Silakwil ICMI Bali 2025: Sinergi IMTAQ dan IPTEK untuk Pembangunan Inklusif
Silakwil
ICMI Bali 2025: Sinergi IMTAQ dan IPTEK untuk Pembangunan Inklusif
Denpasar,
2 Maret 2025 – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah
(Orwil) Bali sukses menggelar Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) 2025 di
STIKOM Bali, Ahad (2/3). Mengusung tema “Sinergi IMTAQ dan IPTEK untuk
Inklusivitas Pembangunan Bali”, acara ini menghadirkan berbagai pemikiran
strategis dalam mengharmonikan nilai keimanan dan ketakwaan (IMTAQ) dengan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) demi membangun Bali yang lebih maju dan
inklusif.
Kegiatan
ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga berbuka puasa, diawali dengan
registrasi peserta yang berlangsung hingga pukul 09.00. Acara resmi dibuka
dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Reina Aufiansha, doa oleh Ketua MUI
Provinsi Bali, H. Mahrusun Hariono, serta diiringi dengan menyanyikan lagu
Indonesia Raya, Hymne, dan Mars ICMI.
Kebersamaan
untuk Peradaban yang Lebih Baik
Ketua
Panitia, dr. Ervina, dalam laporannya menekankan bahwa tema Silakwil kali ini
bertujuan untuk memperkuat sinergi antara IMTAQ dan IPTEK agar pembangunan di
Bali semakin inklusif, memperkuat peran umat Muslim dalam membangun
kesejahteraan bagi semua.
Sambutan
berikutnya disampaikan oleh Rektor ITB STIKOM, Dr. Dadang, yang menggarisbawahi
pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam menjawab tantangan
zaman. Ketua ICMI Orwil Bali, Hj. Farida Hanum, juga mengajak seluruh peserta
untuk terus mengembangkan kapasitas intelektual guna membawa manfaat bagi umat
dan bangsa.
Sementara
itu, Ketua MPP ICMI, Prof. Arief, dalam sambutannya menegaskan bahwa ICMI
memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan solusi berbasis keislaman dan
keilmuan bagi pembangunan nasional.
Gubernur
Bali, Wayan Koster, turut hadir dan membuka acara secara resmi, didampingi oleh
Ketua ICMI Orwil Bali, Ketua Panitia, serta tokoh agama Ratu Aji Ida Panglisir
Agung Putra Sukahet, Ketua FKUB, dan Ketua MUI Bali. Dalam sambutannya,
Gubernur Koster menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama serta peran
cendekiawan dalam membangun ekosistem sosial yang harmonis dan sejahtera di
Bali.
Ekonomi
Berbasis Wakaf dan Visi Indonesia 2040
Setelah
sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan presentasi program wakaf oleh Dr.
Rahadi Kristyanto, S.H., M.H. dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Diskusi ini dipanel
bersama Gunawan S. Utomo, Deputy Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan
dimoderatori oleh Bima Kumara Dwi Atmaja, S.H., M.H.
Simposium
pertama membahas strategi Indonesia 2040, menghadirkan Dr. Rahmat Mulyana serta
Henry Nosih Saturwa dari Bank Indonesia. Dalam paparannya, para narasumber
menyoroti peluang dan tantangan ekonomi serta bagaimana sinergi antara
kebijakan, teknologi, dan industri dapat membawa Indonesia menuju era kejayaan.
Sementara
itu, simposium kedua menghadirkan Prof. Nuryanto dan H. Rully Soripada, yang
berbagi inspirasi mengenai dunia literasi dan peran buku dalam membangun
peradaban. Diskusi ini dipandu oleh moderator Sahara, yang menggali pemikiran
para tokoh terkait pentingnya budaya membaca dan menulis bagi cendekiawan Muslim.
Pleno
Silakwil: Konsolidasi dan Rekomendasi Strategis
Setelah
istirahat siang, pleno Silakwil dibuka pukul 13.30, diawali dengan arahan Ketua
ICMI yang menegaskan pentingnya peran ICMI dalam memberikan kontribusi nyata
bagi umat dan bangsa.
Anggota
Komisi I DPRD Bali, Zulfikar, kemudian menyampaikan strategi sinergi program
antara ICMI dan legislatif, untuk mendukung kebijakan yang berpihak pada
kepentingan umat.
Pleno
berlanjut dengan laporan dari 5 bidang kerja ICMI, 7 badan otonom (Battom), serta
9 Ikatan Riset dan Dakwah (IRDA) se-Bali. Rangkaian diskusi yang berlangsung
menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan peran ICMI di berbagai
sektor.
Syiar
Ramadhan: Spirit Keberkahan dan Kepedulian Sosial
Menjelang
sore, acara berlanjut dengan pembukaan Syiar Ramadhan yang diawali dengan
presentasi program Pegadaian Syariah, diikuti oleh ceramah Ramadhan oleh Dr.
Abu Siri.
Tayangan
video program Dompet Sosial Madani menjadi refleksi bagi peserta tentang
pentingnya kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. ICMI juga menunjukkan
kepeduliannya terhadap generasi muda dengan memberikan santunan kepada 21 anak
binaan melalui LAZIS ICMI.
Untuk
menambah semangat dan edukasi bagi anak-anak binaan, diadakan lomba
"Ranking Satu" dengan hadiah total Rp600.000 yang dikhususkan bagi
mereka.
Penutup:
Peran Cendekiawan dalam Aksi Nyata
Acara
ditutup dengan buka puasa bersama, menandai akhir dari rangkaian Silakwil ICMI
Bali 2025 yang penuh dengan gagasan, inspirasi, dan kepedulian sosial.
"Cendekiawan
Muslim tidak hanya bertugas menciptakan ide, tetapi juga harus hadir dalam aksi
nyata bagi umat dan bangsa. Dengan sinergi antara IMTAQ dan IPTEK, kita bisa
membangun peradaban yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan
Silakwil
ICMI Bali 2025 menjadi bukti bahwa cendekiawan Muslim memiliki peran penting
dalam merancang masa depan bangsa. Semangat kebersamaan dan keikhlasan yang
terjalin dalam acara ini diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh peserta
untuk terus berkontribusi bagi umat dan masyarakat.
ICMI,
dari Cendekiawan untuk Bangsa!



