Detail Artikel

Membangun Masa Depan Pemuda Muslim: Sambutan H. Imam, Ketua FPSI

Membangun Masa Depan Pemuda Muslim: Sambutan H. Imam, Ketua FPSI

ITB STIKOM, 17 Maret 2025 – Pukul 16.30 hingga Buka Puasa

Di tengah semilir angin sore yang membawa keberkahan Ramadan, Aula ITB STIKOM Bali menjadi saksi sebuah pertemuan penting bagi masa depan pemuda Muslim di Bali. Sebuah inisiatif besar, yang digagas oleh Forum Pemuda Muslim Bali (FPSI) bekerja sama dengan MBC, menjadi langkah nyata dalam upaya membuka peluang pendidikan dan pengembangan bagi generasi muda Muslim. Dalam suasana penuh semangat, Ketua FPSI, H. Imam, menyampaikan sambutan yang menggugah hati dan membakar semangat perubahan.

Kepedulian Terhadap Kampung Islam: Sebuah Tanggung Jawab Bersama

“Bali bukan hanya milik wisata dan pariwisata. Di setiap sudutnya, ada kampung-kampung Islam yang menjadi rumah bagi saudara-saudara kita. Mereka memiliki harapan, impian, dan masa depan yang harus kita jaga,” ujar H. Imam dengan penuh semangat

Kepedulian terhadap perkembangan kampung Islam bukan hanya tugas segelintir orang, tetapi tanggung jawab kita bersama. FPSI berkomitmen untuk hadir sebagai jembatan perubahan, menghubungkan harapan dengan kenyataan, dan memastikan bahwa pemuda Muslim Bali memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan maju.

Pendidikan: Investasi Sepanjang Hayat

Dalam sambutannya, H. Imam menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga investasi sepanjang hidup. Dengan adanya program FPSI yang menjalin kerjasama dengan MBC, kini anak-anak Muslim di Bali memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, bahkan mendapatkan pengalaman internasional melalui program kuliah dan magang ke Jepang.

“Kita tidak boleh membiarkan keterbatasan ekonomi menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk menuntut ilmu. Pendidikan adalah kunci peradaban, dan kita semua bertanggung jawab untuk membukakan pintu-pintu ilmu bagi mereka,” tambahnya.

Museum Pendidikan Islam: Menjaga Sejarah, Membangun Masa Depan

FPSI juga tengah menggagas program pendidikan berbasis museum yang akan menjadi pusat literasi sejarah dan keislaman di Bali. Ini bukan sekadar ruang pameran, tetapi sebuah sarana pembelajaran interaktif yang akan memperkenalkan perjalanan Islam di Nusantara, khususnya di Bali.

“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk menjadi inspirasi bagi masa depan. Jika kita tidak mengenal akar kita, bagaimana kita bisa tumbuh dan berkembang?” kata H. Imam dengan penuh keyakinan.

Kolaborasi dengan Ormas Islam: Menyatukan Kekuatan, Mewujudkan Perubahan

Agar program ini berjalan dengan maksimal, FPSI tidak bisa bergerak sendiri. Oleh karena itu, kemitraan dengan berbagai organisasi masyarakat Islam (Ormas Islam) menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa data dan informasi tetap valid serta program dapat berjalan dengan efektif.

“Kita harus bergerak bersama. Bukan hanya FPSI, bukan hanya MBC, tetapi seluruh elemen umat Islam harus bersatu. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa menciptakan dampak yang lebih besar,” tegasnya.

Saatnya Bergerak, Saatnya Berubah

Sambutan H. Imam diakhiri dengan seruan penuh motivasi, “Kita bukan hanya berbicara tentang hari ini, tetapi tentang masa depan. Kita tidak sekadar membuat program, tetapi membangun peradaban. Ini bukan kerja satu atau dua tahun, tetapi kerja sepanjang hayat. Mari kita jadikan ini sebagai momentum kebangkitan pemuda Muslim di Bali!”

Dengan tepuk tangan meriah dari hadirin, acara pun berlanjut hingga waktu berbuka puasa tiba. Harapan dan semangat membangun generasi unggul semakin terasa di setiap percakapan dan diskusi yang berlangsung di meja-meja makan. FPSI dan MBC kini siap melangkah lebih jauh, membawa perubahan nyata bagi pemuda Muslim Bali.( Raden Alit)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'