Detail Artikel

Sambutan Tuan Rumah Menguatkan Spirit Berbagi dalam Senja Ramadhan di Renon

Sambutan Tuan Rumah Menguatkan Spirit Berbagi dalam Senja Ramadhan di Renon

Suasana hangat penuh kekeluargaan semakin terasa dalam kegiatan Berbagi Berkah dan Buka Puasa Bersama yang digelar di Almaz Fried Chicken Renon pada 16 Ramadhan 1447 Hijriah. Setelah rangkaian pembukaan dan tilawah Al-Qur’an, acara berlanjut dengan sambutan tuan rumah yang disampaikan oleh Ir. Hj. Nimmi Gulam, selaku Owner GEM Network International dan Komisaris NAT Natural Alami Tea.

Dengan penuh kehangatan, Ir. Hj. Nimmi Gulam membuka sambutannya dengan salam dan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan sehingga seluruh hadirin dapat berkumpul dalam suasana Ramadhan yang penuh keberkahan.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Luar biasa, kami mengucapkan syukur, Alhamdulillah, atas kehadiran para tamu undangan yang berkenan hadir dalam kegiatan berbagi dan berbuka puasa bersama pada sore hari ini,” ungkapnya.

Mengapresiasi Kehadiran Para Tokoh

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya Ketua ZISMI Provinsi Bali, para ulama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para ustaz dan tokoh masyarakat yang selama ini turut mendukung kegiatan sosial dan dakwah, serta kepada para pengurus yayasan yang mendampingi anak-anak yatim.

Tradisi Berbagi yang Terus Dijaga

Dalam kesempatan tersebut, Ir. Hj. Nimmi Gulam mengungkapkan bahwa kegiatan berbuka puasa bersama anak-anak yatim telah menjadi tradisi yang dijaga selama 13 tahun berturut-turut.

Setiap tahun, kegiatan ini diadakan sebagai bentuk syukur sekaligus komitmen untuk terus berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

“Selama tiga belas tahun berturut-turut kami bersama anak-anak yatim mengadakan berbuka puasa bersama. Kadang-kadang Allah memberikan rezeki lebih besar, sehingga dari rumah kami bisa berkumpul di tempat yang lebih luas seperti hari ini,” tuturnya.

Zakat dan Sedekah sebagai Jalan Kepedulian

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menunaikan zakat dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, dalam situasi dunia yang penuh tantangan, solidaritas sosial menjadi hal yang semakin penting untuk dijaga.

“Kami setiap tahun berusaha menunaikan zakat dan berbagi. Apalagi di masa sekarang ketika dunia sedang menghadapi berbagai ujian, maka empati dan kepedulian harus terus kita hidupkan,” ujarnya.

Untuk memperkuat pesan tersebut, ia mengutip Surah Al-Hadid ayat 18, yang menjelaskan tentang keutamaan bersedekah bagi laki-laki maupun perempuan.

Ia menegaskan bahwa harta yang dimiliki manusia sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT, yang suatu saat akan diminta pertanggungjawabannya.

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan balasannya,” ungkapnya mengutip makna ayat tersebut.

Perjalanan Usaha dan Kebersamaan

Dalam sambutannya, Ir. Hj. Nimmi Gulam juga menyampaikan rasa syukur atas perjalanan usaha yang telah dijalani bersama keluarga dan rekan-rekan bisnis.

Usaha yang mereka bangun telah berjalan selama 28 tahun, sementara produk NAT Natural Alami Tea telah berkembang selama enam tahun dan diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra usaha serta sahabat yang turut mendukung kegiatan sosial tersebut, termasuk para pemilik usaha kuliner yang berpartisipasi dalam acara berbuka puasa bersama.

Menjaga Toleransi dan Persaudaraan di Bali

Di akhir sambutannya, Ir. Hj. Nimmi Gulam menegaskan pentingnya menjaga nilai toleransi dan persaudaraan di Bali yang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi harmoni antarumat beragama.

“Melalui kegiatan ini kita ingin membuktikan bahwa Bali adalah tanah yang penuh toleransi, penuh kasih sayang, dan kebersamaan,” ujarnya.

Sebelum menutup sambutannya, ia menyampaikan sebuah pantun sederhana yang menggambarkan semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Burung merpati terbang ke awan,
Hinggap sebentar di pohon cemara.
Hari ini kita berkumpul dalam kebaikan,
Berbuka bersama penuh rasa saudara.

Pantun tersebut disambut senyum dan tepuk tangan para hadirin, menutup sambutan tuan rumah dengan suasana hangat yang sarat makna.

Di tengah keheningan senja Ramadhan, kata-kata yang disampaikan bukan sekadar sambutan seremonial, melainkan refleksi kepedulian dan ajakan untuk terus menebar kebaikan, menjaga ukhuwah, serta memperkuat rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.(RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'