Pak Edy: Visi Sekolah Harus Menjadi Komitmen Bersama, Bukan Sekadar Slogan
Pak Edy: Visi Sekolah Harus Menjadi Komitmen
Bersama, Bukan Sekadar Slogan
DENPASAR – Penguatan visi, budaya kerja,
dan arah pengembangan sekolah menjadi pokok bahasan yang disampaikan Pak Edy S.Pd. Gr. dalam sesi Komitmen dan Program Kegiatan Sekolah pada kegiatan Review
Kurikulum dan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) serta
Asesmen Tahun Ajaran 2026–2027 di SMK Muhammadiyah Denpasar.
Dalam
pemaparannya, Pak Edy mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan menjadikan
forum review kurikulum sebagai momentum untuk menyatukan persepsi dan
memperkuat komitmen dalam mewujudkan visi sekolah. Menurutnya, keberhasilan
sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi lahir
dari kekuatan tim yang memiliki tujuan, budaya kerja, dan semangat yang sama.
"Forum
ini menjadi ruang untuk mengisi kembali semangat, memperkuat kebersamaan,
sekaligus menyusun arah dan program sekolah yang akan kita jalankan bersama
selama satu tahun ke depan," ujarnya.
Ia
menegaskan bahwa berbagai masukan dari Majelis Dikdasmen maupun narasumber
harus menjadi energi positif untuk terus melakukan pembenahan. Harapan
masyarakat terhadap SMK Muhammadiyah Denpasar semakin besar, sehingga seluruh
warga sekolah dituntut terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Visi Harus Diterjemahkan dalam Aksi Nyata
Menurut Pak
Edy, visi sekolah tidak boleh berhenti sebagai kalimat yang terpampang di
dinding sekolah. Visi harus dipahami, diyakini, dan diterjemahkan menjadi
budaya kerja yang tercermin dalam setiap aktivitas pendidikan.
Ia kembali
menegaskan visi SMK Muhammadiyah Denpasar sebagai School of Expert,
sebuah cita-cita untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam
kompetensi, tetapi juga mandiri, berkarakter, dan berakhlak Islami.
"Menjadi
School of Expert bukan sekadar memiliki slogan yang menarik. Visi itu
harus diwujudkan melalui tindakan nyata, budaya kerja yang profesional, dan
pembelajaran yang berkualitas," tegasnya.
Tiga Pilar Pengembangan Sekolah
Untuk
mewujudkan visi tersebut, Pak Edy menjelaskan bahwa pengembangan SMK
Muhammadiyah Denpasar dibangun di atas tiga pilar utama yang saling
terintegrasi.
Pilar
pertama adalah penguatan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kualitas sekolah
akan sangat ditentukan oleh kualitas guru dan tenaga kependidikan. Oleh karena
itu, peningkatan kompetensi, semangat belajar, budaya kolaborasi, serta
profesionalisme harus terus menjadi prioritas.
"Sekolah
yang hebat lahir dari guru-guru yang terus belajar, mampu bekerja sama, dan
memiliki semangat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik," ujarnya.
Pilar kedua
adalah pengembangan sarana dan prasarana yang representatif. Lingkungan belajar harus terus
diperbaiki agar mampu menciptakan suasana yang nyaman, modern, dan sesuai
dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Ia menilai
fasilitas sekolah harus mencerminkan dunia kerja sehingga peserta didik
terbiasa dengan budaya profesional sejak berada di bangku sekolah.
"Kita
ingin peserta didik belajar dalam lingkungan yang mencerminkan standar
industri. Dengan begitu mereka akan lebih siap ketika memasuki dunia
kerja," katanya.
Pilar
ketiga adalah penguatan kurikulum yang komprehensif dan selaras dengan
kebutuhan dunia kerja. Menurut Pak Edy, kurikulum tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus
mampu menjawab perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan perubahan zaman.
Karena itu,
SMK Muhammadiyah Denpasar terus mengembangkan pelatihan vokasi yang
terintegrasi, terstandar, dan berorientasi pada masa depan, sehingga
lulusan tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi
juga memiliki karakter, etos kerja, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan
abad ke-21.
"Ketiga
pilar ini tidak dapat dipisahkan. SDM yang unggul, sarana-prasarana yang
memadai, serta kurikulum yang adaptif akan melahirkan lulusan yang kompeten,
mandiri, berakhlak Islami, dan siap bersaing di dunia kerja," jelasnya.
Komunikasi dan Kolaborasi Menjadi Kunci
Selain
menjelaskan arah pengembangan sekolah, Pak Edy juga menekankan pentingnya
membangun komunikasi yang sehat dan kolaborasi antarseluruh warga sekolah.
Menurutnya,
berbagai persoalan organisasi sering kali muncul bukan karena kurangnya
kemampuan, melainkan lemahnya koordinasi dan komunikasi.
"Komunikasi
adalah fondasi utama membangun tim yang solid. Ketika informasi mengalir dengan
baik dan setiap orang saling mendukung, maka pekerjaan akan lebih mudah
diselesaikan," katanya.
Ia juga
mendorong setiap unit kerja memiliki mekanisme kerja dan Standar Operasional
Prosedur (SOP) yang jelas agar pelayanan pendidikan berjalan secara
konsisten dan tidak bergantung pada individu tertentu.
"Sekolah
yang maju dibangun oleh sistem yang kuat, bukan oleh satu atau dua orang.
Karena itu kita harus membangun budaya kerja yang saling mendukung, saling
menguatkan, dan memiliki tanggung jawab bersama terhadap kemajuan
sekolah," ujarnya.
Mengakhiri
pemaparannya, Pak Edy mengajak seluruh peserta workshop menjadikan kegiatan
review kurikulum sebagai titik awal memperkuat komitmen dalam mewujudkan visi
SMK Muhammadiyah Denpasar.
"Ketika
visi dipahami oleh seluruh warga sekolah dan diwujudkan melalui kerja sama yang
solid, maka SMK Muhammadiyah Denpasar akan semakin dipercaya masyarakat serta
mampu melahirkan lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing di masa
depan,"
pungkasnya.
(RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



