Reshuffle Kabinet Merah Putih: Presiden Ganti Lima Menteri, Tambah Kementerian Strategis
Reshuffle Kabinet Merah Putih: Presiden Ganti Lima Menteri, Tambah Kementerian Strategis
Pada Senin, 8 September 2025, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle besar dalam Kabinet Merah Putih, dengan melantik empat menteri dan satu wakil menteri baru untuk sisa periode 2024–2029. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, menandai perubahan signifikan dalam struktur pemerintahan Republik Indonesia.
Menteri Baru dalam Kabinet
1. Purbaya Yudhi Sadewa – Menteri Keuangan
Gantikan Sri Mulyani Indrawati yang dikenal luas atas reformasi pajak dan kebijakan fiskal yang tangguh, terutama selama krisis global dan pandemi COVID-19. Penunjukan ini dilakukan setelah gelombang protes nasional selama dua minggu terakhir mengenai sistem perpajakan yang dianggap tidak adil.
2. Mukhtarudin – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Politikus Golkar ini menggantikan Abdul Kadir Karding. Nama Mukhtarudin telah disiapkan dan diresmikan sebagai pemimpin baru dalam perlindungan tenaga kerja migran.
3. Ferry Juliantono – Menteri Koperasi
Meneruskan kiprah politisi ini yang sebelumnya menjabat sebagai deputi menteri. Ia menggantikan Budi Arie Setiadi dan diharapkan memperkuat sektor koperasi nasional.
4. Mochamad Irfan Yusuf – Menteri Haji dan Umrah
Kementerian baru ini merupakan upgrade dari Badan Penyelenggara Haji, yang sebelumnya dipimpin langsung oleh Irfan Yusuf. Ia dibantu oleh Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri — membentuk struktur pemerintahan yang lebih robust dalam layanan ibadah haji
5. Dahnil Anzar Simanjuntak – Wakil Menteri Haji dan Umrah
Bersama Irfan Yusuf, ia siap memperkuat layanan haji dan umrah melalui badan kementerian yang baru dibentuk ini
Konteks Sosial dan Ekonomi
Reshuffle ini terjadi di tengah aksi protes nasional yang memuncak akibat ketidakadilan kebijakan dan fasilitas anggota legislatif. Pencopotan Sri Mulyani dan beberapa tokoh lain merupakan respons pemerintah atas tekanan publik, termasuk insiden pembongkaran rumah Sri Mulyani.
Efek pasar langsung terlihat, dengan indeks saham Jakarta (IHSG) turun antara 1 hingga 1,3%, sedangkan nilai tukar rupiah relatif stabil.
Signifikansi dan Tantangan Ke Depan. (RAYD)
Mangkirnya figur sentral seperti Sri Mulyani memberi sinyal adanya pergeseran arah kebijakan fiskal. Purbaya dipandang sebagai sosok teknokrat yang mumpuni, namun banyak pihak mempertanyakan tingkat kompetensinya dalam skala nasional—apalagi di tengah tekanan ekonomi dan publik.
Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah menjadi indikasi bahwa Presiden ingin menyentuh aspek spiritual dan logistik keagamaan secara lebih serius dan terstruktur. Ini disambut baik oleh berbagai kalangan, termasuk anggota DPD RI yang menyuarakan urgensi kementerian khusus untuk haji.
Lewat reshuffle ini, Presiden Prabowo menunjukkan kemampuannya untuk bertindak tegas dalam menata ulang kabinet demi respons cepat terhadap harapan publik dan dinamika nasional. Namun sejauh mana kabinet baru ini mampu menyeimbangkan reformasi dan stabilitas, menjadi tantangan yang melekat pada perjalanan pemerintah ke depan.



