Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah dan Peresmian Mushala Ahmad Dahlan
Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah dan Peresmian Mushala Ahmad Dahlan
DENPASAR, MENARA62.COM — Muhammadiyah Bali menggelar Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang dirangkaikan dengan Peresmian Mushala KH. Ahmad Dahlan, Sabtu (20/12/2025), di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Denpasar, Batanta. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, menjadi ekspresi syukur atas perjalanan panjang Muhammadiyah dalam berkhidmat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Acara tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., yang sekaligus menyampaikan tausiah Milad. Rangkaian acara diawali dengan penandatanganan prasasti peresmian Mushala Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan yang berdiri di jantung Komplek Pendidikan Muhammadiyah Denpasar—meliputi SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah Denpasar—sebagai simbol penguatan spiritual di lingkungan pendidikan persyarikatan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Denpasar, Tatang Wisnu Wardhana, S.Pt, dalam sambutannya menegaskan pentingnya merawat semangat kebersamaan dan persatuan di tengah dinamika zaman yang kian kompleks. Ia menekankan bahwa Muhammadiyah hanya akan terus tumbuh dan membesar apabila seluruh elemen persyarikatan mampu bergerak seirama, saling menguatkan, serta menjaga keikhlasan dalam berkhidmat. Kebersamaan, menurutnya, merupakan energi utama dalam menjaga keberlanjutan gerakan.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), H. Ir. Husnul Fahmi, yang memberikan apresiasi atas kerja kolektif dan soliditas Muhammadiyah Denpasar. Ia berharap kehadiran Mushala Ahmad Dahlan tidak semata menjadi ruang ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan keimanan, penguatan karakter, serta penggerak dakwah dan aktivitas persyarikatan—baik bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, KH. Mahrusun Hadyono, dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas umat Islam. Menurutnya, persatuan menjadi kunci utama dalam upaya mewujudkan kesejahteraan umat, baik secara spiritual maupun ekonomi.
Puncak acara diisi dengan tausiah Milad oleh Dr. H. Anwar Abbas. Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa tema Milad ke-113 Muhammadiyah, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, merupakan panggilan moral agar Muhammadiyah terus hadir memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan umat, bangsa, dan negara melalui dakwah, pendidikan, layanan sosial, serta pemberdayaan ekonomi. Buya juga menekankan pentingnya mempererat ikatan silaturahmi antarkomponen bangsa sebagai fondasi menjaga persatuan dan kesatuan nasional.
“Dengan persatuan dan komitmen bersama, umat Islam memiliki peluang untuk kembali tampil memimpin peradaban, sebagaimana kejayaan yang pernah terukir dalam sejarah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Buya Anwar Abbas membekali jamaah—yang mayoritas merupakan warga Muhammadiyah—dengan pemahaman mengenai empat jati diri Muhammadiyah, yakni: Islam, gerakan tajdid atau pembaruan, dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang peka terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, serta komitmen menjaga ukhuwah Islamiyah.
Seirama dengan tema Milad, ia juga menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 secara konsisten diyakini mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara menyeluruh.
Resepsi Milad ini turut dihadiri pimpinan Muhammadiyah se-Bali, unsur ‘Aisyiyah, PWM, PWA, majelis-majelis, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan se-Denpasar, organisasi otonom, serta warga Muhammadiyah. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dan soliditas keluarga besar Muhammadiyah.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama dalam suasana kekeluargaan, mempererat ukhuwah serta meneguhkan komitmen untuk terus menggerakkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang mencerahkan dan berkemajuan. (RAYD)



