Renungan Dzulhijjah Menggema di Pengajian Persaudaraan Haji Kota Denpasar
Renungan Dzulhijjah Menggema di Pengajian Persaudaraan Haji
Kota Denpasar
H. Kun Rochpurnadi Serukan
Muhasabah, Syukur, dan Semangat Berkurban
Persaudaraan
Haji Kota Denpasar menggelar pengajian penuh khidmat yang sarat dengan
pesan-pesan renungan spiritual di Kota Denpasar. Kegiatan yang dibuka oleh
Ketua PD Denpasar, H. M. Mansur, menghadirkan ceramah renungan dari H. Kun
Rochpurnadi yang mengajak jamaah memperdalam ketakwaan di momentum bulan mulia
Dzulhijjah.
Dalam
suasana religius yang dipenuhi lantunan shalawat dan dzikir, H. Kun Rochpurnadi
mengawali tausiyahnya dengan mengingatkan jamaah tentang kemuliaan bulan
Dzulhijjah sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah Subhanahu
wa Ta’ala.
“Bulan Dzulhijjah adalah bulan muhasabah. Bulan untuk
mengoreksi diri, menimbang amal, dan memperbanyak ibadah demi mendekatkan diri
kepada Allah,”
tuturnya di hadapan jamaah.
Mengutip
firman Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 18, beliau menegaskan pentingnya setiap
manusia menyiapkan bekal amal untuk kehidupan akhirat.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari
esok,” ungkapnya
penuh penekanan.
Ceramah
yang disampaikan dengan bahasa sederhana namun menyentuh itu membawa jamaah
larut dalam suasana tafakur. H. Kun Rochpurnadi mengingatkan bahwa kehidupan
dunia hanyalah persinggahan singkat dibanding kehidupan akhirat yang abadi.
Beliau
juga menyampaikan tiga pesan penting Rasulullah SAW kepada umatnya, yakni
memperbanyak mengingat kematian, memperbanyak syukur, dan memperbanyak doa.
“Orang yang selalu mengingat kematian akan lebih dekat kepada
Allah dan tidak tertipu oleh gemerlap dunia,” katanya.
Dalam
tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memperbanyak takziah, ziarah kubur, serta
menjalankan kewajiban fardhu kifayah sebagai bentuk pengingat akan kematian dan
kefanaan hidup.
Tak
hanya itu, H. Kun Rochpurnadi juga menyoroti pentingnya menjaga kemurnian
tauhid. Ia mengingatkan jamaah agar membersihkan rumah dan diri dari segala
bentuk kemusyrikan, termasuk benda-benda yang diyakini membawa kekuatan selain
Allah.
“Jangan biarkan rumah kita ternodai oleh praktik syirik. Sebab
dosa syirik adalah dosa yang sangat berat di hadapan Allah,” tegasnya.
Pada
momentum menjelang Iduladha, beliau turut menyerukan semangat berkurban sebagai
bentuk ketakwaan dan kecintaan kepada Allah SWT.
“Yang sampai kepada Allah bukan darah dan daging hewan kurban,
melainkan ketakwaan kita,”
ujarnya, mengutip makna ayat suci Al-Qur’an.
Ia
mengajak umat Islam meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS yang rela
mengorbankan putranya demi menjalankan perintah Allah. Menurutnya, semangat
pengorbanan itu harus hidup dalam kehidupan umat Islam masa kini.
Selain
menekankan pentingnya ibadah kurban, H. Kun Rochpurnadi juga mengingatkan para
orang tua agar mendidik anak-anak untuk disiplin dalam shalat sejak usia dini.
“Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh jauh dari shalat.
Pendidikan agama adalah tanggung jawab besar orang tua,” pesannya.
Menjelang
penutupan tausiyah, beliau mengajak jamaah memperbanyak doa, terutama pada
hari-hari mustajab di bulan Dzulhijjah dan Hari Arafah.
“Jangan sia-siakan waktu-waktu mustajab. Angkat tangan,
bermunajat kepada Allah, karena Allah mencintai hamba yang berdoa,” katanya.
Pengajian
tersebut berlangsung penuh kekhusyukan dan menjadi momentum spiritual bagi
jamaah untuk memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan diri
menyambut hari-hari agung di bulan Dzulhijjah.



