Pengajian Kelompok Yasmine Majlis Taklim Al-Hijriah: Menghidupkan Semangat Kemerdekaan dengan Kebersamaan Keluarga
Muding Sari, Badung, 25 Agustus 2924 - Dalam suasana yang penuh khidmat, Kelompok Yasmine dari Majlis Taklim Al-Hijriah kembali mengadakan pengajian rutin yang kali ini sekaligus dirangkai dengan perayaan Hari Kemerdekaan. Kegiatan yang berlangsung di kediaman salah satu anggota kelompok ini diwarnai dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang kental, sesuai dengan tradisi unik yang selalu mereka jaga.
Acara dimulai dengan Tawassul dan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu anggota, diiringi dengan harapan dan doa untuk leluhur, keluarga, serta keselamatan diri. Suasana khusyuk ini kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ummul Kitab oleh MC sebagai pembuka kegiatan.
Dalam sesi tilawah yang penuh kekhidmatan, ayat-ayat suci Al-Qur'an dikumandangkan, disusul dengan lantunan sholawat Nabi yang menggema di ruangan, menghangatkan hati para jamaah. Biasanya, setelah tilawah, kelompok ini mengadakan kajian Al-Qur'an yang bergantian dengan materi fikih wanita, namun yang membuat Kelompok Yasmine berbeda adalah kehadiran para suami dan anak-anak dalam setiap pengajian.
Ketua Kelompok Yasmine, Ibu Purgianti, bersama dengan para penasehat yaitu Hj. Ade Fatimah, Hj. Sweti, dan Hj. Herni, ibu Rahma Jayadi. memiliki visi untuk mengintegrasikan seluruh anggota keluarga dalam kegiatan keagamaan ini. Dengan mengajak suami dan anak-anak, pengajian ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai agama dalam keluarga besar Yasmine. Bahkan, anggota keluarga yang baru menikah hingga yang sudah lama menjalin ikatan pernikahan menjadi bagian dari kekeluargaan ini.
Selain pengajian, perayaan Hari Kemerdekaan juga diisi dengan berbagai lomba yang menyenangkan. Salah satu lomba yang menarik perhatian adalah lomba "Tempeh Bola", di mana para peserta harus mengeluarkan bola melalui lubang yang dibuat ditengah tengah tempeh dengan berisi 4 orang dalam satu kelompok dalam posisi duduk dan tempeh ditaruh di atas ujung kaki peserta. Selain itu, ada juga lomba menebak kata yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Tidak ketinggalan, anak-anak diberikan kesempatan untuk ikut serta dan uniknya, semua anak yang berpartisipasi dinobatkan sebagai juara satu, sehingga mereka pulang dengan hati bahagia.
Pengajian Kelompok Yasmine tidak hanya menghidupkan semangat keagamaan, tetapi juga membangun kemandirian para anggotanya. Pengajian yang rutin berpindah dari rumah ke rumah ini memberikan kesempatan bagi setiap kelompok kecil yang terdiri dari 5 hingga 6 orang untuk merencanakan dan menyusun isi pengajian, mulai dari tema, sholawat, hingga ayat-ayat yang dibaca. Dengan demikian, para ibu menjadi lebih mandiri dan terlatih dalam menyelenggarakan pengajian di masa depan. Semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang tercipta dalam setiap pertemuan Kelompok Yasmine ini menjadi teladan bagi majlis taklim lainnya, memperlihatkan bagaimana nilai-nilai agama dapat dijalankan dengan penuh cinta dan kebahagiaan dalam bingkai keluarga besar.(RAYD)



