Detail Artikel

SEDERHANA... NAMUN SERINGKALI TERABAIKAN PENDIDIKAN ANAK SEJAK DINI

SEDERHANA...

NAMUN SERINGKALI TERABAIKAN

PENDIDIKAN ANAK SEJAK DINI

Bicara Pendidikan Anak Bangsa terbaik sebenarnya memang harus berawal dari keperdulian negara pada masyarakatnya mengenai metode pendidikan anak yang paling baik agar di kemudian hari semakin minim terdengar teriakan masyarakat seperti

PEJABAT KORUPSI

APARAT SEMENA-MENA

PELECEHAN SEXUAL hingga yang paling menakutkan...

Pengaruh buruk Kaum Homosexual dan Lesbian.

 

Dan berbagai persoalan buruk yang belakangan sedang menjadi kekhawatiran para orang tua pada masa depan anak anak mereka.  Anak anak kita juga.  Mengapa karakter buruk anak generasi bangsa Indonesia seperti menurun dan susah di hapuskan ???  Tidak ada lagi HORMAT pada Guru dan Lembaga Pendidikan ???  

 

Jawabannya sederhana, karena di masa usia dini anak anak, kebanyakan para orang tua nya sibuk mencari kerja dan membangun ekonomi rumah tangga yang dari waktu ke waktu semakin berat bebannya.  Sehingga persoalan pendidikan anak anak yang sebenarnya sangat penting jadi seringkali terabaikan.   Peran seorang IBU besar sekali dalam membangun kualitas mental dan moralitas anak anak nya.   Lihatlah keluarga “Broken Home”, sudah pasti yang jadi korban terbesar pasti lah anak anak mereka.

 

Belakangan semakin banyak orang tua yang berselingkuh, baik dari sisi Ayah maupun dari sisi Ibu.  Menyedihkan dampak dari media sosial, dan kembali korban terbesar pastilah anak anak.  

 

Yuk lah kita perbaiki bersama genearasi muda anak bangsa Indonesia dengan mulai menata perlahan kualitas pendidikan anak anak kita.

KELUARGA YANG HARMONIS

Di mulai bertahap dari dan untuk keluarga kita sendiri

Jadilah IMAM dan Ayah yang baik dan bertanggung jawab

Jadilah IBU yang baik, taat pada suami dan punya peran besar dalam pendidikan anak anaknya.

Karena Pendidikan anak terbaik sebenarnya adalah keluarga semenjak dini.

Kendala keluarga muda di Indonesia adalah mereka sibuk bertahan hidup hingga komunikasi dan peran orang tua menjadi keluarga HANGAT bagi anak anak nya semakin sulit di dapatkan.  

Itu sebab utama mengapa KARAKTER BANGSA ini terus memburuk dan korupsi bagai tiada henti.

 

MEMORI PENTING MASA KANAK KANAK tidak terisi baik oleh pesan ADAB, IMAN dan TAQWA.

 

MASA DIDIK anak TERBAIK versi psikologi barat adalah pada usia 0 - 16 tahun (Golden Age)

MASA DIDIK anak TERBAIK versi ISLAM adalah pada usia 0 - Aqil Baligh (Golden Age)

 

ISLAM sendiri mengajarkan betapa pentingnya kualitas dan peran IBU yang CERDAS dalam mendidik anak anak nya di GOLDEN AGE mereka.  ISLAM mengajarkan bagaimana memilih pasangan yang baik dari sisi bibit bebet bobot (Istilah Jawa), dengan pertimbangan dibutuhkan sosok IBU yang luar biasa untuk menghasilkan kualitas anak anak yang lebih hebat dari kedua orang tuanya.

 

Tahapan Pendidikan terbaik generasi muda dalam ISLAM maupun Metode Pendidikan Modern sebenarnya telah ada guidance nya, hanya saja kita ini masyarakat moslem yang hidup di Indonesia dengan kualitas pendidikan yang dari hari ke hari entah kenapa terasa semakin menurun kualitasnya, terutama persoalan pemahaman ADAB, IMAN dan TAQWA yang harus mampu kita hadapi demi kebaikan anak anak kita.

GUIDANCE POLA DIDIK ANAK pada usia Golden Age

 

1. KELUARGA adalah tempat pendidikan Utama Generasi Bangsa, termasuk pendidikan karakter dan moralitas.   Penanaman ADAB, ILMU, IMAN dan TAQWA bermula dari keluarga.  Pelajaran agama terbaik bagi anak anak kita selayaknya adalah dari masing-masing orang tua

2. MASA Pre - ELementary school usia 2-6 tahun, sebaiknya mulai belajar bersosialisasi dalam kelompok pengajian anak anak dan sejenisnya.

3. Masa Pendidikan Taman Kanak kanak, di pilihkan yang baik dan sebaiknya di kuatkan pendidikan Iman dan Taqwa anak melalui sekolah TK yang berbasis agama.

4. Masa Pendidikan Sekolah Dasar, sangat disarankan sudah mampu “KHATAMAN QUR’AN minimal satu kali”.  Karena memori kuat ini sangat membantu anak-anak kita mengingat setiap detail isi Al-Quran baik kajian maupun Tafsirnya.  

