Detail Artikel

Rakerda IV Lantipda Bali 2026 Teguhkan Konsolidasi Organisasi dan Kepemimpinan Daerah

Rakerda IV Lantipda Bali 2026 Teguhkan Konsolidasi Organisasi dan Kepemimpinan Daerah

Dewan Pimpinan Provinsi Lantipda Bali menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Tahun 2026 pada Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di Sekolah Pelangi Dharma Nusantara I, Denpasar. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyelaraskan program kerja, serta meneguhkan arah pengabdian Lantipda Bali di tingkat provinsi dan kabupaten.

Mengusung tema “Rakerda sebagai Langkah Nyata Mewujudkan Konsolidasi dan Sinergitas Organisasi”, Rakerda IV diikuti oleh jajaran pengurus provinsi, pengurus kabupaten/kota, serta tamu undangan dari berbagai unsur. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan sarat semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Ketua Lantipda Bali, L. Henk Kusumawardana, menegaskan bahwa Rakerda merupakan forum strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai agenda rutin, tetapi juga sebagai ruang penyatuan visi dan penguatan langkah organisasi.
“Rakerda ini kita maknai sebagai forum konsolidasi dan penyeimbang langkah organisasi. Dari sinilah arah, semangat, dan kebermanfaatan Lantipda kita teguhkan bersama,” ujarnya.

Ia juga memaparkan perjalanan dan perkembangan Lantipda Indonesia sejak berdiri pada tahun 2019 hingga kini tumbuh di berbagai daerah. Menurutnya, pertumbuhan organisasi harus diiringi dengan penguatan struktur, program yang relevan, serta komitmen pengabdian yang berkelanjutan dan membumi.

Sebagai bagian penting dari rangkaian Rakerda IV, dilaksanakan pula pelantikan Pengurus Lantipda Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung. Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan oleh L. Imam, yang secara resmi menetapkan susunan pengurus kedua daerah tersebut.

Dalam SK tersebut, L. Nyoman Nandra ditetapkan sebagai Ketua Lantipda Kabupaten Tabanan, sementara L. Sudiana ditetapkan sebagai Ketua Lantipda Kabupaten Badung. Pelantikan berlangsung khidmat dan disaksikan oleh seluruh peserta Rakerda, menandai sahnya kepengurusan baru serta dimulainya masa pengabdian di tingkat kabupaten.

Pelantikan pengurus Tabanan dan Badung dalam forum Rakerda IV memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai pengesahan administratif, tetapi juga sebagai penguatan legitimasi kepemimpinan daerah dan kesinambungan organisasi. Kehadiran kepengurusan yang sah diharapkan mampu mempercepat implementasi program kerja serta memperluas jangkauan pelayanan sosial Lantipda Bali.

Usai dilantik, Ketua Lantipda Tabanan, L. Nyoman Nandra, menyampaikan komitmen kepemimpinannya di hadapan forum Rakerda. Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak cukup bertumpu pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui gerak nyata, kemandirian, dan semangat aksi kolektif.
“Kesuksesan itu bukan hanya soal mimpi, tetapi tentang bergerak, bersemangat, dan bertindak. Lantipda harus hadir dengan kerja nyata,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk membangun etos mandiri dan aktif, serta menjadikan organisasi sebagai ruang bertumbuh bersama. Menurutnya, Lantipda akan kuat apabila setiap unsur di dalamnya saling mendorong, berani berinovasi, dan konsisten dalam pengabdian.

Dalam penutup sambutannya, Ketua Lantipda Bali kembali menekankan pentingnya program kerja yang realistis dan relevan dengan kebutuhan anggota dan masyarakat. Ia mendorong pengurus daerah untuk menyusun program yang kreatif, membumi, dan memberi manfaat nyata, tanpa meninggalkan nilai kebersamaan dan integritas organisasi.

Rangkaian Rakerda IV Lantipda Bali ditutup dengan peneguhan komitmen bersama untuk menjalankan hasil-hasil musyawarah secara konsisten dan bertanggung jawab. Rakerda ini menegaskan bahwa Lantipda Bali terus menata organisasi secara menyeluruh, memperkuat sinergi antarstruktur, serta menghadirkan pengabdian yang berkelanjutan bagi masyarakat.(RAYD)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'