Detail Artikel

Ratusan Ormas Lintas Iman Bersatu Bersihkan Pantai Padang Galak, Wujud Nyata Gerakan Bali Bersih Sampah

Ratusan Ormas Lintas Iman Bersatu Bersihkan Pantai Padang Galak, Wujud Nyata Gerakan Bali Bersih Sampah

Denpasar, 1 Maret 2026 — Semangat kolaborasi lintas organisasi kembali mewarnai ruang publik Bali. Ratusan elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, komunitas lintas iman, hingga relawan kemanusiaan, turun langsung membersihkan kawasan Pantai Padang Galak, Kesiman, Denpasar, Minggu pagi (1/3).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Aksi bersih-bersih dimulai pukul 07.00 WITA dan berlangsung hingga selesai, dengan melibatkan perwakilan organisasi yang masing-masing mengirimkan sedikitnya lima anggota.

Partisipasi datang dari berbagai latar belakang organisasi, mencerminkan wajah Bali yang plural dan inklusif. Di antara yang hadir tampak perwakilan Wanita Islam, LANTIPDA Bali (Lantip Aktif Peduli Indonesia), serta komunitas perempuan Mak Rempong Club (MRC). Mereka bergabung bersama ratusan organisasi lainnya yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, kepemudaan, kemanusiaan, lingkungan, hingga profesi.

Kolaborasi ini menjadi penegasan bahwa isu lingkungan bukan sekadar agenda sektoral, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Implementasi Pergub Pembatasan Plastik

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Dalam undangan resmi yang diterbitkan pada 26 Februari 2026, peserta juga diimbau membawa tumbler pribadi sebagai bentuk komitmen terhadap pengurangan sampah plastik.

Langkah kecil tersebut menjadi simbol perubahan budaya yang terus didorong Pemerintah Provinsi Bali — dari kebiasaan konsumtif menuju kesadaran ekologis.

Soliditas Lintas Sektor

Kehadiran organisasi lintas iman dan lintas latar belakang sosial memperlihatkan kuatnya kohesi sosial di Bali. Mulai dari organisasi Islam, Hindu, Kristen, Buddha, komunitas disabilitas, relawan SAR, organisasi kepemudaan, hingga komunitas profesional, seluruhnya hadir dalam satu semangat yang sama: menjaga Bali sebagai rumah bersama.

Bagi Wanita Islam, LANTIPDA Bali, dan Mak Rempong Club, partisipasi dalam aksi bersih pantai ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Keterlibatan mereka menunjukkan peran aktif perempuan dan organisasi masyarakat dalam agenda lingkungan hidup.

Pantai Padang Galak, yang menjadi salah satu titik strategis kawasan pesisir Denpasar, dipilih sebagai lokasi aksi karena perannya yang penting dalam ekosistem laut dan sektor pariwisata Bali.

Lingkungan dan Pariwisata Tak Terpisahkan

Sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, terutama sampah kiriman dan limbah plastik. Kebersihan pantai bukan hanya menyangkut estetika, tetapi juga keberlanjutan ekonomi dan citra daerah.

Melalui aksi kolaboratif ini, Kesbangpol Bali menegaskan bahwa pembangunan karakter kebangsaan juga dapat diwujudkan melalui kerja nyata di bidang lingkungan. Nasionalisme tidak hanya diwujudkan dalam retorika, tetapi juga dalam tindakan konkret menjaga ruang hidup bersama.

Kegiatan bersih-bersih Pantai Padang Galak menjadi simbol bahwa Bali bergerak dengan kekuatan gotong royong. Ketika pemerintah, ormas, dan komunitas duduk dalam satu barisan aksi, maka harapan akan Bali yang bersih, lestari, dan berkelanjutan bukanlah sekadar slogan, melainkan gerakan nyata.(RORIE) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'