Detail Artikel

Pelantikan FAHMI UMMI Bali, 82 Pengurus Disiapkan Merajut Kerukunan Umat Beragama

Pelantikan FAHMI UMMI Bali, 82 Pengurus Disiapkan Merajut Kerukunan Umat Beragama

Ketua Panitia: Pelantikan Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian

BADUNG, Suara Umat.id — Sebanyak 82 pengurus FAHMI UMMI di Provinsi Bali, terdiri atas 55 Pengurus Wilayah dan 27 Pengurus Daerah kabupaten/kota, dikukuhkan dalam momentum pelantikan yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Kabupaten Badung, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sempidi, Mengwi, Badung.

Mengusung tema “Peran Perempuan Merajut Kerukunan Umat Beragama di Bali”, kegiatan tersebut diposisikan bukan semata sebagai seremoni organisasi, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghargai.

Ketua Panitia Pelantikan, Aida Fitriana, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa tema tersebut merupakan pesan sekaligus panggilan agar perempuan mengambil posisi strategis dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun warga, masyarakat dan kehidupan berbangsa yang damai, harmonis dan saling menghargai,” ujarnya dalam sambutan yang disampaikan pada kegiatan tersebut.

Menurut Aida, pelantikan menjadi momentum untuk meneguhkan amanah, menyatukan visi, memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus membangun sinergi antara FAHMI UMMI dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi perempuan, dunia usaha, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Bukan Akhir, tetapi Awal Pengabdian

Ada satu penekanan yang menjadi inti laporan panitia. Pelantikan, kata Aida, tidak boleh dipahami sebagai titik akhir perjalanan organisasi.

“Pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari sebuah pengabdian.”

Karena itu, menurut dia, pengukuhan nama-nama pengurus pada hari tersebut sesungguhnya bukan hanya menghadirkan struktur organisasi baru. Lebih dari itu, terdapat amanah baru yang harus dijalankan.

“Amanah untuk bekerja, melayani, memberdayakan, merangkul dan menghadirkan kemanfaatan yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan arah yang hendak dibangun FAHMI UMMI Bali: organisasi yang tidak berhenti pada struktur dan administrasi, tetapi bergerak menuju kerja-kerja pemberdayaan dan kemanfaatan sosial.

82 Pengurus, 150 Peserta

Dalam laporan panitia, Aida menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan diikuti oleh 55 pengurus wilayah FAHMI UMMI Provinsi Bali dan 27 pengurus daerah FAHMI UMMI kabupaten/kota se-Bali.

Dengan demikian, terdapat 82 pengurus FAHMI UMMI yang dilantik dan dikukuhkan.

Selain jajaran pengurus, kegiatan tersebut juga dihadiri unsur pemerintah, organisasi perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Total undangan dan peserta disebut mencapai sekitar 150 orang.

Kehadiran berbagai unsur tersebut, menurut panitia, memperlihatkan bahwa agenda FAHMI UMMI tidak berdiri sendiri, melainkan membutuhkan jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Membangun Sinergi dari Bali

Dalam sambutannya, Ketua Panitia juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara FAHMI UMMI dengan berbagai lembaga dan kelompok masyarakat.

Pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi perempuan, dunia usaha, komunitas dan mitra strategis disebut sebagai bagian dari ekosistem yang dapat mendukung kerja organisasi.

Kerangka tersebut menjadi penting terutama ketika tema yang diangkat berkaitan dengan kerukunan umat beragama. Perempuan, dalam perspektif yang disampaikan panitia, memiliki ruang strategis untuk menjadi bagian dari upaya membangun hubungan sosial yang harmonis.

Dengan demikian, pelantikan FAHMI UMMI Bali diharapkan tidak berhenti pada pengesahan kepengurusan, tetapi menjadi awal konsolidasi untuk menjalankan program dan pengabdian di tengah masyarakat.

Apresiasi untuk Pemerintah dan Para Pendukung

Aida juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Secara khusus, panitia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas dukungan penggunaan Ruang Sidang Utama Gosana sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kementerian Agama Kabupaten Badung, serta berbagai unsur pemerintah dan lembaga lainnya.

Panitia juga memberikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat FAHMI UMMI, Dewan Penasihat, jajaran Pengurus Wilayah FAHMI UMMI Provinsi Bali, serta para Pimpinan Daerah FAHMI UMMI kabupaten/kota se-Bali.

Dukungan juga datang dari Yayasan DeGajah, yang menurut panitia memberikan dukungan secara cepat sehingga kegiatan dapat terselenggara.

Di Balik Pelantikan Ada Kerja yang Tidak Terlihat

Di bagian akhir sambutannya, Aida mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari bagaimana acara berlangsung di hadapan publik.

Ada kerja panjang yang berlangsung sebelum panggung dibuka. Ada doa, tenaga, pikiran, waktu, perhatian, dan dukungan dari banyak pihak.

“Keberhasilan semua kegiatan bukan hanya diukur dari meriahnya acara ini, tetapi dari ketulusan orang-orang yang bekerja di balik layar untuk memastikan acara ini berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Apresiasi kemudian disampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja selama berhari-hari sebelum kegiatan berlangsung.

Bagi Aida, kerja tersebut bukan sekadar tugas kepanitiaan. Ia berharap seluruh ikhtiar itu menjadi bagian dari amal ibadah.

Dari Seremoni Menuju Pengabdian

Pada akhirnya, laporan Ketua Panitia mengembalikan makna pelantikan kepada kata yang paling sering disebut dalam sambutannya: amanah.

Sebanyak 82 nama yang dikukuhkan bukan sekadar susunan kepengurusan. Di balik setiap nama terdapat tanggung jawab untuk bekerja, melayani, memberdayakan, merangkul, dan menghadirkan manfaat.

Di Ruang Sidang Utama Gosana pagi itu, FAHMI UMMI Bali tidak hanya memulai sebuah kepengurusan baru. Organisasi tersebut juga menyatakan komitmennya untuk menjadikan perempuan sebagai bagian dari kerja sosial yang lebih luas—termasuk dalam merawat kerukunan umat beragama di Bali.

Dan sebagaimana ditegaskan Ketua Panitia, pelantikan bukan akhir dari perjalanan organisasi. Ia justru menjadi awal pengabdian.

  (RAYD)  Donasi PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'