5. Masa Pendidikan Sekolah Menengah Pertama, pilihkan sekolah ISLAM yang di anggap baik.

Sementara di masa - masa Golden Age tersebut Dunia Pendidikan di Indonesia dibawah DEPARTEMEN PENDIDIKAN Pemerintah Indonesia justru mengesampingkan HAL LUAR BIASA PENTING itu dengan "terus memelihara GURU HONORER" atau dengan kata lain, justru di masa masa Golden Age anak anak kita dimana SERAPAN ILMU MASIH SANGAT KUAT DAN CEPAT penerimaan nya, para pendidik anak anak generasi Golden Age, mulai TK, SD dan SMP justru di ambil dari guru guru dengan kualitas yang biasa sekali.  

Silahkan di analisa, bagaimana mungkin kualitas generasi anak bangsa Indonesia akan membaik, jika sejak dari keluarga, para orang tua nya sibuk bekerja mencari penghidupan, dan di titipkan pada sekolah dengan kualitas pendidiknya yang secara ILMU sangat terbatas dan perduli.  Mereka sulit sekali untuk perduli pada anak anak Golden Age dalam keadaan perut lapar dan kehidupan yang sulit

 

KEGILAAN LUAR BIASA pada dunia Pendidikan dibawah Departemen Pendidikan Negara Republik Indonesia.  Dan harus kita lawan kegilaan terstruktur itu dengan semampu kita melalui PENGUATAN KUALITAS PENDIDIKAN anak anak kita melalui keluarga.

 

Masa GOLDEN AGE generasi muda bangsa mulai TK, SD, SMP seharus nya di tangani minimal GURU / PENDIDIK lulusan S2 bidang pendidikan ataupun lulusan psikologi anak.  Pembandingan yang nyata sudah dilaksanakan di berbagai negara maju termasuk di gratiskannya seluruh biaya pendidikan terbaik oleh Pemerintah negara di negara lain.

Jika Negara serius perduli pada Generasi Anak Bangsa segera RUBAH situasi di atas dengan mulai men STANDARISASI PENDIDIK di tingkat TK, SD, SMP.

Jika terus di tunda artinya memang kalian semua secara sengaja terus memelihara kerusakan system pendidikan di Negeri ini.  PROTEKSI KUAT harus datang dari lingkup keluarga kita sendiri.

 

Yuk, para keluarga muda, mulai kalian pikirkan menjadi INSAN yang lebih baik dan semakin baik, demi anak anak kita dan generasi anak bangsa Indonesia ke depannya.

PONDOK PESANTREN

Alhamdulillah ISLAM mempersiapkan tempat pendidikan yang baik diluar sekolah sekolah modern yang mengambil dan mencontoh metode pendidikan ala barat.  Sehingga generasi anak bangsa masih mampu terjaga kualitas manusia nya walaupun AKAR nya masih belum terlalu kuat mengikuti penjelasan diatas.

 

Setidaknya tetap ada dan masih terus berkembang pola pendidikan Pondok Pesantren.

Musuh musuh ISLAM sangat paham bahwa untuk terus membuat bodoh suatu bangsa, khususnya masyarakat moslem Indonesia, maka pola pendidikan Pondok Pesantren harus semakin di tekan dengan berbagai cara termasuk aneka HOAX dan Fitnah pada Pondok Pesantren melalui berbagai cara termasuk membuat narasi dan penokohan OKNUM untuk memperburuk citra pondok pesantren di negeri ini.

 

Dalam suatu group besar organisasi nasional terkadang pun di jadikan ajang diskusi dari “Oknum” untuk memperburuk citra pesantren.   Saya pernah kaget tiba tiba ada seorang perempuan yang menyampaikan betapa buruk nya pendidikan pondok pesantren anaknya dan Ibu itu menyampaikan jika menyesal sekali memasukkan anak nya ke Pondok pesantren.   Namun, ada saya di group tersebut, dan saya tanyakan.....” Maaf anak Ibu masuk Pesantren usia berapa dan dimana ? “ Apa tujuan Ibu menyampaikan Narasi di atas ? Sempat gelagapan Ibu itu dan dia menjawab... anak saya masuk Pondok Pesantren di awal masuk SMA.   Anak saya memang nakal Pak, jadi saya usahakan untuk menjadi baik melalui didikan Pondok Pesantren, tapi ternyata sia sia.

 

Saya jelaskan dengan perlahan, bahwa pola pendidikan anak berasal dari usia 0 – balegh jika ingin menghasilkan anak anak kualitas terbaik dan bla bla bla seperti pemaparan di atas.  Alhamdulillah ibu itu mengaku jika keluarga mereka memang Broken Home sejak anak anak mereka TK dan SD.  Ayah nya selingkuh dan menikah dengan perempuan selingkuhannya.  Anak anak mereka tumbuh dari Keluarga yang tidak harmonis.

 

Jangan menyalahkan sepihak Pondok Pesantren.

Obyektif dan bijaksana.

Jika ingin menghasilkan anak anak berkualitas, maka yang terbaik adalah membangun keluarga Harmonis dengan Ibu yang sepenuhnya mendidik anak anak mereka sejak dini.

 

Akhirulkalam.... Insyaa Allah artikel ini bermanfaat.

Terima Kasih.

 

 

 

Kontributor : Riad Amir

 

Founder EDUCATION LINK ( Santri Go International )

Trainer Kewirausahaan (Sampoerna Retail Community)

Trainer kewirausahaan (UMKM sepanjang jalur pantura Jawa Timur) 

Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'