Sambutan Gubernur Bali dalam Silakwil ICMI 2025
Sambutan Gubernur Bali dalam Silakwil ICMI 2025
Selamat
menunaikan ibadah puasa kepada seluruh peserta Silakwil ICMI Bali 2025 yang
hadir hari ini. Dalam suasana bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, saya
merasa sangat berbahagia dapat berkumpul dengan para cendekiawan Muslim untuk
berdiskusi dan bersinergi demi kemajuan Bali.
Pada
kesempatan ini, saya ingin sedikit berbagi cerita tentang persahabatan saya
dengan Prof. Arief, Ketua MPP ICMI Pusat sekaligus Rektor IPB Bogor. Sebagai
seorang akademisi dan pemimpin di dunia pendidikan, beliau telah banyak
berkontribusi dalam penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas,
termasuk bagi Bali.
Salah
satu hasil penelitian dari ICMI melalui IPB Bogor yang sangat bermanfaat bagi
kita di Bali adalah pengembangan varietas baru dari bunga Gemitir. Seperti yang
kita ketahui, bunga ini memiliki peran penting dalam berbagai upacara adat dan
keagamaan di Bali. Selama ini, kita harus mengimpor sebagian besar kebutuhan
bunga Gemitir karena permintaan yang sangat tinggi. Namun, berkat riset selama
dua tahun oleh IPB, kini Bali bisa menikmati hasilnya—bukan hanya warna oranye
yang selama ini mendominasi, tetapi juga warna putih, kuning, dan bahkan biru.
Sambil
berkelakar, saya sampaikan bahwa mungkin satu-satunya warna yang belum ada
adalah hitam. (Tawa hadirin) Varietas baru ini berasal dari Thailand dan telah
berhasil dikembangkan di Bali. Menariknya, bunga yang sudah mekar maksimal
dapat disemai hingga lima kali. Memang, hasilnya semakin kecil dari yang
pertama, tetapi tetap memberikan manfaat besar bagi para petani dan masyarakat
adat yang membutuhkannya.
Sebagai
bentuk apresiasi atas keberhasilan riset ini, saya berinisiatif memberi nama
varietas baru ini dengan sebutan "Gemitir Sudamala", sesuai dengan
daerah Sudamala di Tabanan yang menjadi lokasi uji coba pengembangannya.
Ketahanan
Pangan dan Keunggulan Lokal Bali
Bali
dikenal memiliki tanah yang subur dan kaya akan hasil pertanian. Kita memiliki
jeruk, kopi, salak, rumput laut, hingga arak Bali yang sudah mendapat pengakuan
nasional. Namun, di tengah keunggulan ini, kita juga menghadapi tantangan besar
dalam ketahanan pangan. Dengan jumlah penduduk 4,4 juta jiwa, kita harus
menjaga agar tidak terlalu bergantung pada produk luar, terutama produk impor
yang sering kali mengancam keberlangsungan produk lokal kita.
Salah
satu contoh nyata adalah bawang putih Bangli, yang memiliki cita rasa khas dan
sangat lezat. Namun, sayangnya, produk ini kini semakin sulit ditemukan karena
masuknya bawang impor dari China dengan harga lebih murah. Ini menjadi
tantangan besar bagi kita semua. Oleh karena itu, saya mengajak ICMI untuk
berkolaborasi dalam membuat terobosan-terobosan baru di bidang pertanian. Kita
harus menemukan cara agar Bali tidak terus-menerus bergantung pada impor dan
tetap mempertahankan produk-produk lokal yang menjadi identitas kita.
Saya
selalu menegaskan bahwa "Orang Bali adalah mereka yang memiliki KTP
Bali". Artinya, siapa pun yang tinggal di Bali, mencintai Bali, dan
berkontribusi untuk Bali adalah bagian dari kita semua. Mari kita bersama-sama
menjaga kemandirian daerah kita, terutama dalam sektor pertanian dan pangan.
Pendidikan
dan Program Satu Keluarga Satu Sarjana
Saya
juga ingin menyampaikan bahwa salah satu program prioritas pemerintah adalah
"Satu Keluarga, Satu Sarjana", agar setiap keluarga di Bali memiliki
minimal satu anggota yang mengenyam pendidikan tinggi. Saya bersyukur program
ini telah mendapat dukungan penuh dari ICMI, yang telah menjawab tantangan ini
dengan menawarkan solusi wakaf uang, bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia
(BSI).
Dengan
skema wakaf uang, hasil deposito dari wakaf akan digunakan untuk membiayai
anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ini adalah
langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan
bagi generasi mendatang. Saya mengapresiasi inisiatif ini dan berharap program
ini segera direalisasikan untuk meningkatkan kualitas SDM di Bali.
Menjaga
Bali Tetap Aman dan Harmonis
Terakhir,
saya ingin mengajak kita semua untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Bali,
terutama karena tahun ini Hari Raya Idul Fitri bertepatan dengan Hari Raya
Nyepi. Ini adalah momentum luar biasa yang harus kita sikapi dengan penuh
kebijaksanaan. Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah
diadu domba oleh pihak luar yang ingin mengganggu harmoni di Bali.
Mari
kita tunjukkan bahwa Bali adalah contoh nyata kerukunan, toleransi, dan
kedamaian antarumat beragama. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Bali yang
lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.
Terima
kasih, dan sekali lagi selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Silakwil ICMI
2025 ini menghasilkan gagasan dan solusi terbaik bagi umat dan bangsa.
Om
Shanti Shanti Shanti Om, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



