Detail Artikel

Menghidupkan Tradisi, Menguatkan Persaudaraan: Pesan Kemenag dalam Halal Bihalal ICMI Bali

Menghidupkan Tradisi, Menguatkan Persaudaraan: Pesan Kemenag dalam Halal Bihalal ICMI Bali

Denpasar — Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh ICMI Organisasi Wilayah Bali di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Bali. Dalam kesempatan tersebut, sambutan mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali disampaikan oleh H. Aminullah, S.Ag., yang menegaskan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi sebagai fondasi kekuatan umat.

Mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur, H. Aminullah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dan intelektual Muslim di Bali. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Kanwil Kemenag Bali yang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

“Kami menyampaikan salam dan penghormatan dari pimpinan. Semoga pertemuan ini tetap membawa keberkahan dan tidak mengurangi makna dari kebersamaan yang kita bangun hari ini,” ujarnya.

Halal Bihalal sebagai Tradisi Kultural dan Spiritual

Dalam paparannya, H. Aminullah mengulas bahwa Halal Bihalal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tradisi khas Indonesia yang memiliki akar historis dan nilai sosial yang kuat. Ia menyinggung bagaimana praktik ini telah berkembang sejak awal abad ke-20 dan kemudian diperkuat sebagai tradisi nasional pasca kemerdekaan.

“Halal Bihalal adalah inovasi budaya umat Islam Indonesia. Ia melampaui sekadar silaturahmi biasa, karena di dalamnya terkandung semangat saling memaafkan, mempererat ukhuwah, dan memperkuat harmoni sosial,” jelasnya.

Menurutnya, momentum ini menjadi ruang refleksi setelah menjalani ibadah Ramadan, sekaligus titik awal untuk membangun kembali relasi yang mungkin sempat renggang.

Memperkuat Ukhuwah dan Sinergi Organisasi

Lebih jauh, H. Aminullah menekankan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antaranggota organisasi, khususnya dalam konteks keluarga besar ICMI Bali. Ia berharap suasana kebersamaan yang terbangun dapat menjadi energi kolektif dalam menjalankan program-program ke depan.

“Silaturahmi bukan hanya memperpanjang usia dalam makna spiritual, tetapi juga memperluas jaringan kebaikan. Dari sinilah lahir kolaborasi, sinergi, dan kekuatan bersama untuk membangun umat,” ungkapnya.

Ia juga mengaitkan Halal Bihalal sebagai manifestasi dari keberhasilan menjalani ibadah Ramadan, yang tidak berhenti pada ritual, tetapi berlanjut dalam kehidupan sosial yang lebih harmonis dan produktif.

Apresiasi dan Harapan

Menutup sambutannya, H. Aminullah menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan di lingkungan Kementerian Agama. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan dalam pelaksanaan, seraya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, membawa manfaat, dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat persatuan umat,” tutupnya.

Dengan pesan yang sarat makna tersebut, sambutan Kementerian Agama menjadi pengingat bahwa tradisi Halal Bihalal bukan hanya warisan budaya, tetapi juga instrumen penting dalam merawat kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. (RAYD)

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'