Perbekel Selabih Dewa Putu Suparta: Kurban Wanita Islam Menjadi Jembatan Kepedulian dan Harmoni di Tengah Keberagaman
Perbekel Selabih Dewa Putu Suparta: Kurban
Wanita Islam Menjadi Jembatan Kepedulian dan Harmoni di Tengah Keberagaman
TABANAN —
Pelaksanaan Kurban Bersama Wanita Islam Provinsi Bali Tahun 1447 Hijriah di
Pantai Selabih tidak hanya mendapat sambutan hangat dari masyarakat, tetapi
juga apresiasi dari Pemerintah Desa Selabih.
Bagi
Perbekel Desa Selabih, Dewa Putu Suparta, kegiatan penyembelihan dan distribusi
hewan kurban yang dilaksanakan oleh Wanita Islam Provinsi Bali memiliki makna
yang jauh lebih luas daripada sekadar ritual keagamaan tahunan.
Kegiatan
tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus sarana
memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman yang menjadi karakter
kehidupan Desa Selabih.
Dalam
wawancara bersama Suara Umat dan Radio Megantara Bali di sela kegiatan kurban
yang berlangsung di Warung Pantai Selabih, Sabtu (30/5/2026), Dewa Putu Suparta
menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Wanita
Islam Provinsi Bali yang telah memilih Desa Selabih sebagai lokasi pelaksanaan
kurban tahun ini.
"Atas
nama Pemerintah Desa Selabih, kami mengucapkan terima kasih kepada Wanita Islam
Provinsi Bali yang telah melaksanakan kegiatan kurban di desa kami.
Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semua
pihak," ujarnya.
Kurban yang Menghadirkan Manfaat Sosial
Menurut
Dewa Putu Suparta, kegiatan kurban memiliki nilai sosial yang sangat penting
karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Distribusi
daging kurban kepada warga menjadi bentuk kepedulian yang mampu memperkuat rasa
kebersamaan dan solidaritas sosial.
Ia menilai
semangat berbagi yang menjadi ruh Idul Adha sangat relevan dalam kehidupan
masyarakat modern yang membutuhkan kepedulian terhadap sesama.
"Kegiatan
seperti ini bukan hanya menjalankan ajaran agama, tetapi juga menghadirkan
manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat," katanya.
Karena itu,
pemerintah desa menyambut baik setiap kegiatan yang mampu mempererat hubungan
antarwarga dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Selabih Ingin Dikenal Lebih Luas
Selain
membawa manfaat keagamaan dan sosial, pelaksanaan kurban tingkat provinsi ini
juga memberikan dampak positif bagi promosi wilayah.
Dewa Putu
Suparta berharap kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Bali
dapat membantu memperkenalkan Desa Selabih kepada masyarakat yang lebih luas.
Selama ini
Selabih dikenal sebagai desa pesisir yang memiliki panorama pantai yang indah
dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Namun
potensinya belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luar daerah.
"Harapan
kami, melalui kegiatan seperti ini Desa Selabih semakin dikenal dan semakin
banyak dikunjungi masyarakat," ujarnya.
Ia juga
berharap kawasan Warung Pantai Selabih dapat berkembang menjadi salah satu
destinasi kegiatan sosial, keagamaan, dan pariwisata yang memberikan manfaat
ekonomi bagi masyarakat setempat.
Menjaga Harmoni dalam Keberagaman
Salah satu
hal yang menjadi kebanggaan masyarakat Selabih adalah kuatnya hubungan
antarumat beragama yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Menurut
Dewa Putu Suparta, kehidupan masyarakat di desa tersebut berjalan dalam suasana
saling menghormati dan bekerja sama tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Data
pemerintah desa menunjukkan bahwa masyarakat Muslim merupakan bagian penting
dari kehidupan sosial Desa Selabih.
Meskipun
jumlahnya sekitar 10 persen dari total penduduk, keberadaan mereka menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat desa secara keseluruhan.
"Kami
selalu berkolaborasi dan bersinergi untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan
keharmonisan Desa Selabih yang kami cintai bersama," tegasnya.
Menurutnya,
semangat toleransi tidak hanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi
juga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang melibatkan seluruh
elemen masyarakat.
Karena itu,
pelaksanaan kurban yang turut melibatkan warga sekitar dan mendistribusikan
manfaat kepada masyarakat lintas latar belakang dinilai sangat sejalan dengan
nilai-nilai yang selama ini dijaga di Desa Selabih.
Harapan untuk Masa Depan
Sebagai
pemimpin desa, Dewa Putu Suparta berharap kegiatan kurban yang dilaksanakan
Wanita Islam Provinsi Bali dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Ia menilai
kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat syiar keagamaan, tetapi juga
memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial masyarakat.
"Kami
berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena
manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," ujarnya.
Lebih jauh,
ia berharap sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan
masyarakat dapat terus diperkuat untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis
dan sejahtera.
Bagi Desa
Selabih, pelaksanaan Kurban Wanita Islam Provinsi Bali tahun ini meninggalkan
pesan penting bahwa kepedulian sosial dan semangat berbagi mampu menjadi
jembatan yang menyatukan masyarakat dalam keberagaman.
Di tengah
perbedaan yang ada, nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian
tetap menjadi fondasi yang menguatkan persaudaraan antarwarga.
(AMBAR) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



