Ramadan di Bali: Wisma Berkarya Abadi Santuni Yatim dan Duafa, Persaudaraan Menghangat di Warung Legendaris Ibu Oki
Ramadan di Bali: Wisma Berkarya Abadi Santuni Yatim dan Duafa, Persaudaraan Menghangat di Warung Legendaris Ibu Oki
SANUR, DENPASAR — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh Wisma Berkarya Abadi dalam rangka Berbagi Kasih Menyambut Ramadan dan Hari Raya Nyepi, yang berlangsung di Warung Nasi Ayam Ibu Oki. Acara ini menjadi momentum kebersamaan lintas komunitas yang memadukan nilai spiritual, kebangsaan, dan kepedulian sosial.
Pembukaan oleh MC
Acara dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara dengan penuh semangat dan kehangatan. Dalam sambutannya, MC mengajak seluruh hadirin mensyukuri kesempatan berkumpul dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.
“Di tempat yang sederhana namun sarat makna ini, kita dipertemukan oleh niat baik—berbagi kasih, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan semangat kemanusiaan,” ujar MC membuka rangkaian kegiatan.
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Nuansa khidmat semakin terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Rahma Jayadi. Suara merdu dan penuh penghayatan menghadirkan ketenangan di tengah ruangan, mengingatkan para hadirin akan pesan universal Al-Qur’an tentang kepedulian kepada sesama dan pentingnya berbagi kebaikan.
Setiap ayat yang dilantunkan seakan menjadi pengantar spiritual bagi seluruh rangkaian acara, meneguhkan bahwa kegiatan sosial ini berakar dari nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan.
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara, seluruh peserta kemudian berdiri untuk menyanyikan Indonesia Raya. Lagu kebangsaan tersebut menggema dengan penuh semangat, menegaskan bahwa kegiatan sosial dan kemanusiaan tidak terlepas dari semangat persatuan Indonesia.
Menyanyikan Mars Wisma Berkarya
Rangkaian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Wisma Berkarya, lagu yang menjadi identitas perjuangan dan semangat pengabdian organisasi Wisma Berkarya Abadi.
Liriknya menegaskan tekad untuk bekerja, berkarya, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Lagu tersebut menjadi simbol kebersamaan dan komitmen anggota organisasi dalam membangun solidaritas sosial.
Sambutan Ketua Wisma Berkarya Abadi
Dalam sambutannya, Ketua Wisma Berkarya Abadi menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia menekankan bahwa organisasi ini hadir untuk memperkuat semangat gotong royong, mempererat persaudaraan lintas agama, serta menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat Bali yang majemuk.
“Berbagi bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa tulus hati kita memberi,” ungkapnya.
Santunan untuk Anak Yatim, Duafa, Janda, dan Guru Mengaji
Momen paling menyentuh hadir ketika santunan diberikan kepada anak yatim, kaum duafa, para janda, serta guru mengaji. Satu per satu mereka maju menerima bantuan dengan wajah penuh haru.
Bagi Wisma Berkarya Abadi, kegiatan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjuang menjalani kehidupan dengan ketabahan.
Tepuk tangan para hadirin mengiringi setiap penyerahan santunan, menciptakan suasana penuh empati dan solidaritas.
Penutup dan Foto Bersama
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh amal kebaikan yang dilakukan mendapat keberkahan.
Para peserta kemudian melakukan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kenangan dari kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan tersebut.
Berbuka Puasa Bersama
Menjelang azan magrib, suasana berubah menjadi semakin hangat. Para hadirin bersiap menikmati momen berbuka puasa bersama.
Hidangan disajikan oleh Warung Nasi Ayam Ibu Oki, yang dikenal luas sebagai salah satu kuliner halal khas Bali yang legendaris.
Aroma rempah-rempah khas Bali dari nasi ayam halal racikan Ni Wayan Oki memenuhi ruangan. Hidangan tersebut menjadi simbol bahwa kuliner dapat menjadi jembatan budaya yang menyatukan berbagai kalangan.
Sholat Maghrib dan Makan Bersama
Setelah berbuka dengan takjil, para peserta melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dengan penuh khidmat.
Usai sholat, seluruh tamu kembali berkumpul menikmati makan malam bersama. Hidangan khas Bali yang disajikan menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan kaya rempah yang menggugah selera.
Suasana makan bersama itu tidak sekadar menjadi kegiatan kuliner, tetapi juga ruang dialog, tawa, dan persaudaraan yang mempererat hubungan antar peserta.
Melalui rangkaian kegiatan yang sederhana namun bermakna ini, Wisma Berkarya Abadi kembali menegaskan bahwa solidaritas sosial, nilai spiritual, dan semangat kebangsaan dapat berjalan beriringan—menciptakan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Bali.(RAYD)



