* Najmuddin: Peningkatan Mutu Adalah Gerakan Bersama, Bukan Sekadar Program Tahunan*
* Najmuddin:
Peningkatan Mutu Adalah Gerakan Bersama, Bukan Sekadar Program Tahunan*
*Denpasar—Ketua
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Denpasar, **H. Najmuddin, S.Pd.I., menegaskan
bahwa peningkatan mutu pendidikan harus menjadi gerakan kolektif seluruh sekolah
Muhammadiyah, bukan sekadar agenda seremonial atau program tahunan.*
Pesan
tersebut disampaikan saat membuka kegiatan *Peningkatan Mutu Pendidikan dan
Orientasi Sekolah Muhammadiyah se-Kota Denpasar* di BIM University, Minggu
(12/7/2026).
Menurut
Najmuddin, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari upaya pembinaan yang telah
dimulai sejak tahun sebelumnya. Jika pada 2025 orientasi hanya menyasar
sebagian guru dan tenaga kependidikan, maka tahun ini cakupannya diperluas
dengan melibatkan kepala sekolah, guru, serta tim manajemen dari seluruh
sekolah Muhammadiyah di Kota Denpasar.
*"Orientasi
ini menjadi bagian dari komunikasi dan koordinasi antara Majelis Dikdasmen
tingkat daerah, wilayah, hingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar seluruh
sekolah memiliki arah pengembangan yang sama,"* ujarnya.
Sebelum
pelaksanaan kegiatan, Majelis Dikdasmen bersama Majelis Dikdasmen PWM Bali dan
perwakilan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah juga melakukan monitoring langsung
ke seluruh sekolah Muhammadiyah di Kota Denpasar. Monitoring tersebut bertujuan
memastikan kesiapan sekolah dalam menyambut tahun ajaran baru sekaligus
memetakan berbagai kebutuhan pengembangan mutu di masing-masing satuan
pendidikan.
Hasil
pemantauan tersebut, menurut Najmuddin, menunjukkan bahwa sekolah-sekolah
Muhammadiyah telah mempersiapkan proses pembelajaran dengan baik. Namun,
tantangan ke depan tidak hanya terletak pada kesiapan administrasi, melainkan
pada kemampuan sekolah membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
*"Tujuan
akhirnya adalah agar seluruh sekolah Muhammadiyah di Kota Denpasar dapat maju
bersama, saling menguatkan, dan terus meningkatkan kualitas layanan
pendidikan,"* katanya.
Dalam
kesempatan itu, Najmuddin mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum
peningkatan mutu sebagai ruang belajar bersama. Kehadiran Anggota Majelis
Dikdasmen PP Muhammadiyah, *H. Astajab, S.Pd., M.M.,* dinilai menjadi
kesempatan penting bagi para kepala sekolah dan guru untuk memperoleh
pengalaman serta praktik baik pengelolaan sekolah dari tingkat nasional.
Ia
berharap seluruh peserta mengikuti setiap sesi hingga selesai sehingga berbagai
kebijakan dan strategi peningkatan mutu dapat diterapkan di sekolah
masing-masing.
Data
panitia menunjukkan kegiatan ini diikuti *115 peserta* yang berasal dari
seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah di Kota Denpasar, mulai dari jenjang
SD, SMP, SMA hingga SMK. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas tempat
penyelenggaraan di BIM University, meskipun pada tahap perencanaan Majelis
Dikdasmen sempat menargetkan peserta yang lebih besar.
Di akhir
sambutannya, Najmuddin menegaskan bahwa tema kegiatan, *"Mewujudkan
Sekolah Muhammadiyah yang Unggul dan Berkemajuan,"* bukan sekadar slogan.
Menurutnya,
beberapa sekolah Muhammadiyah di Kota Denpasar telah berhasil menunjukkan
prestasi dan bahkan memperoleh predikat sebagai *sekolah model*. Capaian
tersebut harus menjadi identitas sekaligus kekuatan yang dikenal masyarakat.
*"Prestasi
sekolah harus ditampilkan sebagai bagian dari branding lembaga. Ketika sekolah
telah menjadi sekolah model atau memiliki keunggulan tertentu, masyarakat harus
mengetahuinya. Kepercayaan publik dibangun melalui kualitas sekaligus identitas
yang kuat,"* tegasnya.
Ia
optimistis, melalui penguatan budaya mutu, kolaborasi antarsekolah, dan
komitmen seluruh insan pendidikan Muhammadiyah, sekolah-sekolah Muhammadiyah di
Kota Denpasar akan semakin mampu menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus
menjadi representasi pendidikan Islam yang unggul, modern, dan berkemajuan.(RAYD)



