Si Gemoy, Malboro, dan Sate Kurban: Resep Spesial Idul Adha ala Prabowo"
Si Gemoy, Malboro, dan Sate Kurban: Resep Spesial Idul Adha ala Prabowo"
Lumajang, 2025 – Bayangkan Idul Adha itu seperti memasak Gudeg Jogja atau Soto Kudus. Semua bahan dan bumbu sudah ada, tinggal kita pilih mau pakai resep yang sederhana atau mewah. Nah, tahun ini Presiden Prabowo Subianto ternyata memilih “resep” istimewa untuk hidangan kurbannya: seekor sapi simental bernama Si Gemoy seberat 900 kg, yang dibeli seharga Rp65 juta dari Lumajang.
Lho, kenapa pakai analogi masakan Jawa Tengah? Karena kurban itu ibarat masak besar: niat, bumbu sabar, dan daging yang berkualitas! Prabowo rupanya tak hanya beli daging, tapi juga "bumbu cinta" untuk rakyat. Dia juga memilih sapi lain bernama Malboro, dan bahkan sapi-sapi di berbagai daerah dengan nama unik seperti Vigor, Oreo, dan Alex.
Dalam dunia masakan Jawa Tengah, Sate Kere dan Tongseng adalah contoh bagaimana sisa-sisa bisa diolah jadi lezat. Begitu juga kurban: bukan soal besar kecilnya hewan, tapi soal niatnya yang "lezat" di hati.
Mengapa kurban itu penting?
Kurban bukan cuma soal menyembelih hewan besar atau kecil, tapi soal menyembelih ego kita. Seperti halnya memasak Garang Asem yang butuh kesabaran agar bumbunya meresap, kurban mengajarkan kita untuk sabar, ikhlas, dan berbagi.
Apa motivasinya?
Kalau Prabowo saja mau menyisihkan Rp65 juta demi Si Gemoy, kenapa kita nggak bisa menyisihkan sebagian rezeki kita? Ibarat bikin Nasi Liwet, semua orang bisa bawa berasnya masing-masing dan akhirnya makan bareng. Kurban itu bukan soal siapa yang paling kaya, tapi siapa yang mau berbagi.
Edukasi buat semua:
Peternak lokal seperti Andi Rohman (pemilik Si Gemoy) merasa bangga karena sapinya jadi pilihan Presiden. Ini contoh nyata bagaimana kurban bisa jadi berkah bagi semua, mulai dari peternak sampai masyarakat yang menerima daging.
Selain Si Gemoy, ada sapi Belgian Blue seberat 1,2 ton bernama Oreo yang bakal disembelih di Lamongan, dan Alex sang sapi Bali yang akan dikurbankan di Mataram.
Jadi, tahun ini yuk kita belajar dari Prabowo. Jadikan kurban kita seperti resep Soto Kudus yang sederhana tapi ngangenin, atau Gudeg Jogja yang sabar dan manis. Mau sapi, kambing, atau domba, yang penting bumbu cinta dan ikhlasnya. ( Chef Raden Alit)



