Detail Artikel

Penguatan Ukhuwah dalam Momentum Ramadhan: Reportase dari Masjid Blok M Jakarta

Penguatan Ukhuwah dalam Momentum Ramadhan: Reportase dari Masjid Blok M Jakarta

Kegiatan Ramadhan yang berlangsung di Masjid Blok M pada 16 Maret 2026 menghadirkan ceramah keislaman yang sarat pesan persatuan dan kemanusiaan. Materi yang disampaikan oleh Dr. Andree Muchlis tersebut kemudian direportasekan secara langsung oleh H. Imam Asrorie sebagai bagian dari penyebarluasan dakwah kepada umat.

Dalam penyampaiannya, H. Imam Asrorie menegaskan bahwa inti ceramah tersebut berfokus pada tiga pilar ukhuwah dalam Islam, yaitu ukhuwah insaniyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah islamiyah. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik dalam lingkup kemanusiaan, kebangsaan, maupun keimanan.

Ukhuwah insaniyah ditekankan sebagai bentuk persaudaraan universal antar manusia tanpa membedakan latar belakang apa pun. Nilai ini mengajarkan kepedulian sosial yang luas, bahkan kepada makhluk hidup lain, sebagai wujud nyata ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini tercermin dari sikap tolong-menolong tanpa melihat perbedaan agama, suku, atau status sosial.

Selanjutnya, ukhuwah wathaniyah dimaknai sebagai persaudaraan dalam bingkai kebangsaan. H. Imam Asrorie menyampaikan bahwa mencintai dan membela negara merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga. Persatuan, keadilan, dan sikap saling menghormati antar sesama anak bangsa menjadi kunci dalam menjaga keutuhan negara di tengah keberagaman.

Adapun ukhuwah islamiyah merupakan persaudaraan yang didasarkan pada iman. Dalam hal ini, umat Islam dituntut untuk saling menjaga, tidak saling menzalimi, serta aktif dalam menciptakan perdamaian. Konflik internal umat harus diselesaikan dengan semangat persaudaraan dan ketakwaan, bukan dengan perpecahan.

Lebih jauh, reportase ini juga menyoroti relevansi pesan tersebut dengan kondisi masyarakat saat ini. Di tengah meningkatnya potensi polarisasi sosial dan perbedaan pandangan, penguatan nilai ukhuwah menjadi sangat penting. Ramadhan menjadi momentum strategis untuk memperbaiki hubungan antar sesama, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kualitas keimanan.

Melalui kegiatan ini, peran Majelis Ulama Indonesia dalam membangun narasi kerukunan kembali ditegaskan. Dakwah yang menyejukkan dan inklusif diharapkan mampu menjadi penyeimbang di tengah dinamika kehidupan modern yang kompleks.

Reportase oleh H. Imam Asrorie ini menjadi pengingat bahwa ukhuwah bukan sekadar konsep teoritis, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan mengamalkan ketiga bentuk ukhuwah tersebut secara seimbang, umat Islam diharapkan mampu menghadirkan kehidupan yang damai, adil, dan penuh keberkahan, baik dalam lingkup lokal maupun nasional.(RAYD)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'