Detail Artikel

Pembukaan Rakerda IV Lantipda Bali Tahun 2026 diawali dengan penampilan Tari Panyembrama

Pembukaan Rakerda IV Lantipda Bali Tahun 2026 diawali dengan penampilan Tari Panyembrama yang dipimpin oleh L. Udiani, menghadirkan suasana khidmat dan hangat sebagai bentuk penyambutan kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Tarian ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan, sekaligus simbol keterbukaan dan penghormatan tuan rumah.

Di bawah koordinasi L. Udiani, para penari menampilkan gerak yang selaras dan penuh penghayatan. Kehadiran Tari Panyembrama memperkaya nuansa pembukaan Rakerda, menyatukan nilai budaya lokal dengan semangat konsolidasi dan sinergitas organisasi yang menjadi ruh kegiatan.


Penekanan Filosofi Tari Panyembrama (Nilai Budaya & Makna)

Tari Panyembrama dalam tradisi Bali dimaknai sebagai tarian penyambutan yang sarat filosofi. Setiap gerakannya melambangkan ketulusan, rasa hormat, dan doa keselamatan. Gerak tangan yang lembut mencerminkan sikap terbuka, sementara pola langkah yang teratur menandakan harmoni dan keseimbangan dalam kebersamaan.

Penampilan Tari Panyembrama pada Rakerda IV Lantipda Bali bukan sekadar unsur seremonial, melainkan pesan simbolik bahwa setiap musyawarah hendaknya diawali dengan niat baik, ketulusan, dan semangat menjaga keharmonisan. Nilai tersebut sejalan dengan tujuan Rakerda sebagai ruang menyatukan gagasan, menguatkan peran, dan meneguhkan pengabdian organisasi. (RAYD)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'