Detail Artikel

Pemkot Denpasar Tetapkan Masa Transisi Pemulihan Pasca Banjir, Gelar Kerja Bakti Serentak

Pemkot Denpasar Tetapkan Masa Transisi Pemulihan Pasca Banjir, Gelar Kerja Bakti Serentak

Denpasar, 16 September 2025 – Pemerintah Kota Denpasar melalui rapat koordinasi di Posko Induk Terpadu Penanganan Bencana memutuskan perubahan status darurat bencana menjadi status transisi darurat ke pemulihan. Status ini berlaku sejak 17 September hingga 17 Desember 2025, dengan keberadaan posko induk maupun posko di tingkat desa dan kelurahan tetap diberlakukan.

Rapat yang dipimpin langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jayanegara, bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, turut dihadiri Sekda, jajaran asisten, pimpinan OPD, camat, lurah, hingga unsur TNI-Polri serta relawan masyarakat.

Evaluasi Pembersihan Wilayah

Sejumlah titik terdampak telah ditangani, antara lain:

Denpasar Timur (Dentim): Pembersihan di Gerubug Permai selesai dilaksanakan oleh Sekda bersama Ketua DPRD dan 400 personel.

Denpasar Utara (Denut): Wiraraja dan Bina Mulya rampung, sementara di Gang Beji dan Tirta Belong masih tersisa tumpukan sampah di bantaran sungai.

Denpasar Barat (Denbar): Jalan Biak II masih menyisakan sampah sepanjang 50 meter, sedangkan Imam Bonjol dijadwalkan selesai malam ini oleh DLHK.

Kerja Bakti Serentak 21 September

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Denpasar akan menggelar kerja bakti serentak pada 21 September 2025. Seluruh lapisan masyarakat, perangkat desa, kelurahan, hingga lembaga swasta didorong untuk ikut serta.

“Kerja bakti ini bukan hanya pembersihan fisik, tetapi momentum kebangkitan bersama. Gotong royong menjadi kunci pemulihan Denpasar dari bencana,” ujar Wali Kota Jayanegara.

Dinas Kominfo bersama Bagian Humas diminta menyiapkan publikasi ajakan tiga hari sebelum pelaksanaan, dengan hastag khusus sebagai penguat semangat kolektif.

Fokus Pengerjaan 17 September

Sebelum kerja bakti massal, pembersihan terfokus akan dilakukan pada 17 September dengan pengerahan ratusan personel lintas sektor:

Denpasar Utara: Belong Gede dan Tirta Belong (350 personel dengan dukungan 12 truk DLHK dan alat sensor).

Denpasar Timur: Penatih (250 personel dengan truk DLHK, TNI-Polri, serta staf OPD).

Denpasar Barat:

Pemeregan (400 personel, dukungan alat berat dan truk DLHK-PU).

Imam Bonjol (250 personel gabungan TNI-Polri, OPD, dan masyarakat).

Padangsambian Kaja (300 personel dengan alat berat dan truk pengangkutan).

Melalui koordinasi terintegrasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan Denpasar dapat segera pulih dari dampak banjir. Rasa lelah masih membekas, tetapi gotong royong menjadi suluh yang menyalakan optimisme. (RAYD) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'