Melampaui Batas dengan Cinta dan Syukur
Melampaui Batas dengan Cinta dan Syukur
Sambutan Ir. Hj. Nimmi Gulam pada Peringatan Ulang Tahun dan Pengukuhan Program Wirausaha Inspiratif
Oleh: RAYD
Suasana haru dan penuh makna menyelimuti peringatan ulang tahun sekaligus pengukuhan program wirausaha terpilih yang diselenggarakan dalam semangat kebersamaan dan kebermanfaatan. Pada momentum istimewa ini, Ir. Hj. Nimmi Gulam tampil menyampaikan sambutan yang tidak hanya menggugah pikiran, tetapi juga menyentuh relung hati para hadirin.
Mengawali sambutannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menundukkan hati dalam rasa syukur kepada Allah SWT. Sebab, menurutnya, seluruh perjalanan, capaian, dan pertemuan hari itu bukanlah semata hasil kerja manusia, melainkan buah dari keikhlasan dan izin Ilahi.
“Apa yang kita rayakan hari ini bukan hanya ulang tahun, tetapi perjalanan nilai—tentang memberi, berbagi, dan bertumbuh bersama,” tuturnya.
Dari Krisis Menuju Kepedulian
Ir. Hj. Nimmi Gulam menuturkan bahwa NAT Tea lahir pada tahun 2020, di tengah badai pandemi COVID-19. Saat banyak pihak terpuruk, justru tumbuh kesadaran untuk berbagi dan membantu masyarakat. Dari situlah lahir gerakan yang berangkat dari kepedulian, bukan sekadar kepentingan bisnis.
Teh kemudian dipilih bukan tanpa makna. Ia adalah simbol kesederhanaan, ketenangan, dan kesehatan—warisan budaya yang telah mengakar dalam kehidupan bangsa. Teh mengajarkan manusia untuk tidak tergesa, tidak berlebihan, dan tidak merusak, tetapi cukup diseduh dengan sabar agar memberi kekuatan dan ketenangan.
“Kesederhanaan itulah yang menjaga jiwa, terutama bagi generasi muda yang hari ini hidup dalam tekanan zaman,” ujar beliau.
Penghargaan sebagai Tanda Cinta
Dalam rangkaian acara tersebut, NAT Tea berkolaborasi dengan sekolah dan yayasan menggelar pembagian “Tanda Cinta”—sebuah bentuk penghargaan yang sarat makna, bukan sekadar seremoni.
Manajemen NAT Tea memberikan apresiasi kepada:
-
Para direktur dan reseller yang setia berjuang dan bertumbuh bersama,
-
Para siswa aktif dalam kelas kewirausahaan,
-
Siswa-siswa yang menunjukkan perubahan luar biasa—dari pribadi pendiam menjadi berani tampil dan berbicara,
-
Siswa inspiratif yang memberi teladan bagi teman-temannya,
-
Para guru yang dengan sabar membimbing dan mendampingi,
-
Serta kepada Yayasan Khalifa Nusantara, dari Ketua hingga Sekretaris, yang konsisten mendukung pendidikan dan pembinaan karakter.
Setiap penghargaan diberikan sesuai dengan kontribusi nyata masing-masing, sebagai bentuk pengakuan atas proses, ketekunan, dan ketulusan.
“Kami ingin setiap orang merasa dihargai, karena perubahan sekecil apa pun layak diapresiasi,” ungkap Ir. Hj. Nimmi Gulam.
Berbagi sebagai Wujud Syukur
Seluruh rangkaian kegiatan—mulai dari pelatihan, pengukuhan program, hingga pemberian penghargaan—sepenuhnya dibiayai oleh manajemen NAT Tea. Bukan sebagai bentuk pamer keberhasilan, melainkan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan kepercayaan yang telah diberikan.
Berbagi, menurut beliau, adalah cara terbaik untuk menjaga keberkahan dan menumbuhkan manfaat yang berkelanjutan.
Prosesi Simbolik Penuh Makna
Momen emosional terasa semakin kuat ketika Ir. Hj. Nimmi Gulam melakukan pemotongan kue ulang tahun, yang secara simbolis diberikan kepada Ketua Yayasan Khalifa Nusantara, Ibu Puji, sebagai tanda penghormatan dan rasa terima kasih atas sinergi yang telah terjalin.
Rangkaian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, sebuah tradisi syukur Nusantara yang sarat makna spiritual. Dengan penuh kasih, Ir. Hj. Nimmi Gulam menyuapkan potongan tumpeng kepada suami tercinta dan ibunda tercinta, sebagai simbol bakti, doa, dan penghormatan kepada keluarga—akar dari setiap kekuatan dan perjalanan hidup.
Momen ini menjadi penegas bahwa kesuksesan sejati tidak pernah berdiri sendiri; ia lahir dari doa, dukungan, dan cinta orang-orang terdekat.
Melampaui Batas, Menuju Puncak Kemanusiaan
Mengusung tema “Beyond The Limit – Toward The Summit”, Ir. Hj. Nimmi Gulam mengajak seluruh peserta untuk melampaui batas, bukan hanya dalam pencapaian, tetapi dalam kemanusiaan.
“Melampaui batas berarti menjadi lebih berani untuk memberi, lebih ikhlas untuk berbagi, dan lebih kuat untuk menginspirasi.”
Acara pun ditutup dengan optimisme dan doa, bahwa program kewirausahaan ini akan terus melahirkan insan-insan mandiri, berkarakter, dan berjiwa sosial—sebuah warisan nilai yang jauh lebih abadi daripada sekadar angka dan pencapaian.



