Menutup dengan Rasa: Penutup MPLS SMK Muhammadiyah Denpasar 2025, Antara Raga, Jiwa, dan Asa
Menutup dengan Rasa: Penutup MPLS SMK Muhammadiyah Denpasar 2025, Antara Raga, Jiwa, dan Asa
Denpasar, 26 Juli 2025 —
Hari ini bukan sekadar penanda akhir rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tetapi adalah titik tolak awal bagi para siswa baru SMK Muhammadiyah Denpasar untuk menapaki perjalanan hidup sebagai pelajar berkarakter, berakhlak, dan berdaya cipta.
Di bawah langit cerah pagi Denpasar, kegiatan penutupan kemaren 25 Juli digelar dalam nuansa kebersamaan dan olah rasa. Kegiatan dipusatkan di lapangan sekolah yang disulap menjadi ruang terbuka edukatif—di mana raga diajak bergerak, dan hati diajak merenung.
Outbond: Merangkai Tubuh dalam Irama Kebersamaan
Pagi itu dimulai dengan semangat, ketika siswa-siswa baru dibagi dalam kelompok untuk mengikuti rangkaian permainan outbond bertema team building. Permainan-permainan ringan namun sarat makna itu, dirancang bukan hanya untuk melatih fisik, tetapi untuk menyulam simpati yang kelak berbuah empati.
Olah raga dan olah rasa berpadu dalam harmoni, membentuk jalinan ukhuwah antara teman baru, kakak kelas, dan para pendidik.
Di tengah sorak dan tawa, tumbuh kesadaran: bahwa kehidupan di SMK bukan sekadar mengejar nilai, tapi juga menumbuhkan nilai-nilai.
Siraman Rohani:26 Juli 2026 Memurnikan Niat, Menguatkan Tekad
Tak hanya tubuh yang disentuh, jiwa pun diajak pulang ke asalnya. Dalam suasana khidmat, para siswa mendapatkan siraman rohani dan motivasi dari guru pembina, tentang makna perjalanan, pentingnya niat, dan hakikat menuntut ilmu dalam bingkai Islam.
Di sanalah, kecerdasan spiritual disentuh.
Ditanamkan keyakinan bahwa menjadi siswa Muhammadiyah berarti memikul amanah sebagai insan berilmu dan beradab. Bahwa sekolah ini bukan hanya tempat menimba keterampilan, tapi juga wadah untuk menempa keimanan.
Hidangan Jasmani: Rasa yang Dimasak dengan Cinta
Dan sebagai penutup yang menghangatkan, para siswa disambut dengan hidangan hasil karya teman-teman dari jurusan kuliner.
Soto ayam spesial dan soto daging berempah disajikan dalam kesederhanaan, namun dengan jiwa yang penuh cita rasa dan rasa cita.
Hidangan itu tidak hanya mengisi perut, tetapi menjadi energi simbolik—bahwa setiap potongan makanan adalah doa, setiap rempah adalah harapan, dan setiap sendok adalah pesan:
"Inilah kehidupan. Tidak selalu mewah, tapi harus penuh makna."
Dana mungkin terbatas, tetapi doa melimpah ruah.
Persiapan mungkin sederhana, tapi niat yang presisi menjadikannya istimewa.
Dari Penutupan ke Pembukaan
Saat siswa melangkah pulang ke rumah masing-masing, mereka tidak hanya membawa tas penuh materi, tapi juga hati yang telah dibasuh semangat baru. MPLS telah ditutup secara resmi, namun gerbang menjadi siswa SMK Muhammadiyah yang unggul kini terbuka lebar.
Semoga kebersamaan hari ini menjadi bahan bakar untuk perjalanan esok. Semoga dari simpati lahir empati. Dari keterampilan lahir kepekaan. Dari rasa, lahirlah makna.
Penulis: Chef Raden Alit SMK Muhammadiyah Denpasar
“Karena kami tidak hanya mendidik dengan tangan, tapi juga dengan hati.”



