Detail Artikel

*Muhammadiyah Denpasar Konsolidasikan Mutu Pendidikan, Satukan Langkah Wujudkan Sekolah Unggul dan Berkemajuan*

*Muhammadiyah Denpasar Konsolidasikan Mutu Pendidikan, Satukan Langkah Wujudkan Sekolah Unggul dan Berkemajuan*

 

*Denpasar* — Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Denpasar menggelar *Peningkatan Mutu Pendidikan dan Orientasi Sekolah Muhammadiyah se-Kota Denpasar* di Bali International Muhammadiyah (BIM) University, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang didahului dengan monitoring kesiapan seluruh sekolah Muhammadiyah sehari sebelumnya ini menjadi forum konsolidasi terbesar bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Muhammadiyah di Kota Denpasar.

 

Acara diawali dengan registrasi peserta, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, kemudian dilanjutkan keynote speech Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Denpasar, *H. Najmuddin, S.Pd.I., sambutan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Bali, **Dr. Sugito, S.Pd., M.Pd., serta pembukaan resmi oleh Ketua PDM Kota Denpasar, **Tatang Wisnu Wardhana, S.Pt.*

 

Mengawali kegiatan, *H. Najmuddin, S.Pd.I. menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan bersama seluruh sekolah Muhammadiyah untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan.* Menurutnya, orientasi sekolah menjadi momentum menyatukan visi antara Majelis Dikdasmen tingkat daerah, wilayah, hingga Persyarikatan agar seluruh satuan pendidikan memiliki arah pengembangan yang sama.

 

Ia menjelaskan, sebelum forum ini dilaksanakan, Majelis Dikdasmen bersama PWM Bali telah melakukan monitoring langsung ke seluruh sekolah Muhammadiyah di Kota Denpasar guna memastikan kesiapan memasuki tahun ajaran baru. *Monitoring tersebut tidak hanya mengevaluasi kesiapan administrasi, tetapi juga menjadi sarana komunikasi, koordinasi, dan pendampingan agar setiap sekolah mampu berkembang secara bersama-sama.*

 

Najmuddin juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum ini sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman. *Menurutnya, sekolah-sekolah Muhammadiyah harus terus membangun keunggulan yang dimiliki serta memperkuat identitasnya di tengah masyarakat melalui kualitas layanan pendidikan dan branding sekolah yang positif.*

 

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Bali, *Dr. Sugito, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa ukuran keberhasilan sekolah tidak hanya terletak pada jumlah peserta didik maupun kelengkapan sarana prasarana, tetapi terutama pada kualitas pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas.*

 

Ia mengapresiasi perkembangan sekolah Muhammadiyah di Bali yang telah mampu melahirkan sekolah unggul dan sekolah model. Namun demikian, *prestasi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan.* Menurutnya, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun melalui proses pembelajaran yang mampu membuat peserta didik memahami, mengaplikasikan, serta merefleksikan ilmu yang dipelajari.

 

*"Mutu pendidikan lahir dari ruang kelas,"* menjadi pesan utama yang disampaikan Sugito. Karena itu, ia mengajak seluruh guru membangun budaya refleksi dalam setiap proses pembelajaran sehingga pembelajaran tidak hanya selesai pada penyampaian materi, tetapi benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

 

Membuka kegiatan secara resmi, Ketua PDM Kota Denpasar *Tatang Wisnu Wardhana, S.Pt., mengajak seluruh insan pendidikan Muhammadiyah menjadikan tahun ajaran baru sebagai momentum memperkuat transformasi sekolah menuju lembaga pendidikan yang unggul dan berkemajuan.*

 

Menurutnya, kegiatan peningkatan mutu tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam mengelola sekolah. *Setiap sekolah Muhammadiyah memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi sekolah pilihan masyarakat apabila dikelola secara profesional, inovatif, dan berorientasi pada mutu.*

 

Tatang juga memberikan apresiasi kepada Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Denpasar yang telah melakukan pembinaan melalui monitoring langsung ke sekolah-sekolah sebelum kegiatan berlangsung. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen Persyarikatan dalam mendampingi amal usaha pendidikan secara nyata.

 

*"Kemajuan sekolah Muhammadiyah tidak dibangun oleh satu orang atau satu sekolah, tetapi melalui kolaborasi seluruh unsur Persyarikatan yang memiliki visi yang sama,"* tegasnya.

 

Mengakhiri sambutannya, Tatang mengajak seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah masing-masing.

 

*Rangkaian pembukaan kegiatan ini memperlihatkan benang merah yang kuat: konsolidasi organisasi, penguatan budaya mutu, peningkatan profesionalisme guru, serta pengembangan identitas sekolah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan.* Melalui sinergi antara Majelis Dikdasmen tingkat daerah dan wilayah bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah, seluruh sekolah Muhammadiyah di Kota Denpasar diharapkan memiliki arah gerak yang sama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan .(RAYD)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'