Laporan Ketua Panitia: Kolaborasi Ormas Islam Badung, Dari Silaturahmi Menuju Kekuatan Umat
Laporan Ketua Panitia: Kolaborasi Ormas Islam
Badung, Dari Silaturahmi Menuju Kekuatan Umat
Sinopsis:
Dari panggung sederhana, lahir pesan besar tentang persatuan. Ketika puluhan
organisasi Islam duduk bersama dalam satu forum, tersingkap bagaimana kekuatan
umat dibangun dari kolaborasi nyata. Apa yang membuat acara ini disebut sebagai
model baru kebersamaan di Badung?
Halalbihalal
Kolaboratif: Ajang Silaturahmi yang Menyatukan Ragam Ormas Islam di Badung
Mangupura —
Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan terasa kental dalam sesi laporan
panitia Halalbihalal dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Kabupaten Badung periode 2026–2031. Ketua Panitia, H. Moh. Thoha, S.S.,
tampil dengan gaya komunikatif, membuka sesi dengan sapaan yang membangkitkan
partisipasi audiens.
“Mana
suaranya Muslimah? Mana Aisyiyah? Mana Ormas se-Kabupaten Badung?” serunya,
disambut riuh tepuk tangan hadirin. Sapaan ini bukan sekadar pembuka, tetapi
simbol hidupnya semangat kolektif dalam tubuh umat Islam Badung.
Sebelum
menyampaikan laporan, H. Moh. Thoha memperkenalkan satu per satu pimpinan
organisasi kemasyarakatan Islam yang hadir. Mulai dari Nahdlatul Ulama,
Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia, hingga berbagai komunitas dan organisasi
perempuan Islam. Penyebutan ini menjadi penegas bahwa keberagaman organisasi
bukanlah pemecah, melainkan kekuatan yang jika disatukan akan melahirkan energi
besar.
Memasuki
laporan inti, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya
mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat sinergi antarormas, serta menjaga
persatuan umat, khususnya di Kabupaten Badung.
“Tema yang
kami angkat adalah merajut ukhuwah umat, menguatkan persatuan, dan membangun
Badung yang harmonis dan bermartabat,” ungkapnya.
Ia merinci
bahwa tujuan kegiatan ini mencakup peningkatan silaturahmi antarorganisasi
Islam, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memperkuat kolaborasi dalam
pembangunan umat. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong
terciptanya masyarakat Badung yang harmonis dan sejahtera.
Acara yang
dihadiri lebih dari seribu peserta ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari
organisasi Islam, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan, lanjutnya, merupakan hasil kolaborasi lintas
organisasi, sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Ini bukan
kerja satu atau dua pihak, tetapi kerja bersama seluruh ormas Islam di Badung,” tegasnya.
Dalam hal
pendanaan, H. Moh. Thoha menjelaskan bahwa kegiatan ini didukung oleh
partisipasi ormas Islam serta kontribusi berbagai pihak. Ia secara khusus
menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah
memberikan dukungan signifikan, termasuk keringanan biaya penggunaan gedung
serta bantuan konsumsi bagi peserta.
Apresiasi
juga disampaikan kepada seluruh panitia yang dinilainya telah bekerja dengan
penuh dedikasi. “Saya merasakan kerja tim yang luar biasa—bekerja keras,
cerdas, ikhlas, dan tuntas,” ujarnya.
Menutup
laporannya, ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam
pelaksanaan acara, sekaligus menyelipkan pantun yang disambut senyum hangat
hadirin:
“Pergi ke taman memetik melati,
Melati putih harum baunya,
Halalbihalal kita satukan hati,
Ormas bersatu kuatkan bangsa.”
Pantun
sederhana itu menjadi penutup yang bermakna: bahwa persatuan umat adalah
fondasi utama dalam membangun kekuatan bangsa.
Melalui
laporan ini, terlihat jelas bahwa Halalbihalal MUI Badung bukan sekadar agenda
tahunan, tetapi telah berkembang menjadi model kolaborasi umat yang
konkret—menghubungkan berbagai elemen dalam satu visi: harmoni, persatuan, dan
kemajuan bersama.
(AMBAR
& RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK.
7326712967



