Detail Artikel

Pembentukan Karakter dan Profesionalisme Jadi Fokus Aventus Bali dalam Edukasi Siswa SMK

Pembentukan Karakter dan Profesionalisme Jadi Fokus Aventus Bali dalam Edukasi Siswa SMK

Denpasar, SuaraUmat.id — Royal Aventus Hotel International kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk sumber daya manusia unggul di industri hospitality melalui kegiatan edukasi bagi siswa SMK di Bali. Dalam sesi lanjutan pemaparan, para narasumber menekankan pentingnya kesiapan mental, karakter, hingga profesionalisme sebelum terjun ke dunia kerja.

Perwakilan manajemen, Yolanda Prisanti atau yang akrab disapa Bu Yola, menjelaskan bahwa saat ini Royal Aventus telah memiliki tujuh properti yang terdiri dari tiga hotel dan empat villa yang tersebar di berbagai kawasan strategis di Bali, seperti Nusa Dua, Kuta, Uluwatu, hingga Ubud.

“Penting bagi calon trainee untuk memahami dulu lingkungan kerja mereka, mulai dari lokasi properti, jenis usaha, hingga budaya kerja di dalamnya,” jelasnya.

Karier Dibentuk dari Proses dan Relasi

Dalam pemaparannya, Bu Yola menekankan bahwa perjalanan karier tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pengalaman dan relasi yang dibangun sejak dini.

Ia berbagi pengalamannya yang telah bekerja sejak sebelum lulus pendidikan formal, hingga akhirnya mampu mencapai posisi manajerial dalam waktu relatif singkat.

“Relasi itu penting. Dari training bisa langsung diangkat jadi staf kalau kita menunjukkan kualitas. Tapi proses tetap harus dijalani,” ujarnya.

Meski demikian, ia juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pengakuan formal, terutama untuk mencapai posisi strategis seperti manajer yang umumnya mensyaratkan minimal gelar sarjana.

“Berpakaianlah Seperti Seorang Manajer”

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah penampilan profesional. Menurutnya, calon pekerja harus mulai membiasakan diri tampil seperti seorang profesional bahkan sebelum memasuki dunia kerja.

“Dress like you are already the manager. Penampilan mencerminkan kesiapan kita,” tegasnya.

Standar yang dimaksud mencakup kebersihan diri (personal hygiene), kerapian rambut, pakaian bersih dan wangi, hingga postur tubuh yang tegap. Semua ini menjadi bagian penting dalam membangun kesan pertama di industri hospitality.

Disiplin dan Tanggung Jawab Tanpa Kompromi

Selain penampilan, disiplin menjadi kunci utama. Dalam dunia kerja, keterlambatan atau ketidakhadiran tanpa alasan jelas tidak dapat ditoleransi.

“Jam kerja itu bukan waktu datang, tapi waktu mulai bekerja. Kalau jam 9 mulai, maka jam 9 sudah harus siap bekerja,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan kasus trainee yang harus diberhentikan karena sering tidak hadir tanpa keterangan jelas. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen dan tanggung jawab menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi.

Tantangan Nyata di Setiap Departemen

Para siswa juga diberikan gambaran realistis tentang tantangan di masing-masing departemen hotel. Misalnya, bagian housekeeping yang membutuhkan fisik kuat karena beban kerja tinggi, atau front office yang menuntut kekuatan mental dalam menghadapi berbagai karakter tamu.

“Setiap jurusan punya tantangan. Jangan salah pilih hanya karena terlihat lebih mudah,” pesannya.

Menjaga Reputasi Diri dan Perusahaan

Aventus juga menekankan pentingnya menjaga reputasi, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari institusi. Siswa diingatkan bahwa saat menjalani training, mereka membawa nama diri, orang tua, sekolah, dan perusahaan sekaligus.

Dalam salah satu kasus, seorang trainee terpaksa diberhentikan karena mengambil barang tamu, meskipun tanpa niat jahat. Hal ini menjadi pelajaran penting tentang integritas di dunia kerja.

Nilai Inti Perusahaan

Royal Aventus memiliki lima nilai inti (core values) yang menjadi pedoman seluruh karyawan. Salah satunya adalah reliable atau dapat diandalkan, yang ditekankan sebagai fondasi penting dalam membangun kepercayaan di lingkungan kerja.

Siap Masuk Dunia Hospitality

Melalui kegiatan ini, Aventus berharap para siswa tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga secara mental dan karakter.

“Hospitality adalah seni membuat orang lain bahagia. Jadi, yang harus dibentuk pertama adalah diri kita sendiri,” tutup Bu Yola.

Edukasi ini menjadi langkah nyata dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri, sekaligus mempersiapkan generasi muda Bali agar mampu bersaing di sektor pariwisata global.(RAYD)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'