Ramadhan di Kampus Teknologi: ITB STIKOM Bali Menyemai Spiritualitas di Tengah Derap Digital
Ramadhan di Kampus Teknologi: ITB STIKOM Bali Menyemai Spiritualitas di Tengah Derap Digital
Denpasar, Februari 2026 —
Di tengah derasnya arus transformasi digital dan geliat inovasi teknologi, suasana yang berbeda menyelimuti lingkungan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali menjelang datangnya Ramadhan 1447 Hijriah. Aula yang biasa menjadi ruang diskusi akademik dan presentasi ilmiah, berubah menjadi ruang tafakur—dipenuhi lantunan ayat suci, doa bersama, dan siraman rohani yang meneduhkan jiwa.
Menyambut bulan suci, sivitas akademika ITB STIKOM Bali menggelar kegiatan siraman rohani dan doa bersama sebagai bentuk persiapan spiritual memasuki Ramadhan. Momentum ini menjadi refleksi kolektif bahwa pendidikan tinggi bukan semata membangun kecerdasan intelektual, melainkan juga membentuk kedewasaan spiritual.
Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. H. Dadang Hermawan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman di tengah perkembangan zaman yang serba cepat.
“Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah. Ramadhan adalah momentum menyucikan niat, agar setiap pengetahuan yang kita pelajari bermuara pada kemaslahatan umat,” ujar Dr. H. Dadang Hermawan dengan penuh ketegasan.
Ia menambahkan bahwa kampus teknologi tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai moral dan religius. Justru di tengah era kecerdasan buatan dan otomatisasi, manusia harus semakin meneguhkan dimensi etik dan spiritualnya.
Kegiatan Ramadhan tahun ini turut diramaikan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Moslem Community of STIKOM (MCOS) yang menyelenggarakan rangkaian pengajian, tausiyah, serta agenda buka puasa bersama. Antusiasme mahasiswa mencerminkan kesadaran bahwa generasi digital tetap membutuhkan ruang pembinaan ruhani.
Di sela-sela tausiyah, pesan-pesan mendalam disampaikan kepada para mahasiswa dan dosen yang hadir.
Tausiyah Ramadhan
“Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan diri dari kesombongan ilmu. Sebab ilmu yang diberkahi adalah ilmu yang melahirkan kerendahan hati dan kemanfaatan bagi sesama.”
“Di era digital, kita bisa terhubung dengan siapa saja. Namun Ramadhan mengajarkan kita untuk terhubung lebih dalam—kepada hati, kepada nurani, dan kepada Allah SWT.”
“Kampus adalah taman ilmu. Tetapi tanpa iman, taman itu akan kering. Ramadhan datang sebagai hujan yang menyuburkan akhlak dan menguatkan integritas generasi muda.”
“Mahasiswa bukan hanya calon profesional, tetapi calon pemimpin umat. Ramadhan adalah madrasah pembentukan karakter—melatih disiplin, empati, dan tanggung jawab sosial.”
Ramadhan di ITB STIKOM Bali menjadi penegas bahwa modernitas dan spiritualitas bukan dua kutub yang saling meniadakan. Di tengah cahaya layar komputer dan laboratorium teknologi, cahaya keimanan tetap menyala—menghidupkan nurani dan memperhalus budi.
Dengan semangat kebersamaan, sivitas akademika berharap Ramadhan tahun ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi momentum pembaruan diri—agar ilmu yang dipelajari, teknologi yang dikembangkan, dan inovasi yang diciptakan senantiasa membawa rahmat bagi umat dan bangsa. berita diambil dari Instagram STIKOM. (RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



