Khutbah Jum'at di Musholla Ahmad Dahlan Bersama Ustadz Bahirman
SUARA UMAT, 15 November 2024 - Berikut isi Khutbah Jum'at di Musholla Ahmad Dahlan Bersama Ustadz Bahirman.
Khutbah Pertama
Pembuka: Rahmat bagi Seluruh Alam
Khatib membuka khutbah dengan mengutip firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:
"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam."
Keberadaan Rasulullah SAW sebagai rahmat lil alamin adalah cahaya penerang yang menghentikan kegelapan jahiliyah, yaitu masa kebodohan sebelum datangnya Islam. Tetapi, apakah tanda-tanda jahiliyah tersebut masih ada di zaman modern ini?
Tema: Tanda-Tanda Jahiliyah
1. Prasangka Jahiliyah
Prasangka buruk atau "zhannul jahiliyah" disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 154:
"...Mereka menyangka terhadap Allah dengan tidak benar, seperti prasangka jahiliyah..."
Prasangka jahiliyah lahir dari kerancuan berpikir, yang mengakibatkan dekadensi moral. Ustadz Faturahman Kamal menyebut tanda-tanda ini meliputi:
Seks bebas dan LGBT.
Judi dan bentuk hiburan nir-akhlak.
Surah Al-Maidah ayat 80 menggambarkan realitas masyarakat yang akrab dengan perbuatan dosa, saling mendukung dalam kemaksiatan, sehingga Allah melaknat mereka. Rasulullah SAW mengingatkan umat untuk menjauhi budaya ini, karena efeknya merusak fitrah manusia.
2. Hukuman Jahiliyah
Dalam Surah Al-Maidah ayat 50, Allah bertanya:
"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?"
Ayat ini dimulai dengan alif (atau hamzah) yang berfungsi sebagai pertanyaan dan bantahan. Dalam hukum jahiliyah, keadilan hanya berlaku untuk kaum marginal, sedangkan yang berkuasa bebas dari hukuman. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya kehancuran umat sebelum kamu adalah, jika ada orang kaya di antara mereka mencuri, mereka membiarkannya, tetapi jika yang miskin mencuri, mereka menghukumnya." (HR. Bukhari & Muslim)
Nabi juga menegaskan dengan sabdanya:
"Demi Allah, jika Fatimah binti Muhammad mencuri, pasti aku sendiri yang akan memotong tangannya."
3. Budaya Jahiliyah
Budaya pamer atau tabarrujal jahiliyah adalah perilaku jahiliyah modern. Dalam era media sosial, budaya flexing—memamerkan kekayaan di tengah kemiskinan—telah menjadi kebiasaan yang meresahkan.
Wanita sering berpakaian yang tampak menutup aurat, tetapi sebenarnya menonjolkan aurat mereka, sebagaimana disebut dalam Surah An-Nur ayat 31:
"...dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa terlihat daripadanya..."
4. Hamiyah Jahiliyah
Hamiyah jahiliyah adalah kesombongan yang menganggap diri lebih unggul, seperti dalam Surah Al-Fath ayat 26:
"...(yaitu) semangat fanatisme jahiliyah yang ada dalam hati mereka..."
Kesombongan ini bisa berupa keangkuhan bangsa, agama, atau kelompok tertentu. Contohnya adalah klaim Yahudi dan Nasrani yang merasa sebagai "anak-anak Tuhan" dan memiliki hak istimewa, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Maidah ayat 18:
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata: 'Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.'..."
Rangkuman
Jahiliyah modern berbeda dari zaman Rasulullah SAW, tetapi esensinya sama:
Prasangka buruk terhadap Allah dan agama.
Ketidakadilan dalam hukum.
Pamer kekayaan dan perilaku nir-akhlak.
Kesombongan dan keangkuhan tanpa dasar.
Hanya dengan kembali kepada ajaran Islam yang lurus, manusia bisa terhindar dari kehancuran moral seperti ini.
Khutbah Kedua
Doa dan Penutup
Di khutbah kedua, khatib mengajak jamaah untuk memohon perlindungan kepada Allah dari semua bentuk sifat jahiliyah, baik yang lahiriah maupun batiniah. Khatib menutup khutbah dengan doa:
"Ya Allah, jauhkanlah kami dari prasangka buruk, kezaliman hukum, pamer kekayaan, dan kesombongan. Tumbuhkanlah rasa kasih sayang di antara kami, dan jadikan kami umat yang bersatu dalam kebaikan."
Amin. (Raden Alit)



