Sekolah Parlemen Nasional Dorong Generasi Muda Melek Demokrasi
Sekolah Parlemen Nasional Dorong Generasi Muda
Melek Demokrasi
JAKARTA – Di tengah derasnya arus
informasi digital, polarisasi politik, serta derasnya penyebaran opini di media
sosial, pendidikan demokrasi bagi generasi muda menjadi kebutuhan yang tidak
lagi dapat ditunda. Demokrasi yang sehat tidak hanya membutuhkan pemilih
yang datang ke bilik suara, tetapi juga warga negara yang memahami bagaimana
kebijakan publik lahir, bagaimana aspirasi diperjuangkan, dan bagaimana
perbedaan diselesaikan melalui dialog, bukan pertentangan.
Kesadaran
inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan Sekolah Parlemen Nasional 2026,
sebuah program pendidikan kebangsaan yang diinisiasi Creative Student Home
(CreSHome) dengan mengusung semangat "Generasi Muda Melek Parlemen:
Dekat, Kritis, dan Berintegritas." Program ini dirancang untuk
mempertemukan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah dengan praktik
demokrasi secara langsung melalui kunjungan ke DPR RI, dialog bersama
narasumber, hingga simulasi sidang parlemen.
Berbeda
dengan pembelajaran kewarganegaraan di ruang kelas yang cenderung bersifat
teoritis, Sekolah Parlemen Nasional mengajak peserta mengalami sendiri proses
demokrasi dalam praktiknya. Mereka tidak hanya mempelajari fungsi legislasi, anggaran, dan
pengawasan, tetapi juga memahami bagaimana proses penyusunan kebijakan
berlangsung melalui diskusi, argumentasi, musyawarah, dan pencarian titik temu
antargagasan.
Program
tersebut menghadirkan rangkaian kegiatan yang komprehensif. Peserta
mengikuti Parliament Tour di Kompleks MPR/DPR/DPD RI, memperoleh materi dari
narasumber DPR RI dan DPD RI, kemudian dilibatkan dalam Forum Group Discussion
(FGD) yang mensimulasikan mekanisme kerja komisi-komisi di parlemen. Dengan
pendekatan partisipatif tersebut, peserta didorong menjadi subjek pembelajaran
yang aktif, bukan sekadar pendengar.
Sebelum
memasuki kegiatan utama, peserta juga harus melewati proses seleksi yang
menekankan kualitas intelektual dan komitmen kebangsaan. Tahapan seleksi diawali dengan
penulisan motivation letter, dilanjutkan mengikuti Pra-Event Sekolah
Parlemen Nasional bersama Anggota DPD RI Hj. Fahira Idris, S.E., M.H.,
kemudian menyusun resume materi dan menjalani wawancara daring. Proses tersebut
menjadi instrumen untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya memiliki prestasi
akademik, tetapi juga kepedulian terhadap isu-isu demokrasi dan kehidupan
berbangsa.
Bagi
penyelenggara, tujuan utama Sekolah Parlemen Nasional bukan semata menghadirkan
kunjungan edukatif ke Gedung DPR RI. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu
membentuk generasi muda yang memiliki literasi politik, kemampuan berpikir
kritis, keberanian menyampaikan pendapat secara santun, serta integritas dalam
memandang persoalan publik.
Nilai-nilai
tersebut menjadi semakin relevan di tengah tantangan demokrasi kontemporer. Ketika ruang digital dipenuhi
informasi yang belum tentu terverifikasi, generasi muda dituntut tidak hanya
menjadi pengguna teknologi, tetapi juga warga negara yang mampu memilah
informasi, memahami proses pengambilan kebijakan, serta berpartisipasi secara
konstruktif dalam kehidupan demokrasi.
Keikutsertaan
pelajar dari berbagai provinsi, termasuk Revandra Arafi Wibowo dari MTs
Generasi Emas Bali, menunjukkan bahwa pendidikan politik tidak lagi menjadi
ruang eksklusif bagi kalangan tertentu. Setiap pelajar memiliki kesempatan yang sama untuk
memahami cara kerja negara, mengenal lembaga legislatif, dan membangun
kesadaran sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
Pada
akhirnya, demokrasi tidak hanya diwariskan melalui konstitusi, tetapi juga
melalui pendidikan yang menanamkan nilai berpikir kritis, menghargai perbedaan,
dan bertanggung jawab terhadap kepentingan bersama. Sekolah Parlemen Nasional
menjadi salah satu ikhtiar untuk menyiapkan generasi yang kelak tidak sekadar
menjadi penonton dalam perjalanan demokrasi Indonesia, melainkan tumbuh sebagai
warga negara yang mampu menjaga, merawat, dan memperkuatnya dengan pengetahuan,
integritas, serta semangat pengabdian kepada bangsa. (RORIE)



