Detail Artikel

Posko Bersama: Persaudaraan yang Mengenyangkan Jiwa

Posko Bersama: Persaudaraan yang Mengenyangkan Jiwa

Denpasar – Rumah Makan Bundo Kanduang, Jl. Yos Sudarso No. 4, Ratu Hotel

Selepas Dzuhur, ketika perjalanan panjang telah menyita tenaga, perut mulai mengeluh. Tangan dan kaki sedikit gemetar, tanda gula darah menurun dan tubuh membutuhkan asupan kalori. Di saat seperti itu, kebersamaan di Posko Bersama menemukan maknanya.

Dengan cekatan, Lantip Yayuk menyiapkan tempe goreng dan tempe geprek hangat. Aroma sederhana yang menenangkan. Hidangan itu berpadu dengan masakan khas Minang dari Bundo Kanduang, persembahan istri tercinta H. Muslim. Sesudah sholat Dzuhur yang sempat tertunda di perjalanan, makan bersama menjadi solusi—bukan hanya untuk tubuh yang lelah, tapi juga hati yang haus kebersamaan.

Beginilah keseharian di Posko Bersama: makan, doa, kerja, dan berbagi. Kadang, sahabat dan warga terdampak banjir pun turut duduk melingkar di lapau Bundo Kanduang. Mereka menyantap sajian hangat sebelum menerima bantuan, seolah energi persaudaraan lebih dulu dibagi, sebelum sembako atau pakaian layak pakai sampai ke tangan.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Ayat itu seakan hidup di antara piring-piring sederhana dan canda tawa relawan.

Posko ini bukan sekadar tempat singgah, melainkan rumah kebersamaan. Sebuah ruang tanpa batas, di mana perbedaan melebur dalam tawa, doa, dan kerja nyata. Kami mengajak setiap relawan, sahabat, dan siapa pun yang peduli: hadirlah bersama kami. Duduklah sebentar di meja sederhana ini, karena di sinilah persahabatan tumbuh, dan persaudaraan menemukan rumahnya.(RAYD)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'