namun lembut pada orang beriman. Sikap ini harus senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kasih sayang di antara sesama Muslim, terutama yang seakidah. Rasulullah mengingatkan bahwa orang yang memutus tali silaturahmi akan diancam dengan neraka.
Shalat berjamaah di masjid, terutama ruku' dan sujud secara bersama-sama.
Mencari ridha Allah dalam setiap aktivitas. Setiap tindakan kita harus ditujukan untuk memperoleh keridhaan Allah.
Bekas sujud yang terlihat di wajah mereka, yang mencerminkan ketulusan dan keikhlasan beribadah.
Khutbah Kedua
Pada khutbah kedua, Ustad Sya'ban mengingatkan jamaah akan kehidupan setelah mati. Hari Akhir adalah hari yang sangat panjang, di mana satu hari sama dengan seribu tahun di dunia, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:
"Sesungguhnya satu hari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu." (QS. Al-Hajj: 47)
Beliau mengajak para jamaah untuk memanfaatkan waktu hidup di dunia dengan sebaik-baiknya untuk beribadah, karena hanya amal ibadah yang akan menjadi bekal di akhirat.
Khutbah diakhiri dengan doa bersama, memohon kebaikan dunia dan akhirat, yang diikuti oleh seluruh jamaah. Khutbah Jumat ini memberikan inspirasi mendalam untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta memperkuat silaturahmi antar sesama muslim.(RAYD)



