Mengubah Mindset, Menguatkan Umat: Inspirasi Kewirausahaan dari Hj. Nimmi Gulam di Bundo Kanduang
Mengubah Mindset, Menguatkan Umat: Inspirasi Kewirausahaan dari Hj. Nimmi Gulam di Bundo Kanduang
Denpasar — Senin pagi, 23 Februari 2026, Restaurant Bundo Kanduang di Jl. Yos Sudarso No. 4, Dauh Puri – Denpasar, menjadi ruang pertemuan gagasan, pengalaman, dan tekad perubahan. Tepat pukul 10.00 WITA, kegiatan edukasi kewirausahaan bertajuk “Mindset & Mental Wirausaha” digelar dalam semangat Berkah Ramadhan — menghadirkan energi baru bagi para pelaku UMKM dan pengusaha senior di Bali.
Acara yang diinisiasi dalam kolaborasi LazisMi ICMI Bali bersama jejaring pemberdayaan UMKM ini menghadirkan narasumber nasional, Ir. Hj. Nimmi Gulam, CSEP, pendamping dan pembina industri UMKM tingkat nasional. Sosok yang dikenal luas karena konsistensinya membina pelaku usaha kecil hingga menengah agar naik kelas secara sistematis dan berkelanjutan.
Namun pagi itu, yang hadir bukan hanya pelaku UMKM pemula. Deretan pengusaha senior Bali turut memenuhi ruangan — mereka datang bukan untuk mengajar, tetapi untuk belajar kembali.
Pengusaha Senior, Semangat Belajar Tanpa Batas
Di antara yang hadir adalah Hj. Astuti Dama, owner Sekolah Taman Pendidikan 45 Bali, pemilik beberapa money changer di Bali, serta sejumlah LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan). Sosok pengusaha perempuan tangguh yang telah lama malang melintang di dunia pendidikan dan jasa keuangan.
Turut hadir pula Hj. Tia Tata, pengusaha Blesstea Renon bersama Dina, membawa semangat industri kreatif berbasis minuman herbal modern yang berkembang di kalangan milenial.
Ruang itu juga dihangatkan kehadiran Bunda Rita, pengusaha cookies yang juga dikenal sebagai penyanyi nasional, serta Miss Amalia yang aktif di berbagai kegiatan sosial dan edukatif.
Tak ketinggalan Bunda Rahma, aktivis sosial dan penggerak komunitas, serta penyiar kondang Bunda Ambarawati dari Megantara Radio yang turut menyemarakkan suasana dengan energi komunikatifnya.
Mereka semua datang dengan satu kesamaan: ingin meng-upgrade mindset.
Mindset Adalah Fondasi, Bukan Sekadar Strategi
Dalam pemaparannya, Hj. Nimmi Gulam menegaskan bahwa persoalan utama dalam dunia usaha bukan sekadar modal, lokasi, atau produk — tetapi pola pikir.
“Banyak usaha tidak gagal karena produk jelek,” tegasnya, “tetapi karena mentalnya belum siap naik kelas.”
Ia mengajak para peserta memahami bahwa wirausaha bukan sekadar berdagang, melainkan membangun sistem. Bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi menciptakan keberlanjutan. Mindset bertumbuh (growth mindset) menjadi fondasi utama.
Dengan gaya penyampaian yang lugas, tegas, namun penuh empati, Hj. Nimmi memaparkan pentingnya:
-
Ketahanan mental dalam menghadapi fluktuasi pasar
-
Kemampuan membaca peluang berbasis data
-
Kolaborasi sebagai kekuatan, bukan kompetisi semata
-
Integritas dan keberkahan dalam usaha
Beberapa peserta terlihat mencatat serius. Beberapa lainnya sesekali mengangguk, seolah menemukan jawaban atas kegelisahan yang selama ini mereka rasakan.
Dari Pengalaman ke Pencerahan
Diskusi berlangsung hidup. Para pengusaha senior yang telah memiliki jaringan dan aset justru aktif bertanya. Mereka menyadari bahwa perubahan zaman menuntut perubahan cara berpikir.
Hj. Astuti Dama, misalnya, menyoroti pentingnya adaptasi di era digital. Sementara Hj. Tia Tata berbagi tantangan branding produk lokal agar mampu bersaing dengan pasar nasional.
Dalam forum itu tidak ada sekat senior-junior. Semua duduk sejajar sebagai pembelajar.
Dan di situlah kekuatan kegiatan ini terasa: ia bukan seminar formal yang selesai dalam dua jam, melainkan ruang refleksi kolektif.
Kewirausahaan sebagai Gerakan Pemberdayaan
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari visi besar pemberdayaan UMKM yang digerakkan LazisMi ICMI Bali dan jejaring kolaborasi. Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah ritual, tetapi juga momentum penguatan ekonomi umat.
Jika sebelumnya kegiatan santunan dan edukasi spiritual digelar, maka pelatihan kewirausahaan ini menjadi ikhtiar konkret membangun kemandirian.
Sebab zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif — tetapi harus bergerak menuju produktif.
“UMKM yang kuat adalah tulang punggung umat,” ujar salah satu panitia. “Dan mindset adalah pondasinya.”
Ilmu yang Dibawa Pulang
Menjelang siang, sesi ditutup dengan foto bersama dan komitmen untuk membangun forum diskusi lanjutan. Namun yang lebih penting, setiap peserta membawa pulang sesuatu yang tak terlihat: kesadaran baru.
Bahwa sukses bukan titik akhir.
Bahwa pengalaman panjang tidak berarti berhenti belajar.
Bahwa perubahan selalu dimulai dari cara berpikir.
Restaurant Bundo Kanduang pagi itu bukan sekadar tempat makan. Ia menjelma menjadi ruang transformasi.
Dan dari ruangan itulah lahir harapan:
Para pengusaha Bali tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga secara mental dan spiritual.
Karena ketika mindset diperbaiki, keberkahan akan mengikut (RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA
SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



