Khutbah Jumat di Musholla KH Ahmad Dahlan
SUARA UMAT - Pada hari Jumat, 4 Oktober 2024, Musholla KH Ahmad Dahlan yang terletak di Jalan Pulau Batanta 80 kembali menggelar shalat Jumat dengan khidmat. Ustad Anshori memimpin sebagai imam, sedangkan Ustad Abdul Halim bertindak sebagai khatib. Bilal pada kesempatan kali ini diisi oleh Ustad Awan. Sebelum khutbah dimulai, laporan keuangan musholla disampaikan kepada jamaah, menandai transparansi dalam pengelolaan masjid.
Khutbah Pertama
Ustad Abdul Halim membuka khutbahnya dengan pujian kepada Allah:
Innalhamdalillah... "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk-Nya, serta menjadikan kita sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW. Barang siapa yang mendengar doa ini, Rasulullah berkata: 'Engkau termasuk hamba Allah yang bersyukur".
Beliau mengingatkan bahwa nikmat iman harus dijaga dan dipertahankan. Iman adalah keyakinan yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam, percaya kepada Allah dan Rasul-Nya. Keyakinan ini diucapkan dengan lisan dan diamalkan melalui perbuatan sehari-hari.
Untuk memperjelas ciri-ciri orang beriman, Ustad Abdul Halim mengutip surah Al-Anfal ayat 2 dan 3:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS. Al-Anfal: 2-3)
Ciri-ciri orang beriman antara lain:
Hati mereka gemetar ketika nama Allah disebut.
Iman mereka bertambah saat mendengar ayat-ayat-Nya.
Mereka bertawakal hanya kepada Allah.
Selalu mendirikan shalat.
Bersedekah dari rezeki yang diberikan Allah.
Kisah Nabi dan Abu Bakar
Dalam ceramahnya, Ustad Abdul Halim juga menceritakan sebuah kisah yang penuh hikmah antara Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar. Suatu hari, Abu Bakar dicaci oleh seorang kafir. Saat orang itu mencaci untuk pertama kali, Nabi tersenyum dan mendiamkan. Begitu pula saat caci maki kedua dilontarkan. Namun, ketika caci maki itu diulangi untuk ketiga kalinya, Abu Bakar pun marah. Melihat hal itu, Nabi Muhammad SAW pergi meninggalkan Abu Bakar tanpa memberi salam.
Abu Bakar kemudian bertanya kepada Rasulullah, “Mengapa engkau meninggalkanku, wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Ketika engkau bersabar dan tidak membalas cacian itu, malaikat berada di sampingmu. Tetapi saat engkau marah dan membalas caciannya, malaikat pergi dan digantikan oleh setan. Maka aku tidak ingin duduk bersama setan.”
Kisah ini mengajarkan pentingnya kesabaran dan pengendalian diri dalam menghadapi ujian, terutama saat dihina atau dicaci.
Ciri Orang Beriman: Bertakwa kepada Allah
Ustad Abdul Halim juga menekankan pentingnya muhasabah (introspeksi diri). Sudahkah kita menjalankan tahajud, dhuha, dan ibadah lainnya dengan baik? Orang yang bertakwa senantiasa mengevaluasi dirinya untuk memastikan ibadahnya diterima oleh Allah.
Keutamaan Shalat Jumat dan Pakaian Terbaik
Ustad Abdul Halim menutup khutbah pertama dengan menganjurkan jamaah untuk mengenakan pakaian yang baik ketika beribadah di masjid, merujuk pada surah Al-A'raf ayat 31:
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)
Beliau mengajak jamaah untuk berusaha duduk di saf terdepan dan memanfaatkan hari Jumat untuk meraih keberkahan.
Khutbah Kedua
Pada khutbah kedua, Ustad Abdul Halim mengingatkan jamaah tentang keutamaan orang yang mandi di hari Jumat, kemudian bersegera ke masjid dan duduk di saf terdepan. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang melakukan hal ini akan mendapatkan rahmat Allah.
"Malaikat akan duduk ketika khatib telah naik mimbar, dan mencatat amal orang-orang yang mendengarkan khutbah dengan baik."
Ustad Abdul Halim juga mengingatkan bahwa rahmat Allah adalah alasan utama kita bisa masuk surga, bukan semata-mata karena amal ibadah kita. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berusaha meraih rahmat Allah, baik dengan memperbanyak shalat maupun berbuat kebaikan, terutama di akhir umur kita.
Khutbah diakhiri dengan doa memohon keberkahan di dunia dan akhirat, diikuti dengan shalat Jumat yang berjalan dengan khidmat. Khutbah kali ini memberikan dorongan kepada jamaah untuk senantiasa bermuhasabah dan memperbaiki kualitas ibadah mereka. (RAYD)



