Detail Artikel

Menua dengan Bahagia: Semangat Lantipda Gianyar dalam Kebersamaan dan Aktivitas”

Menua dengan Bahagia: Semangat Lantipda Gianyar dalam Kebersamaan dan Aktivitas”

Gianyar — Di balik suksesnya perhelatan HUT ke-1 Lantipda Kabupaten Gianyar, tersimpan cerita tentang ketekunan, kebersamaan, dan semangat yang dirawat sejak jauh hari. Hal ini terungkap dalam wawancara bersama Ketua Pelaksana, L. Raden Roro Retno Utami, yang dengan lugas menggambarkan perjalanan persiapan hingga terlaksananya kegiatan tersebut.

Dengan gaya santai namun penuh makna, ia mengungkapkan bahwa persiapan tidak dilakukan secara instan.

“Kalau persiapan, kami justru sudah mulai dari awal tahun. Karena anggota kami masih terbatas, jadi semuanya kami cicil dari jauh-jauh hari,” ujarnya.

Keterbatasan jumlah anggota tidak menjadi hambatan, melainkan justru memperkuat solidaritas. Dari sekitar 30 anggota terdaftar, hanya sekitar 15 orang yang aktif, namun mereka menjadi motor penggerak utama berbagai kegiatan.

“Yang aktif sekitar 15 orang, tapi kami rutin berkegiatan setiap minggu, seperti yoga dan bermain musik,” tambahnya.

Kegiatan HUT ini pun tidak berdiri sendiri. Lantipda Gianyar mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Lantip tingkat provinsi dan kabupaten lain di Bali, yang hadir dan berkolaborasi dalam perayaan tersebut.

“Kami banyak dibantu oleh Lantip Bali dan teman-teman dari kabupaten lain. Ini benar-benar kerja bersama,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, tantangan utama bukan pada teknis, melainkan pada penyesuaian waktu antar anggota yang memiliki latar belakang berbeda—sebagian masih aktif bekerja, sebagian telah memasuki masa pensiun.

“Kendalanya paling di waktu saja, karena kondisi anggota berbeda-beda. Tapi kami jalani semuanya dengan happy,” ungkapnya.

Dari sisi pendanaan, kegiatan ini mengusung semangat kemandirian.

“Kami punya prinsip: dari kita, untuk kita, oleh kita. Setiap anggota berkontribusi sesuai kemampuan, ditambah dukungan donatur,” katanya.

Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi refleksi tentang makna hidup di usia senja. Harapan ke depan pun sederhana namun kuat: tetap aktif, sehat, dan bahagia.

“Lantip itu lansia yang aktif. Kami ingin terus bergerak—olahraga, yoga, jalan pagi, dan kegiatan kebersamaan lainnya,” ujarnya.

Menutup wawancara, Roro Retno menyampaikan pesan yang menjadi inti filosofi Lantip:

“Menua itu pasti, tapi kita bisa memilih untuk tetap enjoy, aktif, dan gembira. Karena kebahagiaan adalah obat,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menjadi cerminan bahwa Lantipda bukan sekadar organisasi, melainkan ruang untuk merayakan hidup—dengan sehat, dengan bahagia, dan dengan kebersamaan.

Di tengah usia yang bertambah, semangat justru terus tumbuh—menjadikan hari tua bukan akhir, melainkan babak baru yang penuh makna. (RAYD & AMBAR)

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'