Detail Artikel

Rochma Nurwandani: Dari Selabih untuk Bali, Kurban Wanita Islam Menjangkau yang Jarang Tersentuh

Rochma Nurwandani: Dari Selabih untuk Bali, Kurban Wanita Islam Menjangkau yang Jarang Tersentuh

TABANAN — Di balik suksesnya penyelenggaraan Kurban Bersama Wanita Islam Provinsi Bali Tahun 1447 Hijriah di Pantai Selabih, terdapat kerja panjang yang berlangsung berbulan-bulan. Mulai dari pencarian lokasi, koordinasi lintas organisasi, hingga memastikan distribusi daging kurban benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Ketua Pimpinan Daerah Wanita Islam Kabupaten Tabanan, Ir. Rochma Nurwandani, M.M., amanah sebagai tuan rumah tahun ini bukanlah tugas ringan. Dengan jumlah anggota yang terbatas, pihaknya harus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat.

Dalam wawancara khusus bersama Suara Umat dan Radio Megantara Bali di sela pelaksanaan kurban di Warung Pantai Selabih, Sabtu (30/5/2026), Rochma mengungkapkan bahwa pelaksanaan kurban merupakan agenda rutin tahunan Wanita Islam Provinsi Bali yang dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota.

"Setiap tahun kegiatan kurban berpindah-pindah. Tahun ini giliran Kabupaten Tabanan menjadi tuan rumah pelaksanaannya," ujarnya.

Menjadi Tuan Rumah dengan Segala Keterbatasan

Sebagai organisasi perempuan yang tidak memiliki jumlah anggota besar di Tabanan, Rochma mengakui persiapan tahun ini penuh tantangan.

Namun keterbatasan tersebut justru menjadi motivasi bagi seluruh panitia untuk bekerja lebih keras demi memberikan yang terbaik.

"Kami memang tidak memiliki anggota yang banyak. Tetapi dengan segala keterbatasan yang ada, kami berusaha memberikan kemampuan terbaik yang kami miliki untuk menyukseskan kegiatan ini," katanya.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan semata diukur dari jumlah hewan kurban yang disembelih, tetapi dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat penerima.

Tahun ini Wanita Islam Provinsi Bali mengelola dua ekor sapi dan enam ekor kambing yang berasal dari para mudhohi, baik dari internal organisasi maupun masyarakat yang mempercayakan pelaksanaan kurbannya kepada Wanita Islam.

Dua ekor sapi tersebut berasal dari 14 peserta kurban kolektif, sementara enam ekor kambing berasal dari peserta kurban perseorangan dan partisipasi anggota.

"Mungkin jumlahnya tidak sebesar beberapa tahun sebelumnya, tetapi ini adalah hasil terbaik yang dapat kami ikhtiarkan tahun ini," ungkapnya.

Mengapa Memilih Selabih?

Salah satu keputusan penting yang diambil panitia tahun ini adalah memilih Desa Selabih sebagai lokasi pelaksanaan kurban.

Keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan.

Menurut Rochma, dari berbagai masukan yang diterima panitia, Selabih termasuk wilayah yang relatif jarang mendapatkan distribusi hewan kurban dalam jumlah besar dibandingkan daerah lain.

Karena itu, panitia memutuskan menghadirkan kegiatan di kawasan tersebut agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas.

"Kami menerima banyak masukan bahwa wilayah Selabih masih relatif jarang mendapatkan distribusi kurban. Karena itulah kami memutuskan memusatkan kegiatan di sini," jelasnya.

Keputusan itu kemudian mendapat sambutan positif dari pengelola dan pemilik Warung Pantai Selabih.

Dukungan penuh yang diberikan menjadi salah satu faktor utama yang membuat kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Seluruh fasilitas lokasi diberikan tanpa biaya, bahkan berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan turut difasilitasi oleh pihak pengelola.

"Alhamdulillah kami bertemu dengan pihak yang sangat mendukung kegiatan ini. Dukungannya luar biasa dan sangat membantu kelancaran pelaksanaan," kata Rochma.

Distribusi dengan Prioritas Masyarakat Sekitar

Bagi panitia, distribusi daging kurban merupakan bagian terpenting dari keseluruhan rangkaian kegiatan.

Karena itu, penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan asas pemerataan dan kebutuhan masyarakat.

Prioritas utama diberikan kepada warga sekitar lokasi kegiatan di Desa Selabih dan wilayah sekitarnya.

Setelah itu distribusi diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Tabanan serta kepada para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

"Kami berupaya semaksimal mungkin agar distribusi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama warga sekitar lokasi kegiatan," ujarnya.

Para mudhohi juga menerima bagian sesuai ketentuan syariat sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka dalam pelaksanaan kurban.

Menurut Rochma, prinsip utama yang dijaga panitia adalah memastikan bahwa manfaat kurban dapat dirasakan sebanyak mungkin oleh masyarakat.

Persiapan Dimulai Sejak Awal Tahun

Kesuksesan kegiatan tahun ini tidak lahir dalam waktu singkat.

Rochma mengungkapkan bahwa persiapan telah dimulai sejak Januari 2026, beberapa bulan setelah penetapan Tabanan sebagai tuan rumah.

Tim panitia melakukan survei berbagai lokasi sebelum akhirnya menetapkan Pantai Selabih sebagai pusat kegiatan.

Berbagai pertemuan dengan pengelola dan pemilik lokasi dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas serta dukungan yang diperlukan.

"Secara resmi kami mulai bergerak sejak Januari. Namun persiapan paling intensif memang berlangsung menjelang pelaksanaan pada bulan Mei," tuturnya.

Selain koordinasi internal, panitia juga melibatkan Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Bali dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

Menjaga Profesionalitas Pelaksanaan Kurban

Untuk menjamin pelaksanaan sesuai syariat, panitia melibatkan tim Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia dari Kabupaten Tabanan.

Sebanyak empat personel bertugas menangani proses penyembelihan hingga penanganan hewan kurban.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan agama dan standar penyembelihan halal.

"Kami mempercayakan proses penyembelihan kepada tim Juleha yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya," kata Rochma.

Sementara bagian-bagian tertentu dari hewan kurban yang tidak diperbolehkan diperjualbelikan juga dikelola sesuai ketentuan syariat yang berlaku.

Harapan untuk Masa Depan

Sebagai penutup wawancara, Rochma menyampaikan harapan agar kegiatan kurban Wanita Islam Provinsi Bali terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Ia berharap jumlah mudhohi meningkat dari tahun ke tahun sehingga jumlah hewan kurban yang disalurkan juga semakin banyak.

Dengan demikian, semakin luas pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

"Harapan kami sederhana. Semoga jumlah peserta kurban semakin bertambah, jumlah hewan kurban semakin banyak, dan manfaat yang diterima masyarakat juga semakin luas," ujarnya.

Bagi Rochma Nurwandani, keberhasilan kurban bukan hanya tentang jumlah sapi atau kambing yang disembelih. Lebih dari itu, kurban adalah tentang menghadirkan kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan memastikan bahwa keberkahan Idul Adha benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Dari Pantai Selabih, semangat berbagi itu kembali diteguhkan: bahwa pengorbanan terbaik adalah yang mampu menghadirkan manfaat bagi sebanyak mungkin orang.

  (AMBAR) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'