Detail Artikel

Pertemuan Mengharukan Dua Sahabat Lama di Kajian Wakaf, Drs. H. Jawas Sokan dan Tatak Prabu Suhartana, SE



SUARA UMAT31 Oktober 2024 - Di tengah kesibukan acara Kajian Wakaf yang berlangsung di Mushola KH Ahmad Dahlan, Denpasar, terjadi momen mengharukan antara dua sahabat lama yang telah puluhan tahun tidak berjumpa. Drs. H. Jawas Sokan, yang menjadi narasumber utama pada acara tersebut, secara tak terduga bertemu kembali dengan Tatak Prabu Suhartana, SE, seorang sahabat masa mudanya. Pertemuan ini mengundang perhatian peserta yang menyaksikan keduanya saling berbagi cerita dan kenangan lama.

Keduanya pernah sangat akrab pada masa aktif di organisasi sosial, namun berpisah setelah melanjutkan karier masing-masing. Kesibukan pekerjaan dan kondisi kesehatan yang sempat menurun membuat mereka tidak berjumpa selama lebih dari dua dekade. Tatak Prabu Suhartana, yang kini menetap di Bali, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan yang sempat memburuk di masa lalu membuatnya tidak bisa aktif dalam kegiatan sosial dan agama. “Pertemuan ini sungguh tidak saya duga. Selama ini, saya hanya mendengar cerita tentang Jawas dari teman-teman, tetapi tidak pernah ada kesempatan bertemu,” ungkap Tatak Prabu dengan mata berkaca-kaca.

Di sela-sela acara, keduanya tampak berbincang penuh keakraban, mengenang masa lalu dan saling bertukar kabar. Drs. H. Jawas Sokan, yang kini dikenal luas sebagai tokoh masyarakat dan pembicara agama, juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali bertemu dengan Tatak. “Rasanya seperti kembali ke masa muda. Begitu banyak kenangan yang berharga. Alhamdulillah, kami dipertemukan kembali di acara penuh keberkahan ini,” ujar Drs. H. Jawas Sokan sambil tersenyum.

Momen ini juga disaksikan oleh para peserta yang turut merasakan kehangatan pertemuan dua sahabat lama tersebut. Beberapa peserta bahkan sempat berfoto bersama mereka, menjadikan pertemuan ini sebagai kenangan tersendiri dalam acara kajian. Drs. H. Jawas Sokan dan Tatak Prabu Suhartana saling mendoakan agar silaturahmi mereka tetap terjaga dan berharap dapat lebih sering bertemu di acara-acara serupa.

Kisah pertemuan mereka menambah makna acara Kajian Wakaf kali ini, mengingatkan para peserta akan pentingnya menjaga tali persahabatan dan silaturahmi meski dalam kesibukan dan berbagai keadaan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang dakwah dan edukasi, tetapi juga tempat di mana kenangan lama dan hubungan persahabatan kembali hidup dengan penuh rasa syukur dan haru.

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'