Detail Artikel

Sekum MUI Bali Ajak Umat Perkuat Persatuan dan Manfaatkan Ruang Dialog Keumatan

Sekum MUI Bali Ajak Umat Perkuat Persatuan dan Manfaatkan Ruang Dialog Keumatan

Denpasar, 12 Mei 2026 — Semangat menjaga persatuan umat dan memperkuat harmoni sosial kembali menjadi pesan utama dalam rangkaian kegiatan silaturahim organisasi kemasyarakatan Islam Bali yang digelar di Gedung MUI Provinsi Bali, Selasa (12/5).

Dalam forum yang dihadiri berbagai elemen organisasi Islam tersebut, Sekretaris Umum MUI Provinsi Bali, DR. H. Ismoyo Sumarlan, menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan umat di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang saat ini.

Menurutnya, perjalanan dan perjuangan umat Islam di Bali selama ini dibangun melalui proses panjang yang melibatkan kerja sama, gotong royong, dan komunikasi lintas elemen masyarakat. Karena itu, ia mengingatkan agar semangat kebersamaan tersebut terus dijaga dan tidak tergerus oleh perbedaan-perbedaan internal.

“Perjuangan umat yang telah dibangun bersama selama ini merupakan hasil dari kebersamaan banyak pihak. Karena itu, jangan sampai muncul sekat-sekat atau pengkotakan yang justru melemahkan persatuan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa tantangan terbesar umat bukan hanya berasal dari faktor eksternal, melainkan juga dari potensi fragmentasi internal apabila komunikasi dan ukhuwah tidak terus dirawat dengan baik.

Menjaga Marwah Umat dengan Kebersamaan

Dalam penyampaiannya, Ismoyo Sumarlan mengajak seluruh elemen masyarakat Muslim untuk mengedepankan sikap saling menghormati dan memperkecil perbedaan yang dapat memicu polarisasi di tengah umat.

Menurutnya, menjaga marwah umat Islam tidak cukup hanya melalui simbol dan retorika, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dewasa, terbuka terhadap dialog, serta mampu membangun solidaritas sosial yang konstruktif.

“Persatuan umat harus menjadi prioritas bersama. Perbedaan pandangan hendaknya tidak berkembang menjadi jarak sosial yang menghambat kerja sama,” katanya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat kegiatan silaturahim ormas Islam Bali yang sebelumnya menekankan pentingnya konsolidasi keumatan dalam bingkai persatuan nasional dan toleransi sosial.

Gedung MUI Bali Dibuka untuk Kepentingan Umat

Dalam kesempatan itu, Ismoyo juga menyampaikan bahwa Gedung MUI Provinsi Bali akan semakin dioptimalkan sebagai ruang pelayanan dan aktivitas keumatan. Ia mempersilakan masyarakat maupun organisasi Islam yang membutuhkan fasilitas gedung untuk kegiatan positif dan edukatif agar dapat memanfaatkannya secara bersama.

Menurutnya, pengembangan sarana dan prasarana tersebut turut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali sebagai bagian dari penguatan ruang dialog dan pembinaan masyarakat.

“Mulai bulan Juni, fasilitas gedung dapat dimanfaatkan untuk kegiatan umat dan masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang bersama yang produktif dan inklusif,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penguatan hubungan antara lembaga keagamaan, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan di Bali.

MUI Dorong Pendekatan Dialogis dan Solutif

Selain itu, MUI Bali juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang menghadapi persoalan sosial maupun keumatan. Ismoyo menegaskan bahwa MUI ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga fatwa, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun solusi yang damai dan konstruktif.

Ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah kehidupan sosial.

“Kami mempersilakan masyarakat untuk berkonsultasi apabila menghadapi persoalan-persoalan keumatan maupun sosial. MUI hadir untuk membantu mencarikan solusi melalui pendekatan dialogis dan kebersamaan,” ungkapnya.

Menguatkan Harmoni Bali

Rangkaian kegiatan silaturahim ormas Islam Bali tersebut menjadi refleksi penting mengenai perlunya memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang plural. Para tokoh yang hadir sepakat bahwa Bali harus tetap dijaga sebagai ruang hidup yang harmonis, toleran, dan menjunjung tinggi semangat kebangsaan.

Di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi, para tokoh umat mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana damai, memperkuat komunikasi lintas kelompok, serta mengedepankan nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan bersama. (AMBAR & RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

 

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'