Detail Artikel
- Tue, 24 Feb 2026
Menyambungkan UMKM ke Pasar Global: Strategi Ekonomi dan Pariwisata ICMI Bali di Bawah Komando Dr. H. Wahyu Handono
Menyambungkan UMKM ke Pasar Global: Strategi Ekonomi dan Pariwisata ICMI Bali di Bawah Komando Dr. H. Wahyu Handono
Denpasar — Di tengah keterbatasan waktu, Dr. H. Wahyu Handono menyampaikan laporan strategis yang memotret arah pengembangan sektor ekonomi, kewirausahaan, usaha, budaya, dan pariwisata. Tanpa membaca teks secara lengkap, ia memilih memaparkan poin-poin utama secara ringkas namun substansial.
Dalam struktur organisasi, terdapat dua bidang utama di bawah koordinasinya: Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan BISNI Bali serta Departemen Usaha, Budaya, dan Pariwisata.
Penguatan UMKM dan Ekosistem Bisnis 2025
Sepanjang 2025, Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan BISNI Bali merealisasikan lima agenda utama.
Pertama, pendampingan terhadap UMKM binaan sebagai bentuk komitmen pemberdayaan ekonomi umat.
Kedua, partisipasi dalam Silaknas ISMI pada 5–7 Desember 2026 sebagai ajang konsolidasi dan promosi jejaring bisnis nasional.
Ketiga, kehadiran dalam seminar bisnis di BIMS University.
Keempat, partisipasi dalam seminar ekonomi bertajuk Game Changer, juga di BIMS University.
Kelima, seminar “Cara Sukses Menjadi Pengusaha” yang disampaikan oleh Haji Pamungkas.
Selain kegiatan formal, dilakukan pula diskusi non-formal bersama komunitas WKM di Komet. Forum tersebut dihadiri oleh Dr. H. Wahyu Handono, Ketua, Dr. Adrit, Lajipito, dan Ismoyo. Meski berlangsung santai, perbincangan itu berfokus pada strategi konkret pemberdayaan UMKM ke depan, termasuk penguatan akses pasar dan kolaborasi lintas sektor.
Agenda Strategis 2026: Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini
Memasuki 2026, Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan menyiapkan empat program prioritas.
Pertama, seminar dan pelatihan bisnis dengan sasaran pelaku usaha aktif agar kapasitas manajerial dan daya saing meningkat.
Kedua, seminar penumbuhan jiwa kewirausahaan bagi Generasi Z, menyasar pelajar dan mahasiswa. Program ini dirancang selaras dengan agenda kaderisasi ISMI sehingga dapat terintegrasi dalam pelatihan kader.
Ketiga, seminar bisnis yang berorientasi pada konektivitas antara perbankan dan UMKM binaan, membuka akses pembiayaan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Keempat, penguatan teknis pelatihan yang akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama para ketua bidang.
Menurut Dr. H. Wahyu Handono, penguatan ekonomi umat tidak cukup pada motivasi, tetapi harus ditopang sistem pembiayaan, jejaring, dan literasi usaha yang memadai.
Kontribusi Usaha, Budaya, dan Pariwisata
Sementara itu, Departemen Usaha, Budaya, dan Pariwisata yang dipimpin Haji Arief Rahman mencatat kontribusi nyata melalui program kurban.
Pada 2025, tercatat delapan ekor kambing dan satu ekor sapi dihimpun sebagai bentuk partisipasi bersama. Kontribusi tersebut datang dari berbagai tokoh dan anggota, mencerminkan soliditas serta kepedulian sosial yang terus dijaga.
Untuk 2026, program kurban tetap dilanjutkan. Hingga laporan disampaikan, telah terdaftar sepuluh ekor kambing dari para anggota dan pengurus. Pendaftaran masih terbuka, menunjukkan bahwa semangat berbagi tetap menjadi denyut utama organisasi.
Mendorong Ekspansi dan Kunjungan Bisnis Internasional
Salah satu terobosan yang ditawarkan Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan adalah program kunjungan bisnis, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Agenda terdekat adalah pameran B2B pada 16–18 Mei di Jakarta. Kegiatan ini dinilai sebagai peluang strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas. Bagi anggota yang belum memiliki kelengkapan administratif seperti API, akan difasilitasi agar dapat berpartisipasi.
Selain Jakarta, opsi kunjungan bisnis juga mencakup Tiongkok—meliputi kawasan manufaktur di Guangzhou dan Shenzhen—serta negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia. Program ini tidak sekadar perjalanan, melainkan bagian dari strategi membuka akses jejaring global bagi anggota.
“Sekali-kali kita perlu melangkah keluar, melihat peluang, membangun jaringan, dan memperluas cakrawala bisnis,” demikian semangat yang disampaikan Dr. H. Wahyu Handono.
Menyatukan Gerak Ekonomi dan Nilai Sosial
Melalui paparan tersebut, terlihat bahwa orientasi pengembangan ekonomi tidak dilepaskan dari nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Pemberdayaan UMKM, penguatan generasi muda, konektivitas perbankan, hingga ekspansi global dirancang sebagai satu ekosistem yang saling menguatkan.
Menutup penyampaiannya, Dr. H. Wahyu Handono membuka ruang dialog dan masukan dari seluruh peserta. Sebab bagi dirinya, kerja ekonomi bukan kerja individu, melainkan kerja kolektif yang hanya akan berhasil jika dijalankan dengan kolaborasi dan visi bersama.(RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



