Detail Artikel

Mas Suwarno: Dari Warung Pantai Selabih, Saya Ingin Tempat Ini Menjadi Rumah Bagi Kegiatan Umat dan Masyarakat

Mas Suwarno: Dari Warung Pantai Selabih, Saya Ingin Tempat Ini Menjadi Rumah Bagi Kegiatan Umat dan Masyarakat

TABANAN — Gemuruh ombak Pantai Selabih menjadi saksi berlangsungnya penyembelihan dan distribusi hewan kurban Wanita Islam Provinsi Bali Tahun 1447 Hijriah. Namun di balik suksesnya kegiatan tersebut, terdapat sosok yang memilih bekerja dalam senyap: Mas Suwarno, pemilik Warung Pantai Selabih yang membuka seluruh fasilitas usahanya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tanpa memungut biaya.

Bagi sebagian orang, menyediakan lokasi untuk kegiatan organisasi mungkin sekadar bentuk kerja sama biasa. Namun bagi Mas Suwarno, dukungan terhadap kegiatan keagamaan adalah bagian dari tanggung jawab sosial yang telah lama ia jalankan.

Dalam wawancara khusus bersama Suara Umat dan Radio Megantara Bali usai pelaksanaan Kurban Bersama Wanita Islam Provinsi Bali di Pantai Selabih, Sabtu (30/5/2026), ia mengungkapkan bahwa keputusan mendukung kegiatan tersebut lahir dari keyakinan sederhana: membantu kegiatan umat adalah bagian dari ibadah.

"Kalau kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan dan kemaslahatan masyarakat, selama kami mampu, tentu akan kami dukung sepenuhnya," ujarnya.

Menurut Suwarno, kegiatan kurban bukanlah hal baru bagi masyarakat Muslim di kawasan Selabih. Setiap tahun, warga setempat juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam berbagai skala.

Karena itu ketika pengurus Wanita Islam Provinsi Bali datang menyampaikan rencana pelaksanaan kurban tingkat provinsi, ia langsung menyambut baik dan memberikan izin penggunaan seluruh fasilitas yang diperlukan.

"Kami merasa senang karena tempat ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas," katanya.

Merintis dari Warung Sederhana

Di balik luasnya kawasan Warung Pantai Selabih saat ini, terdapat perjalanan panjang yang dimulai dari usaha kecil yang dirintis sejak tahun 2018.

Suwarno mengenang bagaimana tempat yang kini menjadi salah satu titik persinggahan strategis di jalur Denpasar–Gilimanuk itu awalnya hanyalah warung sederhana di tepi pantai.

Seiring waktu, usaha tersebut berkembang dan mulai dikenal masyarakat maupun wisatawan yang melintas di jalur utama Bali bagian barat.

Namun perjalanan itu tidak selalu mudah.

Pandemi Covid-19 sempat membuat aktivitas usaha nyaris berhenti total.

"Saat pandemi kami sempat tutup. Aktivitas benar-benar menurun. Setelah situasi membaik, kami mulai bangkit kembali sedikit demi sedikit," kenangnya.

Kini Warung Pantai Selabih kembali berkembang sebagai pusat kuliner, tempat peristirahatan, sekaligus ruang kegiatan masyarakat.

Membangun Usaha yang Tumbuh Bersama Masyarakat

Bagi Suwarno, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau keuntungan ekonomi.

Lebih dari itu, ia ingin usahanya menjadi bagian dari pembangunan sosial masyarakat sekitar.

Saat ini Warung Pantai Selabih mempekerjakan belasan karyawan yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk warga lokal Desa Selabih dan pekerja dari luar daerah.

Keberadaan usaha tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi komunitas Muslim setempat yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

"Kami ingin tempat ini tidak hanya menjadi tempat usaha, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya.

Karena itu berbagai kegiatan masyarakat, baik yang bersifat keagamaan, sosial, maupun kemasyarakatan, selalu mendapat ruang untuk dilaksanakan di kawasan tersebut.

Menawarkan Harmoni Wisata dan Kebersamaan

Selain menjadi lokasi kegiatan sosial, Warung Pantai Selabih juga terus dikembangkan sebagai destinasi persinggahan bagi wisatawan dan masyarakat yang melintas di jalur Bali Barat.

Kawasan ini menyediakan area makan berkonsep terbuka dengan pemandangan langsung ke laut lepas.

Beragam menu kuliner Nusantara disajikan, mulai dari hidangan tradisional hingga menu khas pesisir yang menjadi favorit pengunjung.

Di sisi lain, fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap untuk mendukung berbagai kegiatan berskala besar.

Area utama mampu menampung ratusan peserta untuk kegiatan pertemuan, gathering, resepsi, maupun acara komunitas.

Fasilitas tempat ibadah, area parkir yang luas, hingga akses yang mudah dari jalur utama menjadi nilai tambah yang terus dikembangkan.

Menariknya, lokasi Warung Pantai Selabih berada tidak jauh dari jalur penghubung Kabupaten Tabanan dan Jembrana sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan maupun masyarakat yang melakukan perjalanan lintas kabupaten.

Mendorong Kemajuan Desa dari Sektor Wisata dan Sosial

Meski bergerak di sektor usaha, Suwarno memiliki harapan yang lebih besar daripada sekadar perkembangan bisnis.

Ia ingin keberadaan Warung Pantai Selabih menjadi bagian dari upaya mengangkat potensi Desa Selabih agar semakin dikenal luas.

Menurutnya, kegiatan seperti kurban yang dilaksanakan Wanita Islam Provinsi Bali memiliki dampak ganda.

Selain memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, kegiatan tersebut juga membantu memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat dari berbagai daerah.

"Harapan kami, kegiatan seperti ini bukan hanya membawa manfaat bagi organisasi penyelenggara, tetapi juga membantu memperkenalkan Desa Selabih dan Kabupaten Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas," tuturnya.

Ia percaya bahwa kolaborasi antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan pemerintah dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong pembangunan daerah.

Karena itu, ia membuka pintu selebar-lebarnya bagi berbagai kegiatan positif yang ingin memanfaatkan kawasan Pantai Selabih sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas.

Menjadikan Tempat Usaha sebagai Ruang Pengabdian

Di tengah semakin ketatnya persaingan dunia usaha, langkah yang ditempuh Mas Suwarno mungkin tidak lazim.

Ia memilih melihat usahanya bukan semata sebagai sumber keuntungan, melainkan juga sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

"Kalau tempat ini bisa menjadi manfaat bagi umat, masyarakat, dan daerah, maka itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami," katanya.

Bagi Mas Suwarno, keberhasilan sebuah usaha bukan hanya ketika pengunjung datang dan menikmati layanan yang tersedia, tetapi ketika keberadaan usaha itu mampu memberi manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.

Dan pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, melalui dukungannya terhadap kegiatan Kurban Wanita Islam Provinsi Bali, pesan itu terasa nyata di Pantai Selabih: bahwa ruang usaha dapat menjadi ruang berbagi, ruang persaudaraan, sekaligus ruang pengabdian bagi masyarakat.

Di tepi pantai barat Bali, di antara debur ombak dan semangat berbagi, Warung Pantai Selabih membuktikan bahwa bisnis dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama.

  (AMBAR) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'