Detail Artikel

Menguatkan Jejak Keilmuan dan Aksi Sosial: Dr. Abiza Paparkan Agenda Strategis CIDES Bali 2025–2026

Menguatkan Jejak Keilmuan dan Aksi Sosial: Dr. Abiza Paparkan Agenda Strategis CIDES Bali 2025–2026

Denpasar — Dalam forum evaluasi dan perencanaan program organisasi, program kerja Center for Information and Development Studies (CIDES) Bali dipaparkan secara komprehensif oleh Dr. Abiza, mewakili Ketua CIDES Bali, Prof. Nuryanto. Penyampaian tersebut menegaskan posisi CIDES sebagai motor penggerak kajian strategis, advokasi kebijakan, serta penguatan literasi sejarah dan ekonomi umat di Bali.

Dr. Abiza menjelaskan bahwa sepanjang 2025 hingga 2026, CIDES Bali bergerak dalam kerangka konsolidasi kelembagaan sekaligus ekspansi program berbasis riset dan kolaborasi.

Evaluasi Wilayah dan Penyusunan Sejarah Islam Bali

Salah satu capaian penting pada awal 2025 adalah pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah CIDES Bali. Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi kegiatan, tetapi juga ruang perumusan arah strategis ke depan.

Dari forum itu lahir program penyusunan buku sejarah masuknya Islam di Bali, dengan fokus awal pada wilayah Klungkung. Inisiatif ini dipandang penting untuk memperkaya literatur sejarah Islam lokal sekaligus meredam perdebatan yang kerap muncul akibat minimnya dokumentasi ilmiah yang komprehensif.

Selain itu, CIDES Bali juga aktif dalam pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Dalam konteks Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Bali memiliki beberapa entitas aktif, termasuk LPH Komunitas Bali, Muslimat, Sukovinud, serta LPH CIDES HMI Bali. Kehadiran LPH CIDES dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas akses sertifikasi halal yang kredibel dan terstruktur.

Bedah Buku dan Penguatan Diskursus Ilmiah

CIDES Bali juga berkolaborasi dengan HMI Bali dalam penyelenggaraan bedah buku, termasuk karya-karya yang ditulis oleh para akademisi dan pengurus. Forum-forum tersebut menjadi ruang dialektika intelektual sekaligus penguatan tradisi literasi di lingkungan organisasi.

Menurut Dr. Abiza, peningkatan partisipasi anggota dalam diskusi ilmiah menjadi salah satu fokus utama. Targetnya adalah tersusunnya bahan kajian yang dapat menjadi rujukan resmi organisasi, sekaligus memperkuat komunikasi lintas bidang.

Program rutin seperti Safari Ramadan, diskusi tematik, dan bedah buku akan terus digelar sebagai bagian dari penguatan kultur akademik.

Tantangan dan Konsolidasi Internal

Di balik capaian tersebut, CIDES Bali menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan waktu pengurus yang memiliki kesibukan profesional tinggi menjadi salah satu kendala utama. Meski demikian, koordinasi tetap berjalan melalui platform digital dan komunikasi daring yang intensif.

Tantangan lain adalah belum optimalnya sistem dokumentasi dan publikasi hasil kajian. Untuk itu, penguatan dokumentasi dan publikasi digital menjadi prioritas pada periode mendatang.

Roadmap, Policy Brief, dan Kolaborasi Riset

Memasuki 2026, CIDES Bali menyiapkan lima agenda strategis.

Pertama, penyusunan roadmap organisasi sebagai panduan jangka menengah dan panjang.
Kedua, penerbitan policy brief atau naskah akademik sederhana terkait isu-isu strategis daerah dan nasional.
Ketiga, penguatan sistem dokumentasi dan publikasi digital.
Keempat, penyelenggaraan diskusi rutin minimal satu kali dalam sebulan.
Kelima, kolaborasi riset dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Salah satu kolaborasi yang tengah berjalan adalah penelitian distribusi pupuk nasional bersama CIDES Pusat. Proposal penelitian tersebut telah diajukan ke BRIN dan dijadwalkan untuk dipresentasikan pada 13 Maret. Riset ini diharapkan dapat memberi kontribusi nyata terhadap perbaikan tata kelola distribusi pupuk di Indonesia.

Podcast Sejarah Islam dan Ekspansi Literasi Digital

Dalam rangka memperluas jangkauan edukasi publik, CIDES Bali juga menyiapkan program podcast serial tentang pelurusan sejarah Islam di sejumlah kabupaten, seperti Karangasem, Jembrana, dan Gianyar. Program ini akan menghadirkan tokoh dan akademisi sebagai narasumber guna memberikan perspektif berbasis data dan kajian ilmiah.

Podcast tersebut melanjutkan program siar Ramadan yang telah berjalan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Penguatan Pendamping Halal dan Asesor

Pada 2026, CIDES Bali juga menargetkan perekrutan pendamping halal baru serta peningkatan kapasitas mereka menjadi asesor atau auditor. Langkah ini dipandang strategis mengingat kebutuhan layanan sertifikasi halal di Bali terus meningkat.

Melalui keseluruhan program tersebut, Dr. Abiza menegaskan bahwa CIDES Bali tidak hanya berperan sebagai pusat kajian, tetapi juga sebagai simpul aksi yang menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Kerja-kerja intelektual harus berdampak. Kajian harus melahirkan rekomendasi, dan rekomendasi harus bermuara pada perubahan,” tegasnya.

Dengan arah yang terstruktur dan semangat kolaboratif, CIDES Bali menapaki 2026 sebagai fase konsolidasi keilmuan sekaligus ekspansi peran sosial yang lebih luas.(RAYD)  Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'