Revandra Arafi Wibowo, Siswa MTs Generasi Emas Bali yang Menembus Seleksi Nasional
Revandra Arafi Wibowo, Siswa MTs Generasi Emas Bali
yang Menembus Seleksi Nasional
DENPASAR – Di tengah ketatnya persaingan nasional, sebuah kabar membanggakan datang dari Pulau Dewata. Revandra Arafi Wibowo, siswa MTs Generasi Emas Denpasar, berhasil menorehkan prestasi dengan lolos sebagai delegasi Sekolah Parlemen Nasional 2026, sebuah program pendidikan kebangsaan yang mempertemukan pelajar dan mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Program ini merupakan bagian dari inisiatif edukasi yang diselenggarakan oleh Creative Student Home (CreSHome) untuk meningkatkan literasi demokrasi, kepemimpinan, dan pemahaman tentang parlemen di kalangan generasi muda.
Keberhasilan
Revandra bukanlah hasil yang diperoleh dalam semalam. Ia harus melewati proses
seleksi nasional yang berlangsung secara bertahap dan kompetitif. Lebih dari
800 pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mendaftarkan diri,
kemudian mengikuti seleksi administrasi melalui penulisan motivation letter
yang menilai kualitas gagasan, motivasi, serta komitmen peserta terhadap
isu-isu kebangsaan.
Tahapan berikutnya adalah Pra-Event Sekolah Parlemen Nasional 2026 bertema "Generasi Muda Melek Parlemen: Dekat, Kritis, dan Berintegritas." Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pemaparan materi secara daring bersama Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta, Hj. Fahira Idris, S.E., M.H., kemudian diminta menyusun rangkuman sebagai bagian dari proses evaluasi.
Dari
ratusan peserta yang lolos tahap awal, hanya sekitar 400 orang yang berhak
mengikuti wawancara daring. Seleksi terakhir kemudian menetapkan hanya 150
delegasi nasional, dan Revandra menjadi salah satu nama yang berhasil menembus
daftar tersebut. Namanya
juga tercantum dalam daftar resmi delegasi Sekolah Parlemen Nasional 2026
sebagai peserta dari MTs Generasi Emas.
Keberhasilan
ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi Revandra, tetapi juga kebanggaan
bagi MTs Generasi Emas serta dunia pendidikan di Bali. Di tengah derasnya arus digital
dan tantangan literasi politik generasi muda, capaian tersebut menunjukkan
bahwa pelajar daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di panggung
nasional ketika didukung oleh kemauan belajar, integritas, dan semangat untuk
terus berkembang.
Selama
mengikuti kegiatan di Jakarta, Revandra memperoleh pengalaman yang tidak
didapatkan di ruang kelas. Ia berkesempatan mengunjungi Gedung DPR RI,
mengenal sejarah parlemen melalui museum legislatif, berdialog dengan
narasumber dari DPR RI dan DPD RI, serta mengikuti simulasi sidang dan Forum
Group Discussion (FGD) yang membahas berbagai isu kebangsaan dan kebijakan
publik. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran
demokrasi yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif, bukan sekadar
pendengar.
Di balik
sertifikat yang kelak dibawanya pulang ke Bali, tersimpan pengalaman yang jauh
lebih bernilai: memahami bahwa demokrasi tidak hanya dipelajari melalui buku
pelajaran, tetapi juga melalui dialog, keberanian menyampaikan gagasan, dan
kesediaan mendengar pandangan yang berbeda. Bagi Revandra, perjalanan ke Senayan bukan sekadar
mengikuti sebuah program nasional, melainkan langkah awal untuk mengenal lebih
dekat bagaimana masa depan bangsa dirancang dari ruang-ruang parlemen.( RORIE)



