Memimpin Diri Sendiri: Langkah Pertama Menuju Perubahan Dunia
Memimpin Diri Sendiri: Langkah Pertama Menuju Perubahan Dunia
Dulu aku pernah bermimpi mengubah dunia. Aku pikir, jika aku bisa bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, aku bisa menghentikan perang, menghapus penjajahan, dan membawa perdamaian. Nyatanya, dunia tetap kacau. Peperangan terus berkecamuk, ketidakadilan merajalela. Aku pun mundur.
Kemudian, aku ingin mengubah Indonesia. Aku masuk ke partai, mengejar jabatan, bahkan mencurinya jika perlu. Tapi harga cabai tetap melonjak, gas masih sulit didapat, minyak goreng malah dibuang ke laut. Masalah sosial tak kunjung selesai. Lagi-lagi aku kecewa, dan pulang kampung.
Namun di kampung, pemandangannya lebih miris. Jalanan hancur, ada yang menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes. Bahkan ada yang merusak jalan sumbangannya sendiri hanya karena tak terpilih sebagai anggota dewan. Aku pun menyerah.
Sampai suatu hari, aku membaca sebuah buku: "Memimpin dengan Efektif: Praktek Sederhana, Hasil Luar Biasa."
Bukan teori dari para ahli, bukan saduran dari jurnal kepemimpinan, tapi pengalaman nyata dari seseorang yang telah 30 tahun memimpin usaha dan orang-orang di sekitarnya.
Dan yang mengejutkan, buku itu tidak memulai dengan strategi politik, teknik negosiasi, atau cara berpidato yang memukau. Buku itu dimulai dengan satu hal sederhana: memimpin diri sendiri.
Memimpin Diri Sendiri: Kunci Perubahan
Aku teringat satu ayat Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Semua masalah yang kulihat di dunia, di negeri ini, di kampungku—ternyata semuanya bermula dari satu hal: manusia yang tidak mampu memimpin dirinya sendiri.
Rasulullah juga pernah bersabda:
"Pemimpin yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya."
(HR. Tirmidzi)
Aku sadar. Sebelum aku mengubah dunia, aku harus mengubah diriku. Sebelum aku memperbaiki bangsa, aku harus memperbaiki keluarga. Sebelum aku bisa memimpin siapa pun, aku harus mampu memimpin diriku sendiri.
Dari Diri Sendiri ke Dunia
Aku pun mulai dari yang sederhana.
- Bangun pagi lebih awal. Kalau aku tidak bisa menaklukkan rasa malas sendiri, bagaimana bisa aku menaklukkan masalah dunia?
- Disiplin dalam pekerjaan. Kalau aku tidak bisa berkomitmen pada tugas kecil, bagaimana bisa aku dipercaya untuk tugas besar?
- Mengelola emosi. Jika aku masih gampang marah karena hal kecil, bagaimana aku bisa memimpin orang dengan bijak?
- Belajar dan berkembang. Jika aku berhenti belajar, bagaimana aku bisa menjadi pemimpin yang lebih baik?
Dari sini aku paham, bahwa perubahan besar bukan dimulai dari panggung politik, bukan dari orasi hebat di depan massa, tapi dari satu langkah kecil: menguasai diri sendiri.
Dan jika aku bisa melakukannya, kelak aku akan bisa mengubah keluargaku.
Jika keluargaku berubah, masyarakatku akan ikut berubah.
Jika masyarakatku berubah, negaraku bisa lebih baik.
Dan siapa tahu, suatu saat, dunia bisa ikut berubah.
Perjalananku baru dimulai.
Bersambung…
Pertanyaannya: Sudahkah kita memimpin diri kita sendiri sebelum ingin mengubah dunia? (Raden Alit)



