Kolaborasi untuk Masa Depan: Membangun Peradaban dengan IMTAQ dan IPTEK
Kolaborasi untuk Masa Depan:
Membangun Peradaban dengan IMTAQ dan IPTEK
Denpasar,
13 Maret 2025 – Dalam acara Pelatihan Leadership dan Kajian Ulumul Qur’an yang
diadakan oleh CIDES ICMI Orwil Bali, Ketua ICMI Orwil Bali, Ir. Hj. Farida
Hanum, R.M.Si, menyampaikan sambutan penuh inspirasi mengenai pentingnya
kolaborasi, visi besar ICMI, serta peran CIDES dalam membangun peradaban Islam
berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang selaras dengan Iman dan
Taqwa (IMTAQ).
Kolaborasi:
Kunci Keberhasilan Misi CIDES & ICMI
Dalam
sambutannya, Hj. Farida menegaskan bahwa CIDES harus menjadi jembatan yang
menghubungkan berbagai elemen strategis dalam masyarakat. Oleh karena itu,
penting bagi CIDES untuk berkolaborasi dengan kampus, perbankan, serta berbagai
organisasi kemasyarakatan (ormas).
“Kolaborasi
adalah kunci keberhasilan. CIDES tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus
bersinergi dengan perguruan tinggi, sektor perbankan, dan ormas agar
program-program kita berjalan lebih optimal. ICMI dan CIDES harus menjadi motor
perubahan yang nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Gianyar:
Harapan Baru dalam Penguatan CIDES
Dalam
kesempatan ini, Gianyar menjadi perhatian khusus. Kehadiran para perwakilan
dari Gianyar saat sambutan Bunda memberikan harapan baru bahwa penguatan CIDES
akan semakin luas dan berdampak.
“Kehadiran
teman-teman dari Gianyar memberi semangat tersendiri. Ini menandakan bahwa
CIDES semakin diterima dan memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Mari
kita jaga momentum ini dan terus meluaskan gerakan intelektual yang membawa
manfaat bagi umat.”
Misi
5K: Warisan Habibie untuk Bangsa
Mengutip
pesan BJ Habibie 34 tahun yang lalu, Hj. Farida kembali menegaskan bahwa ICMI
dan CIDES harus selalu menjadikan keseimbangan antara IMTAQ dan IPTEK sebagai
landasan perjuangan.
Habibie
menyampaikan konsep Om Tak dan Imtek (IMTAQ dan IPTEK) sebagai fondasi
peradaban Islam yang maju. Prinsip ini harus terus dikembangkan melalui Misi 5K
yang mencakup:
Keislaman
yang kuat
Keilmuan
yang mencerahkan
Kemandirian
dalam ekonomi dan sosial
Kepemimpinan
yang berintegritas
Kebersamaan
dalam ukhuwah Islamiyah
“Jika
kita mampu menjalankan Misi 5K, maka kita tidak hanya membangun organisasi yang
kuat, tetapi juga peradaban yang unggul.”
CIDES:
Satu-Satunya di ICMI Orwil Bali, Harus Berkembang!
CIDES
adalah satu-satunya lembaga think tank ICMI di Orwil Bali. Ini adalah peluang
besar sekaligus tanggung jawab yang harus dikelola dengan baik. Hj. Farida
menegaskan bahwa CIDES Bali harus berkembang dan menjadi percontohan bagi
daerah lain.
“Kita
tidak boleh berhenti di sini. CIDES harus berkembang menjadi pusat kajian yang
mampu memberikan solusi bagi umat. Apa yang kita lakukan hari ini akan
menentukan wajah ICMI Bali di masa depan.”
ICMI
Mengglobal dalam 5 Tahun ke Depan
Hj.
Farida menegaskan bahwa dalam 5 tahun ke depan, ICMI harus mengglobal. Ini
bukan sekadar harapan, tetapi sebuah visi yang harus diwujudkan melalui program
nyata.
“Kita
tidak boleh berpikir kecil. ICMI harus menjadi gerakan yang berpengaruh, tidak
hanya di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global. Oleh karena itu, kita
perlu membangun jaringan internasional, memperkuat literasi digital, dan
menyiapkan pemimpin yang siap bersaing di tingkat dunia.”
7
Batom: Pilar Penggerak Program ICMI
Sebagai
bagian dari strategi pengembangan organisasi, Hj. Farida menjelaskan bahwa ICMI
akan mengaktifkan 7 Badan Otonom (Batom), yang akan dijalankan oleh wilayah
untuk mengimplementasikan program-program dari pusat.
Badan
Otonom ini mencakup:
1.
ALISA Khadijah (Aliansi Saudagar Muslimah ICMI)
Bertujuan
untuk memberdayakan pengusaha muslimah dalam berbagai sektor ekonomi dan
bisnis. Fokusnya adalah membangun jaringan wirausaha yang kuat dan berdaya
saing.
2.
Perempuan ICMI
Wadah
bagi kaum perempuan di ICMI untuk berperan dalam pembangunan umat, baik di
bidang sosial, pendidikan, ekonomi, maupun politik.
3.
Pemuda ICMI (dulu Masika ICMI)
Forum
kaderisasi kepemimpinan muda ICMI yang aktif dalam isu kebangsaan, pengembangan
intelektual, serta sosial-keagamaan. Pemuda ICMI berperan dalam pembinaan
generasi muda yang berakhlak dan berwawasan luas.
4.
CIDES (Center for Information and Development Studies)
Think-tank
ICMI yang berperan dalam penelitian, kajian strategis, serta advokasi kebijakan
untuk membangun sinergi antara intelektual muslim dan pemerintah. CIDES juga
menjadi wadah pengembangan kebijakan berbasis keislaman dalam berbagai bidang.
5.
MKPD (Majelis Kesejahteraan dan Pemberdayaan Desa)
Berfungsi untuk membangun kesejahteraan dan
pemberdayaan masyarakat pedesaan dengan program-program ekonomi berbasis
kemandirian dan kebersamaan. “7 Batom ini harus menjadi motor penggerak
perubahan. Kita ingin ICMI bukan hanya sekadar organisasi, tetapi sebuah
gerakan intelektual yang memberikan solusi nyata bagi umat.”’
Adapun
Batom yang lagi 2 adalah LBH dan Pusbinet
Teamwork:
Menggapai Ridho Allah
Menutup
sambutannya, Hj. Farida menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak
hanya ditentukan oleh individu, tetapi oleh teamwork yang solid dan penuh
keikhlasan.
“Kita
bekerja bukan sekadar untuk organisasi, tetapi untuk mencari ridho Allah. Jika
kita bersatu dalam visi ini, insyaAllah ICMI akan menjadi kekuatan besar yang
membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan dunia.”
Dengan
semangat kolaborasi dan visi yang jelas, acara ini menjadi tonggak penting
dalam membangun kepemimpinan yang berbasis IMTAQ dan IPTEK. CIDES dan ICMI Bali
siap melangkah lebih jauh untuk membawa perubahan nyata!
STIKOM
Bali | 13 Maret 2025



