Detail Artikel

Mukerda I MUI Bali 2026 Dibuka, Gde Mahendra Putra: Ulama adalah Suluh Pembangunan dan Benteng Kerukunan

Mukerda I MUI Bali 2026 Dibuka, Gde Mahendra Putra: Ulama adalah Suluh Pembangunan dan Benteng Kerukunan

Denpasar, 28 Februari 2026 — Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bapak Gde Mahendra Putra, yang hadir mewakili Gubernur Bali. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam meneguhkan peran ulama untuk mendukung pembangunan Bali yang sejahtera dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Gde Mahendra Putra menegaskan bahwa tema Mukerda kali ini sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Bali melalui visi “100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125”. Menurutnya, Bali tengah meletakkan fondasi peradaban untuk satu abad ke depan, dengan menitikberatkan pada kualitas sumber daya manusia, kelestarian lingkungan, serta keadilan sosial.

“Ulama tidak hanya bertugas di atas mimbar, tetapi menjadi suluh yang menerangi setiap sudut pembangunan masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun budaya,” ujarnya di hadapan para peserta Mukerda.

Ia juga mengajak MUI Bali menjadi benteng terdepan dalam menjaga kerukunan di tengah derasnya arus informasi dan potensi radikalisme. Pemerintah, lanjutnya, membutuhkan peran ulama untuk menghadirkan narasi yang menyejukkan, mencerahkan, dan mempersatukan.

Selain itu, ia mendorong penguatan ekonomi syariah yang bersinergi dengan UMKM lokal, serta menjaga stabilitas keamanan Bali sebagai fondasi utama sektor pariwisata.

“Jika kita ingin maju, maka kita harus berpikir ke depan dan melangkah bersama. Tantangan kita hadapi, rintangan kita lewati,” tegasnya.

Acara Mukerda I MUI Provinsi Bali Tahun 2026 tersebut secara resmi dibuka dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, disertai harapan agar seluruh pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah secara istiqamah dan penuh tanggung jawab.(RORIE)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'