Detail Artikel

Sambutan H. Yusar Hilmi: Pendidikan, Ekonomi, dan Perjuangan Tanpa Henti

Sambutan H. Yusar Hilmi: Pendidikan, Ekonomi, dan Perjuangan Tanpa Henti

ITB STIKOM, 17 Maret 2025 – Pukul 16.30 hingga Buka PuasaITB

Setelah paparan inspiratif dari Dr. Dadang Hermawan mengenai pendidikan dan ekonomi, kini giliran H. Yusar Hilmi yang berbicara. Dengan penuh semangat, beliau mengangkat pentingnya perjuangan tanpa henti dalam membangun umat, terlepas dari kondisi politik, ekonomi, maupun tantangan zaman.

Perjuangan Tidak Berhenti di Pemilukada

“Mungkin kita pernah mengalami kegagalan dalam pesta demokrasi. Pemilukada datang dan pergi, tetapi kepentingan umat harus terus berjalan,” tegas H. Yusar.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan Dr. Dadang Hermawan dalam berbagai aspek, termasuk politik dan pendidikan, tidak hanya berhenti saat pemilukada selesai, tetapi terus berlanjut dengan visi besar: membangun ekonomi umat melalui pendidikan dan keterampilan internasional.

Sebagai bagian dari misi ini, H. Yusar diberikan amanah untuk mengelola salah satu unit usaha STIKOM, yaitu MBC—sebuah lembaga yang fokus pada pendidikan vokasi dan kerja internasional, khususnya ke Jepang. Dengan kombinasi pendidikan dan pengalaman kerja global, MBC membuka peluang bagi generasi muda Muslim untuk keluar dari keterbatasan ekonomi dan membangun masa depan yang lebih baik.

Peluang Emas: Kuliah Sambil Bekerja di Jepang

Salah satu program unggulan yang kini tengah dikembangkan adalah kelas D3 yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sambil bekerja di Jepang. Program ini tidak hanya memberikan akses pendidikan tinggi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi mahasiswa yang ingin membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

“Di Jepang, ada lebih dari 350 perusahaan yang saat ini membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia. Pemuda Jepang sendiri menghadapi tantangan besar—mereka tidak mau menikah, sehingga terjadi gap demografi yang cukup serius. Di sisi lain, Indonesia memiliki gap ekonomi yang bisa diatasi dengan memanfaatkan peluang kerja di luar negeri,” jelas H. Yusar.

Untuk mendukung program ini, LPK rekanan di Bangli telah disiapkan sebagai pusat pelatihan dan persiapan bagi mahasiswa yang akan dikirim ke Jepang. Hal ini menjadi langkah konkret dalam memberikan keterampilan dan kesiapan mental bagi peserta program.

Amanah Besar: Kampung Islam Harus Berperan

Dr. Dadang Hermawan memberikan pesan khusus kepada H. Yusar dan Andiantono: kampung Islam harus ikut berpartisipasi dalam program ini. Bukan hanya sekadar mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga menjadikan kesempatan ini sebagai jalan untuk meningkatkan ekonomi keluarga Muslim.

“Ini bukan hanya tentang individu, tetapi tentang bagaimana satu kampung bisa mengangkat derajat ekonominya secara kolektif. Jika satu anak muda Muslim bisa bekerja di Jepang dan mengirimkan penghasilan ke keluarganya, maka efek domino akan terasa ke seluruh komunitas,” kata Dr. Dadang dalam pesannya.

14 April 2025: Titik Awal Perubahan

Pada 14 April 2025, seluruh mahasiswa yang terpilih dari seluruh Indonesia akan mulai masuk kamp pelatihan di LPK Dwipahara. Mereka akan mendapatkan pembekalan bahasa, budaya, dan keterampilan teknis sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Namun, pertanyaan besar muncul: bagaimana dengan warga Bali, khususnya umat Muslim di Bali? Apakah mereka akan ikut ambil bagian dalam peluang emas ini?

Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi 108 tokoh kampung Islam di Bali. Diharapkan melalui pertemuan ini, semakin banyak generasi muda Muslim Bali yang bisa mengikuti jejak mahasiswa lain untuk kuliah dan bekerja di Jepang.

Saatnya Bergerak!

“Jangan hanya menjadi penonton. Kita harus ikut berpartisipasi dan memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” seru H. Yusar di akhir sambutannya.

Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi sebuah momentum besar untuk mengubah nasib generasi Muslim di Bali. Dengan pendidikan, dengan kerja keras, dan dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik.

Tepuk tangan bergemuruh memenuhi Aula ITB STIKOM, menandai semangat baru yang akan terus membara. Perjuangan belum selesai. Ini baru awal! ( Raden Alit) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'