Panasnya Meja, Ademnya Silaturahmi: Pertandingan Ping Pong Guru Muhammadiyah Denpasar Penuh Tawa dan Drama
Panasnya Meja, Ademnya Silaturahmi: Pertandingan Ping Pong Guru Muhammadiyah Denpasar Penuh Tawa dan Drama
Denpasar, 1 November 2025 – Rumah Dakwah PDM Muhammadiyah Denpasar sore itu berubah menjadi arena yang meriah dan penuh tawa. Seusai salat Dzuhur, suara bola ping pong mulai menggema di Jalan Halmahera. Kompetisi Ping Pong Muhammadiyah Denpasar ke-V resmi dimulai pukul 13.00 WITA, diikuti oleh seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari SD, SMP, SMA, hingga SMK Muhammadiyah Denpasar.
Tak ada atlet profesional di sini, tetapi semangatnya luar biasa. Semua peserta adalah guru, ustadz, dan karyawan Muhammadiyah yang sehari-hari mengajar, bukan mengayun bet tenis. Namun kali ini, mereka menunjukkan bahwa tangan yang biasa menulis di papan tulis juga bisa menghasilkan smash yang mematikan.
SMK Turun Perdana: Bay Bay Tersenyum, Tapi Kalah Juga
SMK Muhammadiyah diwakili oleh Pak Edy (Kepala Sekolah) dan Pak Alit (Kaprodi Kuliner). Mereka tampil dengan semangat tinggi, bahkan sempat menang bye di babak awal. Sayangnya, di babak selanjutnya, mereka harus mengakui keunggulan kontingen SD 1 Muhammadiyah.
“Yang penting semangat dan silaturahmi,” kata Pak Edy sambil tersenyum. “Kalahnya juga terhormat, karena lawannya juara satu.”
Pertandingan 3 Set, Emosinya 11 Banding 10
Pertandingan berlangsung cepat—tiga set dengan poin maksimal 11 setiap set. Tapi suasana panas dan tegang terasa sejak awal. Suara sorak-sorai penonton menambah semangat sekaligus tekanan bagi para pemain. Kadang muncul juga komentar spontan dari penonton yang membuat pemain tersenyum kecut, bahkan salah servis karena gugup.
Meski begitu, semua peserta bermain dengan sportif dan penuh tawa. Keringat bercucuran, tetapi kebersamaan terasa kental di antara guru-guru yang sehari-hari sibuk di ruang kelas.
Final: Uji dan Sanusi, Sang Legenda Meja Muhammadiyah
Babak final mempertemukan dua pasangan tangguh: Uji dan Sanusi melawan Elli dan Syam. Pertandingan berlangsung sengit. Kedua pasangan saling adu strategi dan ketenangan. Final kali ini terasa berbeda—lebih emosional, penuh tekanan, tetapi tetap hangat dengan semangat persaudaraan.
Setelah tiga set yang menegangkan, Uji dan Sanusi akhirnya memastikan kemenangan. Elli dan Syam harus puas di posisi kedua, sementara Lukman dan H. Nas dari SD 2 Muhammadiyah merebut posisi ketiga.
Daftar Juara Kompetisi Ping Pong Muhammadiyah Denpasar V
Juara 1: Kontingen SD 1 Muhammadiyah (Uji & Sanusi)
Juara 2: Kontingen SD 3 Muhammadiyah (Elli & Syam)
Juara 3: Kontingen SD 2 Muhammadiyah (Lukman & H. Nas)
Lebih dari Sekadar Lomba
Meski ada peluh dan sedikit drama di lapangan, acara ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat antar guru dan karyawan Muhammadiyah Denpasar. “Kita mungkin beda unit, tapi semangatnya satu,” ujar salah satu peserta sambil menyeka keringat. “Besok kembali mengajar, tapi hari ini kita belajar sportifitas.”
Pertandingan ping pong ini bukan hanya soal menang dan kalah, tapi tentang kebersamaan, tawa, dan ukhuwah yang semakin erat di bawah naungan Muhammadiyah. Rumah Dakwah sore itu menjadi saksi bahwa olahraga ringan bisa menghadirkan semangat besar—semangat untuk terus bergerak, berjuang, dan bersaudara dalam dakwah yang menggembirakan. ( RAYD)



