“Menjahit Silaturahmi, Menguatkan Peradaban: Halal Bihalal ICMI Bali dan Penutup Silakwil dalam Satu Nafas Kebersamaan”
“Menjahit Silaturahmi,
Menguatkan Peradaban: Halal Bihalal ICMI Bali dan Penutup Silakwil dalam Satu
Nafas Kebersamaan”
Denpasar — Keluarga besar Ikatan
Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Bali menggelar Halal
Bihalal yang dirangkaikan dengan pembubaran panitia Silaturahmi Kerja Wilayah
(Silakwil), Kamis, 30 April 2026, di lingkungan Kantor Kementerian Agama Provinsi
Bali. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WITA ini menjadi
momentum penting: bukan sekadar pertemuan tahunan, tetapi ruang konsolidasi,
refleksi, dan peneguhan arah organisasi ke depan.
Mengusung semangat silaturahmi
sebagai fondasi iman, ilmu, dan integritas, acara ini menghadirkan suasana yang
hangat sekaligus reflektif. Para pengurus, anggota, serta perwakilan organisasi
daerah (Orda) dan badan otonom (Baton) dari seluruh Bali hadir, menegaskan
bahwa ICMI adalah ruang temu gagasan dan pengabdian lintas generasi.
Alur Acara:
Dari Khidmat Menuju Keakraban
Kegiatan diawali dengan
registrasi peserta dan pelaksanaan salat Asar berjamaah. Memasuki sesi utama,
acara dibuka secara resmi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne ICMI—sebuah simbol
bahwa spiritualitas dan nasionalisme berjalan beriringan dalam tubuh organisasi
ini.
Rangkaian kemudian berlanjut
dengan sambutan-sambutan, doa bersama, serta penyampaian laporan
pertanggungjawaban (LPJ) panitia Silakwil dan program Ramadhan Berkah 1447 H.
Momentum ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas kepanitiaan—sebuah
transisi penting dari fase kerja menuju penguatan program strategis berikutnya.
Acara semakin hidup dengan sesi
tasyakuran, refleksi capaian (life achievement), serta hiburan yang
dikemas dalam suasana kekeluargaan. Puncaknya adalah tausiah dan prosesi Halal
Bihalal—inti dari keseluruhan pertemuan yang mengikat kembali hati-hati yang
sempat berjeda oleh kesibukan.
Sambutan
yang Mengikat Makna
Dalam sambutannya, perwakilan
Kementerian Agama Provinsi Bali menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar
tradisi, melainkan inovasi budaya umat Islam Indonesia yang telah mengakar
sejak awal kemerdekaan.
“Halal Bihalal adalah jembatan
persaudaraan—menguatkan hubungan sosial sekaligus spiritual dalam kehidupan
berbangsa,” menjadi
pesan yang menggarisbawahi pentingnya kegiatan ini.
Ketua Panitia, Dr. Agus
Samijaya, S.H., M.H., menghadirkan refleksi yang jujur dan membumi. Ia
mengungkap bahwa di tengah keraguan awal terkait tingkat kehadiran, justru
antusiasme peserta melampaui ekspektasi.
“Di tengah kesibukan hari kerja,
kehadiran Bapak dan Ibu adalah bukti bahwa kebersamaan ini lebih kuat dari
rutinitas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian
konkret, termasuk santunan kepada 78 guru agama dengan nilai signifikan, serta
keberhasilan kegiatan yang tidak membebani organisasi, bahkan menghadirkan
dukungan baru bagi keberlanjutan program.
“Ketika niat baik dijalankan
bersama, hasilnya selalu melampaui rencana,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua ICMI Orwil
Bali, Ir. Farida Hanum, M.Si., menyampaikan sambutan yang sarat visi dan
refleksi. Ia menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada
program, tetapi pada nilai yang dijaga bersama.
“Tidak cukup hanya hati yang
bersih. Kita harus meneguhkan iman, memperkaya ilmu, dan menjaga identitas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya
kebersamaan sebagai fondasi utama keberhasilan.
“Apa yang kita capai hari ini
adalah buah dari keikhlasan dan rasa memiliki,” ungkapnya, mengajak seluruh
anggota untuk terus bergerak dalam satu irama.
Momen
Reflektif: Penghargaan dan Energi Kehidupan
Salah satu bagian paling
menyentuh adalah penganugerahan Lifetime Achievement kepada tokoh-tokoh
senior. Dalam sambutan yang diwakili oleh Rully Sori Pada, tersampaikan pesan
sederhana namun mendalam tentang makna hidup dan pengabdian.
“Yang harus kita pegang adalah
kepercayaan dan amal nyata,” ucapnya.
Ia kemudian mengajak seluruh
hadirin untuk menjaga semangat, yang disambut dengan seruan bersama yang
menggema di ruangan.
“Selama semangat masih ada,
pengabdian tidak pernah berakhir.”
Harmoni
Lintas Generasi
Kelancaran acara juga ditopang
oleh kepiawaian dua pembawa acara yang merepresentasikan harmoni lintas
generasi. Perpaduan gaya yang tenang dan penuh pengalaman dengan energi segar
yang komunikatif menghadirkan dinamika yang seimbang.
“Inilah wajah organisasi yang
hidup: ketika pengalaman dan semangat baru berjalan berdampingan.”
Penutup:
Dari Silaturahmi Menuju Arah Baru
Acara ditutup dengan ramah tamah
yang hangat—ruang di mana percakapan mengalir tanpa sekat, memperkuat ikatan
yang telah dibangun sepanjang kegiatan. Halal Bihalal ini bukan hanya penutup
dari rangkaian kegiatan, tetapi juga pembuka bagi langkah-langkah baru
organisasi.
“ICMI Bali menegaskan
komitmennya untuk menjaga harmoni, memperkuat jaringan intelektual, dan
menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.”
Sebagai laporan awal, kegiatan
ini memberikan gambaran utuh tentang bagaimana sebuah organisasi tidak hanya
bergerak melalui program, tetapi juga melalui nilai, kebersamaan, dan semangat
yang terus dijaga.
Detail lanjutan, termasuk
kutipan lengkap sambutan tokoh dan dinamika acara secara menyeluruh, akan
disajikan pada pembaruan berikutnya.(RAYD)



