Langkah Pasti Menuju Dunia Internasional: 19 Mahasiswa ITB STIKOM Bali Lolos Program Kerja ke Jepang
Langkah Pasti Menuju Dunia Internasional: 19 Mahasiswa ITB STIKOM Bali Lolos Program Kerja ke Jepang
Denpasar, April 2025 – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali kembali mencatat prestasi membanggakan. Sebanyak 19 mahasiswa berhasil lolos program kontrak kerja ke Jepang dan akan diberangkatkan secara bertahap. Tahap pertama, empat mahasiswa telah resmi dilepas oleh Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, untuk memulai perjalanan karier internasional mereka di Negeri Sakura.
Keempat mahasiswa tersebut—Kerenangelia Miha Bolo, Prama Yefta W. Lampung, Putu Satya Arya Rohali, dan M. Ilham Hidayatullah—akan bekerja di kota Hokkaido sebagai perawat lansia dalam skema Tokutei Ginou (Special Skilled Worker) dengan durasi kontrak kerja selama 3 hingga 5 tahun.
Meski berlatar belakang teknologi informasi, semangat mereka dalam menyerap ilmu baru, belajar bahasa Jepang, dan menjalani pelatihan keperawatan di Bandung menunjukkan betapa luasnya potensi generasi muda Indonesia. Program ini menjadi bukti bahwa kompetensi bisa lintas bidang asalkan ditopang semangat belajar dan kepedulian sosial.
“Bergelut di teknologi informasi, namun memiliki kepedulian terhadap lansia dan berhasil lolos sebagai perawat profesional. Ini potret mahasiswa masa depan,” ujar Andi Antono, Direktur PT. Mitra Bisnis Cipta Karya (MBC), penyelenggara program.
Sinergi Kampus dan Industri
Program ini tidak hanya membuka pintu karier global, tetapi juga memperkuat sinergi antara kampus dan dunia industri. Para mahasiswa sebelumnya diseleksi dari 300 peserta, dan 19 orang dinyatakan lolos setelah melalui berbagai tahapan seleksi ketat. Tidak hanya lulus, mereka juga telah mencapai kemampuan bahasa Jepang hingga level N4, memastikan kesiapan komunikasi saat bekerja nanti.
Semua biaya keberangkatan—mulai dari pelatihan, tiket pesawat, hingga administrasi lainnya—difasilitasi oleh Koperasi Simpan Pinjam Arsa Winala Sedana, sebagai mitra resmi ITB STIKOM Bali. Pembiayaan ini akan dikembalikan mahasiswa melalui sistem angsuran setelah mereka mulai bekerja dan menerima gaji di Jepang.
“Kami hanya memfasilitasi awal. Keberhasilan mereka adalah tanggung jawab dan kebanggaan bersama,” ujar Nyoman Cendikiawan, Ketua Koperasi Arsa Winala Sedana.
Kuliah Tetap Jalan, Karier Tetap Berkembang
Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, menegaskan bahwa program kerja ke Jepang ini dirancang agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan kuliah secara online.
“Boleh mengambil cuti maksimal dua semester, tetapi kami mendorong agar mereka tetap kuliah sambil bekerja. Ini tantangan sekaligus peluang untuk belajar manajemen waktu dan disiplin,” tegasnya.
Model ini bahkan kini mulai dilirik oleh pemerintah sebagai sistem pembelajaran terapan yang efektif. Magang kerja industri selama tiga semester kini menjadi rujukan dalam kebijakan pendidikan vokasi nasional.
Suara dari Mahasiswa: Semangat dan Terima Kasih
Salah satu peserta, Kerenangelia Miha Bolo, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya. Ia mengaku siap menghadapi tantangan, termasuk adaptasi dengan iklim dingin Hokkaido, Jepang.
“Terima kasih kepada ITB STIKOM Bali dan semua pihak yang telah membantu kami sampai ke titik ini. Kami akan bekerja secara profesional dan membawa nama baik bangsa,” ungkap Miha.
Membuka Jalan, Menjadi Inspirasi
Program ini adalah cermin nyata bahwa anak muda Indonesia mampu bersaing di panggung global, tidak hanya di bidang yang mereka pelajari, tapi juga dalam bidang-bidang baru yang menuntut kepedulian, empati, dan keuletan.
Dengan semangat seperti ini, bukan tidak mungkin ke depan, mahasiswa dari seluruh penjuru negeri bisa mengikuti jejak serupa. Belajar lintas bidang, bekerja lintas budaya, dan sukses lintas negara.
Mari dukung pendidikan yang membuka jalan, bukan membatasi. Karena masa depan milik mereka yang berani melangkah keluar dari zona nyaman.



