Detail Artikel

MENJAHIT MASA DEPAN DARI BALI: IKHTIAR PENDIDIKAN DI TENGAH ARUS GLOBAL

MENJAHIT MASA DEPAN DARI BALI: IKHTIAR PENDIDIKAN DI TENGAH ARUS GLOBAL

SUARAUMAT.ID — Di tengah gelombang globalisasi yang tak pernah surut dan arus digitalisasi yang kian deras, pendidikan menjelma menjadi lebih dari sekadar ruang belajar. Ia adalah poros peradaban—tempat masa depan dirancang, ditempa, dan diarahkan dengan kesadaran penuh akan perubahan zaman. Dari Bali, ikhtiar itu menemukan bentuknya.

Dalam perbincangan bersama Radio Megantara Bali, Dr. Dadang menghadirkan lanskap pendidikan yang tidak lagi sempit dalam batas institusi, melainkan melebar menjadi sebuah ekosistem yang hidup dan terus bertumbuh. Ia tidak sekadar membangun kampus, tetapi merajut jaringan harapan bagi masa depan generasi.

Saat ini, ITB STIKOM Bali berdiri dengan tiga kampus utama—Renon, Jimbaran, dan Abiansemal—yang menjadi simpul-simpul pengetahuan di tengah dinamika masyarakat Bali. Di dalamnya, lebih dari 6.500 mahasiswa ditempa dalam disiplin ilmu dan karakter, sementara lebih dari 11.500 alumni telah menyebar, menapaki lintasan hidup di berbagai penjuru dunia.

Namun, angka-angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah jejak dari sebuah proses panjang: proses memanusiakan manusia melalui pendidikan.

Bagi Dr. Dadang, kekuatan utama terletak pada bidang teknologi informasi yang digeluti. Ia melihat IT bukan sekadar disiplin ilmu, melainkan bahasa baru peradaban. Sebuah bidang yang lentur, menembus batas-batas sektor, dan membuka peluang tanpa sekat.

“IT bisa masuk ke pariwisata, kesehatan, perbankan, telekomunikasi, pertanian, hingga sektor pemerintahan,” ungkapnya.

Dalam fleksibilitas itulah tersimpan potensi besar. Lulusan teknologi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang. Mereka tidak sekadar mengikuti arus, tetapi memiliki kemampuan untuk membentuk arus itu sendiri.

Namun, ikhtiar ini tidak berhenti di perguruan tinggi. Dalam kerangka yang lebih luas, pendidikan dipandang sebagai perjalanan panjang yang harus dimulai sejak dini. Melalui tujuh SMK TI Bali Global yang tersebar di berbagai wilayah, benih-benih literasi teknologi ditanamkan sejak tingkat menengah.

Langkah ini diperkuat dengan kehadiran lembaga vokasi seperti Politeknik Ganesha Guru dan Politeknik Nasional, yang berfokus pada keterampilan praktis. Di sinilah pendidikan tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi realitas.

Lebih jauh, lembaga pelatihan kerja (LPK) menjadi jembatan menuju dunia global. Program magang dan kerja ke luar negeri membuka cakrawala baru bagi generasi muda Bali—membawa mereka keluar dari batas geografis menuju pengalaman internasional yang membentuk daya saing.

Konsep yang diusung sederhana namun visioner: mengawinkan pendidikan dengan pengalaman nyata.

Kuliah tidak lagi dipisahkan dari dunia kerja. Keduanya berjalan beriringan, saling menguatkan. Mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga dengan pengalaman, keterampilan, dan kesiapan menghadapi dunia yang sesungguhnya.

Semua upaya ini bermuara pada satu tujuan besar:
agar generasi muda tidak tertinggal dalam pusaran peradaban global.

Apa yang dibangun bukan sekadar institusi, melainkan jalan. Jalan yang memungkinkan siapa pun—tanpa memandang latar belakang—untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Jalan yang menghadirkan kesempatan, bukan sekadar harapan.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di Bali. Pendidikan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang menentukan arah bangsa.

Dan di tengah perubahan yang tak terelakkan, satu kesadaran menjadi semakin terang:
masa depan tidak datang dengan sendirinya—ia harus dijemput, disiapkan, dan diperjuangkan.

Dari ruang-ruang kelas di Bali, dari percakapan-percakapan sederhana yang sarat makna, dari langkah-langkah yang mungkin tampak kecil namun konsisten—lahirlah generasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menghadapi dunia.

Sebuah ikhtiar yang senyap, namun berdampak. Sebuah kerja panjang yang tidak selalu terlihat, tetapi menentukan arah masa depan.(RAYD)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'