Detail Artikel

Musda III DMI Kota Denpasar: Menguatkan Silaturahim, Meneguhkan Masjid sebagai Sentral Kegiatan Umat

Musda III DMI Kota Denpasar: Menguatkan Silaturahim, Meneguhkan Masjid sebagai Sentral Kegiatan Umat

Denpasar, 25 Januari 2026 — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) III sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Kegiatan yang berlangsung di Aula BPK Perwakilan Bali ini dihadiri oleh para pengurus masjid dan musholla se-Kota Denpasar, tokoh masyarakat, mitra lembaga, serta Pemerintah Kota Denpasar yang diwakili langsung oleh Wali Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, pengurus DMI menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, khususnya wilayah Denpasar Selatan dan kawasan pasar, yang selama lima tahun terakhir telah memberikan dukungan luar biasa terhadap aktivitas keumatan dan kemasjidan. Dukungan tersebut dirasakan sangat signifikan, terutama pada masa awal pandemi COVID-19 tahun 2020, ketika koordinasi, komunikasi, dan sinergi lintas pihak menjadi kunci keberlangsungan layanan umat.

Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut terlihat dari kontribusi berkelanjutan dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan. Di antaranya bantuan respons darurat dan kegiatan sosial dengan total nilai mencapai sekitar Rp250.000.000 pada tahun sebelumnya. Selain itu, dukungan program kurban juga mengalami peningkatan signifikan, dari awalnya Rp25.000.000 untuk empat kelompok, kemudian meningkat menjadi Rp50.000.000 dan Rp75.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini mencerminkan konsistensi kepedulian dan komitmen terhadap penguatan peran masjid di tengah masyarakat.

Musda III DMI Kota Denpasar juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. DMI menyampaikan terima kasih kepada berbagai mitra, termasuk lembaga perbankan dan institusi pendukung lainnya, yang telah membantu menghubungkan program-program pusat dengan kebutuhan di daerah. Sinergi ini memungkinkan berbagai fasilitas dan program dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan sebagian di antaranya diberikan secara gratis demi kemaslahatan umat.

Dalam forum ini, DMI Kota Denpasar memaparkan tiga fokus program utama yang terus dikembangkan:

  1. Program Ekonomi Profesional Berbasis Masjid, yang mendorong masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat penguatan ekonomi umat dan lingkungan sekitar.

  2. Pengembangan Ekonomi Ramah Lingkungan, melalui pemanfaatan teknologi dan mesin ekonomi berbasis masjid yang selaras dengan program pemerintah dan berorientasi keberlanjutan.

  3. Program Edukasi dan Penguatan Kapasitas, termasuk rencana pelaksanaan workshop, pelatihan, dan praktik langsung yang akan digelar pada 8 Februari 2026, sebagai persiapan menghadapi bulan Ramadan dan penguatan manajemen kegiatan masjid.

Selain itu, DMI menyoroti pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan umat. Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari aspek ekonomi, sosial, dan pembangunan karakter bangsa. Oleh karena itu, masjid diharapkan menjadi ruang strategis dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, memperkuat komunikasi sosial, serta membangun harmoni antarumat beragama melalui pendekatan dialog dan kolaborasi.

Sebagai bentuk apresiasi, Musda III DMI Kota Denpasar juga memberikan penghargaan kepada pengurus masjid dan lembaga yang menunjukkan dedikasi, konsistensi, dan kinerja luar biasa selama lima tahun terakhir. Penghargaan ini tidak semata simbolik, tetapi diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan umat dan memperluas dampak program kemasjidan.

Menutup rangkaian acara, DMI Kota Denpasar menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas segala keterbatasan dalam penyelenggaraan kegiatan, termasuk pengaturan teknis dan fasilitas. Namun demikian, semangat kebersamaan, silaturahim, dan komitmen bersama untuk “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid” menjadi pesan utama yang menguat sepanjang Musda.

Melalui Musda III ini, DMI Kota Denpasar menegaskan kembali tekad untuk menjadikan masjid sebagai sentral kegiatan umat, yang tumbuh dari sinergi pengurus masjid, masyarakat, dan pemerintah, demi terwujudnya kehidupan umat yang berdaya, harmonis, dan berkeadaban. (RAYD)



ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'